Spedifen adalah obat yang mengandung ibuprofen arginine. Obat ini bermanfaat untuk meredakan nyeri ringan hingga sedang, seperti sakit kepala, migrain, sakit gigi, serta menurunkan demam. Spedifen tersedia dalam bentuk tablet dan granul.
Ibuprofen arginine pada Spedifen merupakan golongan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Ibuprofen bekerja dengan cara menghambat produksi zat alami dalam tubuh yang memicu timbulnya peradangan. Dengan cara kerja tersebut, keluhan peradangan, seperti bengkak, nyeri, atau demam, dapat cepat mereda.

Produk Spedifen
Produk Spedifen hadir dalam 2 varian, yaitu:
- Spedifen 600 mg Granula, dengan kandungan 600 mg ibuprofen per saset
- Spedifen 400 mg 6 Tablet, yang berbahan aktif 400 mg per tablet
Apa Itu Spedifen
| Bahan aktif | Ibuprofen |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) |
| Manfaat | Meredakan nyeri dan demam |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Spedifen untuk ibu hamil | Usia kehamilan <20 minggu |
| Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. | |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika dokter menyatakan besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Usia kehamilan ≥20 minggu | |
| Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa. | |
| Spedifen untuk ibu menyusui | Bicarakan dengan dokter mengenai pilihan obat yang lebih aman digunakan selama menyusui, terutama jika bayi Anda terlahir prematur atau usianya belum genap 1 bulan. |
| Bentuk obat | Granula dan tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Spedifen
Spedifen harus digunakan berdasarkan resep dokter. Hal-hal yang harus diperhatikan ketika mengonsumsi Spedifen antara lain:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Orang yang alergi terhadap ibuprofen, aspirin, atau obat golongan OAINS lain tidak boleh menggunakan Spedifen.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami tukak lambung, sakit maag, penyakit liver, asma, serangan jantung, gagal jantung kongestif, stroke, penyakit ginjal, perdarahan saluran pencernaan, diabetes, atau edema.
- Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Spedifen apabila Anda sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda berencana atau baru saja menjalani operasi gigi atau operasi bypass jantung. Spedifen tidak boleh digunakan, baik sebelum atau setelah operasi tersebut.
- Diskusikan dengan dokter perihal penggunaan Spedifen jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Jangan langsung berkendara atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Spedifen. Obat ini dapat menyebabkan pusing, kantuk, atau pandangan kabur.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol dan merokok selama menggunakan Spedifen. Hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan saluran pencernaan.
- Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Spedifen.
Dosis dan Aturan Pakai Spedifen
Berikut adalah dosis umum penggunaan Spedifen berdasarkan kondisi dan usia pasien:
Kondisi: Demam, nyeri ringan hingga sedang, termasuk nyeri haid
- Dewasa dan anak usia ≥12 tahun: 200–400 mg, tiap 4–6 jam sekali sesuai kebutuhan. Dosis tidak melebihi 1200 mg per hari, kecuali diresepkan oleh dokter.
- Anak usia ≥6 bulan sampai <12 tahun: 4–10 mg/kgBB per 1 kali minum, tiap 6–8 jam sekali. Dosis maksimal 40 mg/kgBB per hari.
Kondisi: Radang sendi pada anak-anak atau juvenile idiopathic arthritis
- Anak usia ≥1 tahun: 30–50 kg/BB per hari, yang dibagi menjadi 3 kali jadwal konsumsi (jarak 8 jam antardosis). Dosis maksimal 2400 mg, 1 kali sehari.
Kondisi: Radang sendi, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis
- Dewasa: 300–800 mg, tiap 6–8 jam, sesuai kebutuhan. Dosis maksimal 3200 mg, 1 kali sehari.
Cara Menggunakan Spedifen dengan Benar
Gunakan Spedifen sesuai anjuran dokter dan bacalah aturan pakai di kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Berikut ini adalah cara mengonsumsi Spedifen dengan benar yang perlu Anda perhatikan:
- Minumlah Spedifen setelah makan untuk mengurangi risiko iritasi lambung. Telan tablet obat secara utuh dengan air putih.
- Apabila Anda diresepkan Spedifen sediaan granula, campurkan 1 saset obat ke dalam 150 ml air putih. Setelah tercampur rata, segera minum larutan obat tersebut.
- Jangan berbaring sampai 10 menit setelah minum Spedifen.
- Perbanyaklah minum air putih selama menggunakan Spedifen. Hal ini berguna untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi ginjal. Hubungi dokter jika saat mengonsumsi obat ini buang air kecil menjadi lebih sedikit atau tidak keluar sama sekali.
- Jika Anda lupa minum Spedifen, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Jangan menggunakan Spedifen dalam jangka panjang kecuali jika dianjurkan oleh dokter. Hentikan penggunaan Spedifen jika nyeri atau demam sudah mereda.
- Hentikan pengobatan dan periksakan ke dokter jika demam Anda belum membaik setelah 3 hari atau nyeri belum mereda setelah 7 hari.
- Segera bawa anak ke dokter jika demamnya belum turun setelah 3 hari, atau nyerinya belum membaik setelah 5 hari pemberian Spedifen.
- Simpan Spedifen di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan menggunakan Spedifen yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Spedifen dengan Obat Lain
Pemakaian obat yang mengandung ibuprofen, seperti Spedifen, bersama obat lain bisa memicu interaksi obat antara lain:
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan saluran jika digunakan bersama aspirin atau warfarin
- Penurunan efektivitas obat diuretik atau ACE inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya kejang bila digunakan dengan antibiotik quinolone
Agar aman, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Spedifen bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Spedifen
Sejumlah efek samping yang bisa timbul setelah mengonsumsi Spedifen adalah:
- Mual dan muntah
- Sakit perut
- Diare
- Sakit kepala
- Pusing
- Sembelit
Periksakan diri Anda ke dokter atau berkonsultasilah ke dokter melalui chat jika keluhan di atas tidak membaik atau makin parah. Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Perdarahan saluran cerna, yang ditandai dengan muntah darah atau BAB berdarah
- Bengkak di tungkai dan kaki
- Nyeri dada yang menjalar ke lengan, dagu, atau punggung
- Pucat dan lelah yang tidak biasa
- Urine berwarna gelap
- Penyakit kuning