Tumor gigi adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang muncul di area gigi, gusi, atau rahang. Tumor ini bisa bersifat jinak atau ganas dan dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, serta gangguan fungsi mulut. Meski jarang terjadi, tumor gigi tetap perlu diwaspadai karena dapat merusak jaringan sekitar dan memengaruhi kesehatan rongga mulut secara keseluruhan.
Tumor gigi sering kali tidak disadari sejak awal, karena gejalanya tampak ringan dan mirip dengan masalah gigi biasa, seperti nyeri, gusi bengkak, atau perubahan posisi gigi.
Kondisi ini dapat disebabkan oleh pertumbuhan sel atau jaringan tidak normal yang berkembang secara perlahan akibat rangsangan tertentu, seperti peradangan berkepanjangan, infeksi gigi yang tidak tertangani dengan baik, sisa jaringan gigi di dalam gusi, serta gangguan proses pembentukan gigi dan rahang.
Jika tidak segera ditangani, tumor gigi dapat terus membesar dan menekan jaringan di sekitarnya.
Penyebab dan Jenis Tumor Gigi
Penyebab tumor gigi belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini diduga berasal dari jaringan pembentuk gigi (odontogenik) yang muncul akibat perubahan atau pertumbuhan sel yang tidak normal di area gigi, gusi, atau rahang.
Sebagian besar kondisi ini bersifat jinak, tetapi ada juga yang bisa berkembang menjadi ganas. Berikut ini adalah beberapa jenis tumor gigi yang perlu diketahui:
1. Ameloblastoma
Ameloblastoma adalah tumor gigi yang cukup sering ditemukan. Tumor ini biasanya tumbuh di tulang rahang bagian belakang atau rahang bawah dan cenderung bersifat jinak. Namun, tumor ini dapat tumbuh agresif dan merusak jaringan di sekitarnya.
Jika tidak ditangani dengan tepat, ameloblastoma dapat menyebabkan pembengkakan rahang, nyeri, perubahan bentuk wajah, gigi goyang atau bergeser, serta meningkatkan risiko kekambuhan meski sudah dilakukan pengobatan.
2. Odontoma
Odontoma adalah jenis tumor gigi yang paling sering ditemukan dan umumnya bersifat jinak. Odontoma terbentuk dari campuran jaringan gigi, seperti email, dentin, dan pulpa, yang tumbuh secara tidak teratur. Odontoma dibagi menjadi dua jenis, yaitu odontoma kompleks dan odontoma komposit.
Sebagian besar odontoma tidak menimbulkan gejala dan sering kali baru diketahui saat pemeriksaan rontgen gigi rutin. Namun, pada beberapa kasus, odontoma dapat menyebabkan gigi terlambat tumbuh, gigi tidak tumbuh sama sekali, pembengkakan ringan pada rahang, atau rasa tidak nyaman di area mulut.
3. Cementoblastoma
Cementoblastoma adalah jenis tumor gigi jinak yang berasal dari jaringan sementum, yaitu lapisan keras yang melapisi akar gigi dan berfungsi melekatkan gigi ke tulang rahang. Tumor ini biasanya tumbuh menempel langsung pada akar gigi, sehingga dapat menyebabkan nyeri yang menetap, rasa tidak nyaman saat mengunyah, serta pembengkakan pada gusi atau rahang di area yang terdampak.
Meski bersifat jinak, cementoblastoma dapat tumbuh progresif dan merusak tulang rahang jika tidak ditangani.
4. Adenomatoid odontogenic tumor (AOT)
Adenomatoid odontogenic tumor (AOT) adalah tumor gigi yang paling sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda, terutama pada perempuan. Kondisi biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas dan baru diketahui saat pemeriksaan rontgen gigi.
Jika ukurannya membesar, AOT dapat menyebabkan pembengkakan rahang tanpa nyeri, keterlambatan tumbuhnya gigi permanen, atau perubahan posisi gigi.
5. Odontogenic myxoma
Meski jarang terjadi, odontogenic myxoma adalah tumor gigi jinak yang berasal dari jaringan ikat di sekitar gigi. Tumor ini cenderung tumbuh perlahan, tetapi bisa menyebabkan kerusakan tulang rahang secara signifikan.
6. Karsinoma odontogenik
Karsinoma odontogenik merupakan jenis tumor gigi yang bersifat ganas. Tumor ini terjadi ketika sel odontogenik mengalami perubahan ganas sehingga tumbuh tidak terkendali.
Tumor ini bisa muncul secara langsung tanpa riwayat tumor sebelumnya (de novo) atau berkembang dari tumor odontogenik jinak yang mengalami perubahan keganasan, misalnya ameloblastoma yang tidak ditangani atau sering kambuh. Karsinoma odontogenik dapat menyebar ke jaringan lunak, saraf, dan tulang di sekitarnya, bahkan berpotensi menyebar ke organ lain bila tidak segera ditangani.
Faktor Risiko Tumor Gigi
Ada beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan terjadinya kondisi ini, di antaranya:
- Infeksi gigi dan gusi kronis, seperti abses gigi atau radang gusi yang berlangsung lama
- Peradangan berkepanjangan di sekitar gigi atau rahang
- Sisa akar atau jaringan gigi yang tertinggal
- Gangguan perkembangan gigi dan rahang sejak masa pertumbuhan
- Cedera atau iritasi berulang pada area mulut dan rahang
- Kebersihan mulut yang kurang terjaga, sehingga memicu infeksi berulang
- Faktor genetik atau riwayat kelainan jaringan mulut sebelumnya
- Paparan radiasi atau bahan kimia
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
Gejala Tumor Gigi
Gejala tumor gigi bisa beragam, tergantung pada jenis, ukuran, dan lokasi pertumbuhannya. Pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan keluhan, sehingga baru terdeteksi saat ukurannya membesar atau sudah menyebabkan gangguan di mulut.
