Tramofal adalah obat untuk meredakan nyeri sedang hingga berat, seperti nyeri pascaoperasi. Obat ini mengandung bahan aktif 50 mg tramadol tiap kapsul. Tramofal hanya boleh digunakan sesuai dengan anjuran dokter dan tidak ditujukan untuk penggunaan jangka panjang.
Kandungan tramadol dalam Tramofal bekerja dengan cara menghambat sinyal nyeri di otak dan sistem saraf pusat sehingga rasa sakit dapat mereda. Perlu diketahui bahwa Tramofal hanya digunakan jika obat pereda nyeri lain tidak efektif dalam mengurangi sakit yang dirasakan pasien.

Apa Itu Tramofal
| Bahan aktif | Tramadol |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Obat pereda nyeri golongan opioid |
| Manfaat | Meredakan nyeri |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak usia ≥16 tahun |
| Tramofal untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Tramofal untuk ibu menyusui | Tramofal dapat digunakan dengan pengawasan dokter pada ibu menyusui. Dokter akan mempertimbangkan manfaat dan risiko, serta memantau kemungkinan efek samping pada bayi. |
| Bentuk obat | Kapsul |
Peringatan sebelum Menggunakan Tramofal
Tramofal hanya bisa digunakan atas anjuran dokter. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Tramofal tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
- Jangan menggunakan Tramofal lebih dari dosis yang dianjurkan karena berisiko menyebabkan ketergantungan, overdosis, dan kematian. Penggunaan tramadol berlebihan lebih sering terjadi pada orang dengan riwayat penyalahgunaan NAPZA.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda mengalami sumbatan usus atau lambung, ileus paralitik, asma yang sering kambuh, atau penyakit saluran pernapasan yang berat. Tramofal tidak disarankan untuk digunakan oleh pasien dengan kondisi tersebut.
- Informasikan kepada dokter jika Anda menderita penyakit liver, penyakit tiroid, epilepsi, kejang, cedera kepala, penyakit ginjal, sleep apnea, diabetes, sulit buang air kecil, penyakit pada kantong empedu, atau penyakit pankreas.
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki gangguan mental, terutama jika berpikiran atau pernah melakukan percobaan bunuh diri.
- Jangan menggunakan Tramofal jika Anda sedang atau baru saja menggunakan obat golongan MAOI dalam 14 hari terakhir.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Tramofal jika Anda sedang hamil, menyusui, mungkin hamil, atau sedang merencanakan kehamilan. Obat ini bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang berat pada bayi yang dilahirkan.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat penenang atau obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Hal ini untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Beri tahu dokter jika Anda mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari atau mengalami kecanduan alkohol. Tramofal tidak boleh dikonsumsi bersama minuman beralkohol karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang fatal.
- Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Tramofal.
Dosis dan Aturan Pakai Tramofal
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Tramofal untuk meredakan nyeri sedang hingga berat berdasarkan usia pasien:
- Dewasa dan anak usia ≥16: 50 mg. Dosis bisa ditingkatkan sebanyak 50 mg tiap 30–60 menit. Dosis maksimal 400 mg per hari.
- Lansia: Dosis dimulai dari yang paling rendah, lalu disesuaikan dengan kondisi dan respons pasien terhadap pengobatan.
Cara Menggunakan Tramofal dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan baca petunjuk pada kemasan sebelum mengonsumsi Tramofal. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Penggunaan Tramofal yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan kecanduan hingga overdosis. Segera temui dokter jika Anda merasa membutuhkan Tramofal melebihi dosis yang ditentukan.
Agar hasil pengobatan efektif dan risiko terjadinya efek samping bisa diminimalisir, lakukanlah langkah-langkah penggunaan Tramofal yang benar berikut ini:
- Konsumsilah kapsul sebelum atau setelah makan.
- Telan kapsul Tramofal dengan air putih. Jangan menghancurkan atau mengunyah kapsul karena dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Tramofal, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal minum obat berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Jangan menghentikan penggunaan Tramofal tanpa persetujuan dokter, terutama setelah pemakaian jangka panjang. Berhenti menggunakan Tramofal secara mendadak dapat menimbulkan sindrom putus obat, seperti gelisah, mudah marah, perubahan perilaku yang drastis, atau muncul pikiran untuk bunuh diri.
- Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala sindrom putus obat setelah berhenti menggunakan Tramofal.
- Simpan Tramofal di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Jika Anda menggunakan opioid secara mandiri atau merawat orang yang memakai opioid, dokter mungkin akan memberikan Anda naloxone sebagai penawar untuk antisipasi overdosis. Pastikan Anda memahami cara penggunaan naloxone yang benar.
Interaksi Tramofal dengan Obat Lain
Penggunaan Tramofal dan obat tertentu secara bersamaan dapat menimbulkan efek interaksi berikut ini:
- Peningkatan risiko terjadinya kantuk yang berlebih, penurunan fungsi napas, penurunan kesadaran, bahkan koma, jika digunakan dengan obat penenang golongan benzodiazepine
- Peningkatan risiko terjadinya kejang atau sindrom serotonin jika digunakan bersama bupropion, mirtazapine, antipsikotik, atau antidepresan golongan SSRI, SNRI, atau trisiklik
- Peningkatan risiko terjadinya gejala sindrom putus obat atau penurunan efek analgesik Tramofal jika digunakan dengan buprenorphine atau naloxone
- Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin yang fatal jika digunakan dengan obat golongan MAOI, seperti selegiline
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Tramofal jika digunakan dengan fluoxetine, bupropion, quinidine, erythromycin, ketoconazole, atau ritonavir
- Penurunan efektivitas Tramofal jika digunakan dengan carbamazepine, rifampicin, atau phenytoin
- Peningkatan risiko terjadinya perdarahan atau memar jika digunakan bersama dengan obat pengencer darah, seperti warfarin
Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Tramofal bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Tramofal
Beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan Tramofal adalah:
- Mual dan muntah
- Mulut kering
- Gatal-gatal
- Pusing
- Kantuk
- Sakit kepala
- Sakit maag atau heartburn
- Sulit buang air besar (sembelit)
Periksakan diri ke dokter jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius di bawah ini:
- Mengorok atau napas berhenti mendadak saat tidur (sleep apnea)
- Kepala terasa ringan seperti akan pingsan
- Sakit perut parah
- Sulit buang air kecil
- Hilang nafsu makan dan berat badan turun drastis
- Kejang
- Tubuh terasa sangat lemah
- Gangguan irama jantung (aritmia)
- Cemas, mudah marah, atau halusinasi
Tramofal juga dapat menyebabkan sindrom serotonin. Segera cari pertolongan medis jika Anda mengalami gejala sindrom serotonin, seperti mual dan muntah yang tidak kunjung berhenti, diare, jantung berdetak cepat, pusing parah, demam, otot berkedut, kehilangan koordinasi tubuh, serta gelisah atau mudah tersinggung.