Tremenza Tablet adalah obat untuk mengatasi berbagai gejala flu, batuk pilek, sinusitis, atau rhinitis alergi, seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, dan hidung meler. Obat ini termasuk obat resep sehingga penggunaan Tremenza Tablet harus dengan resep atau anjuran dokter.
Kandungan pseudoephedrine dalam Tremenza Tablet yang merupakan dekongestan bekerja dengan mengempiskan pembuluh darah di saluran hidung yang membengkak, sehingga keluhan hidung tersumbat bisa mereda. Sementara itu, kandungan triprolidine sebagai antihistamin dapat menekan histamin, yaitu zat yang memicu timbulnya keluhan.

Beli Tremenza Tablet di Aloshop
Apa Itu Tremenza Tablet
| Bahan aktif | Pseudoephedrine 60 mg dan triprolidine 2,5 mg |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Kombinasi dekongestan (pseudoephedrine) dan antihistamin (triprolidine) |
| Manfaat | Meredakan gejala flu, rhinitis alergi, atau sinusitis, seperti bersin-bersin, hidung meler, atau hidung tersumbat |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥6 tahun |
| Tremenza Tablet untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pseudoephedrine terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Sementara itu, belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan triprolidine terhadap ibu hamil maupun janin. | |
| Oleh karena itu, obat yang mengandung pseudoephedrine dan triprolidine, seperti Tremenza Tablet, tidak boleh digunakan oleh ibu hamil, kecuali jika dianjurkan oleh dokter. | |
| Tremenza Tablet untuk ibu menyusui | Kombinasi triprolidine dan pseudoephedrine dapat menurunkan produksi ASI. Oleh karena itu, obat ini tidak dianjurkan pada ibu yang baru mulai menyusui atau ibu menyusui yang mengalami ASI kurang atau tidak lancar. |
| Tanyakan kepada dokter mengenai obat lain yang lebih aman digunakan untuk mengatasi bersin-bersin dan hidung tersumbat pada masa menyusui. | |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Tremenza Tablet
Tremenza Tablet harus digunakan sesuai anjuran dokter. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, yaitu:
- Jangan minum Tremenza Tablet jika alergi terhadap bahan-bahan obat ini. Bila ragu, beri tahu dokter riwayat alergi yang dimiliki sebelum menggunakan Tremenza Tablet.
- Hindari penggunaan produk obat berbahan pseudoephedrine dan triprolidine jika sedang mengalami penyakit jantung koroner yang parah, krisis hipertensi, atau hipertiroidisme.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Tremenza Tablet jika sedang menderita tekanan darah tinggi, stroke, atau kondisi lain yang bisa memicu penyakit tersebut, seperti berat badan berlebih atau berusia lanjut.
- Informasikan kepada dokter sebelum menggunakan Tremenza Tablet jika sedang menderita penyakit paru-paru atau gangguan pernapasan, misalnya asma, emfisema, bronkitis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
- Konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan Tremenza Tablet jika Anda sedang atau pernah menderita penyakit ginjal, penyakit tiroid, glaukoma, penyakit jantung, kejang atau epilepsi, retensi urine, misalnya karena pembesaran prostat (BPH).
- Mintalah saran dokter mengenai penggunaan Tremenza Tablet jika sedang mengalami tukak lambung, tukak usus dua belas jari atau ulkus duodenum, sumbatan di lambung, atau obstruksi usus.
- Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Tremenza Tablet jika sedang menderita diabetes, penyakit liver, fenilketonuria, atau kecanduan alkohol. Kombinasi pseudoephedrine dan triprolidine sediaan cair dapat mengandung alkohol, gula, dan aspartam, yang penggunaannya perlu dibatasi pada kondisi tersebut.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter sebelum menggunakan Tremenza Tablet jika Anda sedang hamil atau sedang menyusui.
