Siladex Antitussive adalah obat untuk mengatasi batuk kering yang disertai gejala alergi, seperti bersin-bersin dan hidung meler. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan bisa didapatkan secara bebas tanpa resep dokter.

Dextromethorphan HBr dalam Siladex Antitussive bekerja dengan menekan refleks batuk di otak sehingga batuk kering dapat mereda. Sementara itu, chlorpheniramine yang merupakan antihistamin dapat mengurangi gejala alergi, seperti bersin-bersin.

Siladex Antitussive

Dengan kedua bahan tersebut, Siladex Antitussive dapat meredakan batuk kering dan alergi secara lebih efektif. Perlu diketahui juga, obat ini memang lebih sesuai digunakan untuk batuk kering dan tidak dianjurkan untuk meredakan batuk berdahak karena dapat menghambat pengeluaran lendir. 

Siladex Antitussive tersedia dalam kemasan botol isi 30 ml, 60 ml dan 100 ml, sehingga bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan.

Apa Itu Siladex Antitussive

Bahan aktif Dextromethorphan HBr 15 mg dan chlorpheniramine maleate 1 mg
Golongan  Obat bebas terbatas
Kategori  Obat batuk dan alergi kombinasi antihistamin (chlorpheniramine) dan antitusif (dextromethorphan HBr)
Manfaat Meredakan batuk kering dan gejala alergi
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Siladex Antitussive untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Siladex Antitussive untuk ibu menyusui Siladex Antitussive tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter.
Bentuk obat Sirop

Peringatan sebelum Menggunakan Siladex Antitussive

Siladex Antitussive tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan bahan aktif di dalamnya, yaitu dextromethorphan HBr dan chlorpheniramine maleate.
  • Jangan mengonsumsi produk ini untuk batuk menetap atau kronis, seperti yang terjadi bila merokok, asma, emfisema, dan bronkitis kronis, atau bila batuk diikuti dengan dahak berlebih.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti glaukoma atau gangguan fungsi hati.
  • Hindari penggunaan obat ini bersama obat MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
  • Jangan mengonsumsi ini jika sedang mengonsumsi obat tidur atau obat penenang
  • Sampaikan kepada dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
  • Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin setelah menggunakan obat ini. Ini karena chlorpheniramine maleate dapat menyebabkan kantuk dan pusing, sehingga perlu kehati-hatian setelah penggunaannya.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat ini.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan obat ini.

Dosis dan Aturan Pakai Siladex Antitussive

Untuk meredakan batuk kering dan gejala alergi, Siladex Antitussive dapat digunakan dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:

  • Dewasa dan anak-anak >12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari.
  • Anak-anak 6–12 tahun: ½ sendok takar (2,5 ml), 3 kali sehari. 

Cara Menggunakan Siladex Antitussive dengan Benar

Gunakan Siladex Antitussive sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Agar hasil pengobatan maksimal, terapkan cara menggunakan Siladex Antitussive yang benar berikut ini:

  • Siladex Antitussive bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
  • Kocoklah botol kemasan sebelum mengonsumsinya. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
  • Jika lupa, konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya. 
  • Hentikan penggunaan Siladex Antitussive jika keluhan batuk kering atau alergi sudah membaik.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat. 
  • Simpan Siladex Antitussive di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Hubungi dokter jika batuk dan alergi belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Siladex Antitussive. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
  • Jangan mengonsumsi Siladex Antitussive yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Siladex Antitussive tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka. 

Interaksi Siladex Antitussive dengan Obat Lain

Sejumlah interaksi obat dapat terjadi jika Siladex Antitussive digunakan bersama dengan obat lain, yaitu:

  • Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
  • Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), trisiklik, atau MAOI

Untuk menghindari risiko terjadinya interaksi obat, konsultasikan ke dokter jika Anda hendak menggunakan Siladex Antitussive bersama dengan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Siladex Antitussive

Seperti obat lain, Siladex Antitussive juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi adalah:

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Gangguan pernapasan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Reaksi alergi, seperti ruam, bengkak, atau sesak napas
  • Gejala sindrom serotonin, seperti gelisah, demam, atau tremor

Apabila keluhan batuk kering dan alergi tidak membaik setelah beberapa hari penggunaan Siladex Antitussive, atau muncul efek samping yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, baik melalui Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.