Sodium biphosphate (sodium phosphate) adalah obat untuk mengatasi konstipasi atau sulit buang air besar. Obat ini juga bisa digunakan untuk membersihkan usus sebelum prosedur operasi usus besar dan pemeriksaan medis, seperti X-ray, endoskopi, atau kolonoskopi.

Sodium biphosphate merupakan obat pencahar pelunak tinja (saline laxative). Obat ini bekerja dengan cara meningkatkan penyerapan air di dalam saluran cerna, sehingga feses atau tinja menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Sodium Biphosphate - Alodokter

Merek dagang Sodium Biphosphate: Fleet Enema, Fleet Phospo-soda, Phospo-soda

Apa Itu Sodium Biphosphate

Golongan Obat bebas dan resep
Kategori Obat pencahar atau laksatif
Manfaat Mengatasi sembelit atau konstipasi, dan untuk mengosongkan usus sebelum operasi usus besar, dan pemeriksaan medis seperti X-ray, endoskopi, atau kolonoskopi.
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak usia ≥2 tahun
Sodium biphosphate (sodium phosphate) untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Sodium biphosphate belum diketahui dapat terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Bentuk obat Cairan enema

Peringatan Sebelum Menggunakan Sodium Biphosphate

Sodium biphosphate enema tidak boleh digunakan sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain:

  • Jangan menggunakan sodium biphosphate jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Jangan menggunakan obat pencahar lain selama menjalani pengobatan dengan sodium biphosphate.
  • Beri tahu dokter jia Anda sedang menderita penyakit ginjal, sumbatan usus, kolitis, luka atau robekan saluran pencernaan, atau baru saja menjalani operasi bypass lambung atau operasi pemasangan colostomy.
  • Jangan memberikan sodium biphosphate enema kepada lansia yang berusia di atas 70 tahun atau kepada anak usia kurang dari 2 tahun, tanpa berkonsultasi dengan dokter.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang atau pernah menderita gagal jantung, konstipasi berat, radang usus, kejang, penyakit asam lambung, gangguan elektrolit, aritmia, atau ileus.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang mengalami sakit perut yang sangat berat, mual dan muntah yang belum berhenti, sedang menjalani diet rendah garam, atau sedang menggunakan obat pencahar lain.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan sodium biphosphate jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat, efek samping serius, atau overdosis setelah menggunakan sodium biphosphate.

Dosis dan Aturan Pakai Sodium Biphosphate

Sodium biphosphate dalam bentuk enema tersedia dalam kemasan khusus untuk dewasa dan juga anak-anak. Sodium biphosphate atau sodium phosphate akan diberikan untuk mengatasi konstipasi, untuk proses pengosongan usus sebelum operasi, atau pemeriksaan X-ray, endoskopi, atau kolonoskopi.

Dosisnya akan ditentukan oleh dokter sesuai kondisi pasien. Secara umum, berikut ini adalah dosis sodium phosphate :

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: Gunakan 1 botol enema sodium biphosphate khusus untuk dewasa, 1 kali sehari, sesuai anjuran dokter.
  • Anak usia 5–11 tahun: Gunakan 1 botol enema sodium biphosphate khusus untuk anak-anak, 1 kali sehari, sesuai anjuran dokter.
  • Anak usia 2–5 tahun: Gunakan setengah botol enema sodium biphosphate khusus untuk anak-anak, 1 kali sehari, sesuai anjuran dokter.

Cara Menggunakan Sodium Biphosphate dengan Benar

Sodium biphosphate dalam bentuk enema umumnya tersedia dalam kemasan botol berukuran sedang­–besar untuk orang dewasa, dan botol kecil khusus untuk anak-anak. Jangan memberikan enema untuk orang dewasa kepada anak-anak.

Baca informasi yang tertera pada label kemasan obat dan ikuti anjuran penggunaan yang diberikan oleh dokter. Jangan mengurangi atau menambah dosis, serta menggunakan obat ini lebih lama dari yang dianjurkan karena berpotensi menyebabkan gangguan serius pada ginjal dan jantung.

Sodium biphosphate dalam bentuk enema digunakan melalui dubur atau anus, dan tidak untuk dikonsumsi secara oral atau diminum.

Cuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah menggunakan enema. Berbaring miring ke arah kiri pada alas yang sudah disiapkan, lalu kedua kaki ditekuk dan lutut ditempelkan ke dada.

Masukkan ujung botol enema secara perlahan ke dalam dubur dan tekan botol enema sampai isi kemasan obat habis. Ketika seluruh cairan obat sudah masuk, lepaskan ujung botol secara perlahan.

Tetaplah berbaring selama beberapa menit (biasanya 1–5 menit) sampai terasa ingin buang air besar. Jika sudah terasa ingin buang air besar, segera pergi ke toilet.

Sodium biphosphate enema tidak boleh digunakan lebih dari 3 hari tanpa anjuran dari dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih dari 1 kali dalam waktu 24 jam.

Rangsangan buang air besar biasanya akan mulai dirasakan 1–5 menit setelah pemakaian obat. Jika dalam waktu 30 menit, rangsangan buang air besar belum dirasakan, konsultasi ke dokter sebelum menggunakan dosis berikutnya.

Simpan obat enema sodium biphosphate di dalam wadah tertutup di ruangan dengan suhu yang sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau terkena paparan sinar matahari secara langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Sodium Biphosphate dengan Obat Lain

Penggunaan sodium biphosphate bersama obat tertentu dapat menimbulkan beberapa efek interaksi antarobat, seperti:

  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung jika digunakan dengan astemizole, amiodarone, clarithromycin, atau erythromycin
  • Penurunan kadar sodium biphosphate di dalam tubuh jika digunakan dengan produk atau obat yang mengandung magnesium, aluminium, atau kalsium
  • Peningkatan risiko terjadinya hiperfosfatemia jika digunakan bersama vitamin D
  • Peningkatan risiko terjadinya dehidrasi atau gangguan elektrolit bila digunakan pada pasien yang sedang menggunakan obat diuretik, seperti hydrochlorothiazide
  • Peningkatan risiko terjadinya gagal ginjal jika digunakan bersama obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen, ketorolac, atau ketoprofen

Selain itu, jika dikonsumsi bersama susu atau produk yang mengandung susu, maka dapat menurunkan efektivitas dari obat sodium biphosphate.

Efek Samping dan Bahaya Sodium Biphosphate

Beberapa efek samping yang mungkin muncul setelah menggunakan sodium biphosphate adalah mual, sakit perut, perut kembung, dan rasa tidak nyaman di dubur.

Lakukan pemerikaan ke dokter jika efek samping di atas tak kunjung reda atau justru semakin memburuk. Hentikan penggunaan obat sodium biphosphate dan segera ke dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Nyeri dada, denyut jantung cepat, lambat, tidak teratur
  • Kantuk yang berat, pusing, bingung, atau kejang
  • Diare yang terus menerus yang bisa menyebabkan dehidrasi
  • Gangguan fungsi ginjal yang bisa ditandai dengan jarang berkemih atau jumlah urine yang sangat sedikit
  • Kram atau sakit perut yang sangat berat, feses berdarah, atau rektum dan anus yang berdarah