- Sampaikan kepada dokter mengenai penggunaan Tremenza Tablet jika sedang menjalani terapi dengan obat tertentu, termasuk suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi antarobat.
- Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah minum Tremenza Tablet. Kandungan obat ini bisa menyebabkan kantuk dan pusing. Pastikan kondisi Anda sudah benar-benar prima sebelum melakukan kegiatan tersebut.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Tremenza Tablet jika direncanakan menjalani operasi atau pemeriksaan medis apa pun, termasuk tes alergi dan pemeriksaan NAPZA dengan tes urine.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Tremenza Tablet agar tidak timbul efek samping.
- Mintalah saran dokter sebelum memberikan Tremenza Tablet kepada anak usia <6 tahun atau lansia (usia di atas 60 tahun).
- Segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Tremenza Tablet.
Dosis dan Aturan Pakai Tremenza Tablet
Dosis penggunaan Tremenza Tablet berbeda-beda pada tiap jenisnya. Untuk mengatasi gejala flu, common cold, rhinitis alergi, atau sinusitis, berikut ini adalah dosis umum penggunaan Tremenza Tablet:
- Dewasa dan anak usia ≥ 12 tahun: 1 tablet, 3–4 kali sehari.
- Anak-anak usia 6–12 tahun: ½ tablet, 3–4 kali sehari.
Cara Menggunakan Tremenza Tablet dengan Benar
Gunakan Tremenza Tablet sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau ikuti arahan dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal, terapkanlah panduan yang tepat penggunaan Tremenza Tablet berikut ini:
- Tremenza Tablet bisa dikonsumsi sebelum makan. Jika mengalami sakit perut, konsumsilah Tremenza Tablet pada waktu makan atau segera sesudah makan.
- Perbanyak minum air putih selama menggunakan Tremenza Tablet, agar kebutuhan cairan harian bisa terpenuhi.
- Hentikan penggunaan Tremenza Tablet jika keluhan membaik.
- Hubungi dokter jika keluhan tidak membaik sama sekali meski sudah 7 hari menggunakan Tremenza Tablet, atau bila muncul demam, ruam, dan sakit kepala yang tidak kunjung reda. Guna memastikan kondisi dan mendapat penanganan yang cepat, Anda bisa melakukan konsultasi online dengan dokter.
- Simpan Tremenza Tablet di tempat yang kering dan sejuk serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Tremenza Tablet yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Tremenza Tablet dengan Obat Lain
Karena mengandung pseudoephedrine dan triprolidine, Tremenza Tablet dapat menimbulkan efek interaksi apabila digunakan bersama obat di bawah ini:
- Peningkatan efek sedasi (kantuk) dari obat penenang, misalnya lorazepam atau alprazolam
- Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah tinggi jika digunakan bersama antidepresan trisiklik atau amfetamin
- Peningkatan risiko terjadinya gangguan irama jantung (aritmia) jika digunakan dengan digoxin atau quinidine
- Peningkatan risiko terjadinya keracunan ergot atau ergotisme, yang gejalanya berupa sakit kepala, muntah-muntah, diare, rasa terbakar di kulit, sensasi seperti ada yang berjalan di kulit, kesulitan berbicara, telinga berdenging, atau gangguan penglihatan, jika digunakan bersama ergotamine
- Penurunan efektivitas obat metildopa, reserpine, penghambat alfa, atau penghambat beta
Agar tetap aman dan terhindar dari efek interaksi obat, mintalah saran dokter sebelum menggunakan obat, suplemen, atau produk herbal apa pun bersama Tremenza Tablet.
Efek Samping dan Bahaya Tremenza Tablet
Sama seperti obat lainnya, Tremenza Tablet juga dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi obat ini adalah:
- Kantuk
- Diare atau malah sembelit
- Mual atau muntah
- Mulut kering, hidung kering, atau tenggorokan kering
- Gelisah, terutama pada anak-anak
Konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk. Segera hubungi dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping yang mengganggu, seperti: