Untuk mencegah penyakit tipes, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, yaitu:

Vaksinasi Tifoid

Di Indonesia, vaksinasi tifoid termasuk imunisasi yang dianjurkan oleh pemerintah meski belum tergolong wajib. Vaksin tifoid diberikan kepada anak usia di atas 2 tahun. Pemberiannya diulang tiap 3 tahun hingga anak berusia 12 tahun.

Selain anak-anak, vaksin tifoid juga dapat diberikan kepada orang dewasa yang berisiko terserang tipes, seperti:

  • Orang yang tinggal atau menetap berdekatan dengan penderita tipes
  • Tenaga medis atau pekerja laboratorium yang sering terpapar bakteri Salmonella typhi
  • Orang yang bekerja atau bepergian ke daerah yang banyak kasus penyebaran tipes

Penting untuk diingat, pemberian vaksin tifoid tidak menjamin 100% kebal terhadap bakteri penyebab tipes. Risiko terserang tifoid tetap ada, meski gejala yang terjadi tidak separah gejala pada orang yang belum memperoleh vaksin.

Pencegahan Selain Vaksin

Mengingat vaksin tidak menjamin kekebalan 100% terhadap bakteri Salmonella typhi, pemberian vaksin tipes perlu disertai dengan perbaikan sanitasi, ketersediaan air bersih, dan penerapan pola hidup sehat sejak dini. Berikut adalah hal-hal yang dapat dilakukan:

  • Cuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan dan minuman, setelah buang air kecil atau besar, atau setelah membersihkan kotoran, misalnya saat mencuci popok bayi.
  • Pastikan air yang akan diminum sudah direbus sampai matang, terutama jika sedang bepergian ke daerah yang sering terjadi penyebaran tipes. Jika harus membeli minuman, belilah air minum dalam kemasan.
  • Kurangi membeli jajanan secara sembarangan di pinggir jalan, karena mudah terpapar bakteri.
  • Hindari mengonsumsi es batu atau minuman es yang tidak dibuat sendiri.
  • Jangan mengonsumsi buah atau sayuran mentah yang tidak dicuci dengan air bersih dan dikupas terlebih dulu.
  • Batasi konsumsi makanan laut atau seafood, terutama yang masih mentah, karena tingkat kesegarannya sulit diketahui secara pasti.
  • Gunakan air matang untuk menggosok gigi atau berkumur, terutama jika sedang di daerah yang belum dijamin kebersihannya.
  • Jangan berbagi pakai barang pribadi, seperti handuk, seprai, atau peralatan mandi dan cuci secara berkala barang tersebut secara terpisah di dalam air hangat.
  • Bersihkan kamar mandi secara teratur.
  • Hindari konsumsi susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Konsumsi antibiotik yang diresepkan oleh dokter dan ikuti dosis dan petunjuk penggunaannya. Penting diingat, antibiotik harus dihabiskan untuk mencegah resistensi obat.