Berikut beberapa gejala yang bisa muncul pada tumor gigi:
- Benjolan di gusi, gigi, atau rahang
- Nyeri pada mulut atau rahang
- Pembengkakan di area wajah atau rahang
- Perubahan posisi gigi
- Gigi goyang tanpa sebab yang jelas
- Sulit mengunyah atau membuka mulut
- Gusi berdarah atau bengkak
- Mati rasa di area wajah, gusi, atau rahang
Kapan Harus ke Dokter
Jangan abaikan keluhan pada gigi, gusi, atau rahang, karena beberapa tanda tertentu dapat menandakan adanya tumor gigi dan membutuhkan pemeriksaan medis sesegera mungkin.
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami salah satu atau beberapa kondisi berikut:
- Benjolan di gusi, gigi, atau rahang yang tidak kunjung hilang setelah beberapa hari
- Nyeri pada mulut, gigi, atau rahang yang berlangsung lama atau semakin memburuk, terutama jika tidak membaik dengan pengobatan ringan
- Gigi goyang tanpa sebab yang jelas, bukan karena benturan atau infeksi biasa
- Perubahan bentuk atau posisi rahang dan gigi yang mendadak dan tidak wajar
- Pembengkakan pada wajah, rahang, atau gusi yang menetap atau semakin besar
- Gusi berdarah, mati rasa di area mulut, atau kesulitan mengunyah dan membuka mulut tanpa alasan yang jelas
Pemeriksaan ke dokter gigi atau dokter spesialis bedah mulut sangat penting jika Anda menemukan gejala-gejala di atas. Anda bisa memanfaatkan layanan Booking Dokter di Aplikasi ALODOKTER, untuk melakukan pemeriksaan secara langsung dengan dokter.
Diagnosis Tumor Gigi
Pada awal pemeriksaan, dokter akan melakukan tanya jawab seputar gejala, kapan benjolan muncul, dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan memeriksa kondisi mulut, gusi, gigi, dan rahang untuk menemukan benjolan, pembengkakan, atau perubahan struktur lain yang mencurigakan..
Untuk memastikan diagnosis, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang, seperti:
- Rontgen gigi dan rahang, untuk melihat kondisi gusi dan kemungkinan tumor telah menyebar ke jaringan di sekitarnya
- CT scan atau MRI, untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai ukuran, letak, serta penyebaran tumor di jaringan mulut, rahang, dan sekitarnya
- Biopsi, untuk mendeteksi jenis tumor gigi dengan cara mengambil sampel benjolan dan menelitinya di laboratorium
- Tes darah, untuk membantu mendeteksi adanya infeksi, peradangan, atau penyebaran penyakit ke organ lain
Pengobatan Tumor Gigi
Pengobatan tumor gigi ditentukan berdasarkan jenis, ukuran, lokasi, dan tingkat keganasan tumor. Tujuannya adalah menghilangkan tumor, mencegah kekambuhan, serta menjaga fungsi dan estetika mulut.
Berikut adalah beberapa pilihan metode pengobatan tumor gigi yang bisa dilakukan:
- Operasi pengangkatan tumor, terutama untuk tumor yang masih kecil atau belum menyebar
- Kuretase gigi, untuk mengangkat jaringan tumor berukuran kecil dengan cara mengeruk atau mengeluarkannya dari tulang
- Rekonstruksi rahang, terutama jika tumor menyebabkan kerusakan pada struktur tulang atau gusi agar fungsi mulut tetap optimal
- Radioterapi, untuk menghancurkan sel tumor, khususnya jika tumor bersifat ganas dan berukuran besar
- Kemoterapi, untuk mengatasi tumor gigi ganas yang sudah menyebar dan tidak dapat dioperasi
- Pemberian obat-obatan, seperti antibiotik atau obat pereda nyeri, untuk mengatasi infeksi atau membantu pereda keluhan selama proses pemulihan
Komplikasi Tumor Gigi
Jika tidak segera ditangani, tumor gigi dapat menimbulkan beberapa komplikasi serius, seperti:
- Kerusakan jaringan tulang dan gigi
- Infeksi berulang pada mulut atau rahang
- Penyebaran tumor ke jaringan sekitar atau organ lain
- Gangguan fungsi mulut, seperti berbicara dan makan
- Perubahan bentuk wajah
- Risiko kekambuhan tumor setelah pengangkatan
Pencegahan Tumor Gigi
Meskipun tidak semua tumor gigi dapat dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena tumor gigi, di antaranya:
- Menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi minimal 2 kali sehari dan bersihkan sela gigi menggunakan benang gigi
- Melakukan pemeriksaan gigi ke dokter gigi secara rutin minimal tiap 6 bulan
- Segera ke dokter jika mengalami gigi berlubang, infeksi, atau radang gusi
- Menghentikan kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan
- Membatasi paparan bahan kimia berbahaya dan radiasi di area mulut dan wajah
- Menggunakan pelindung mulut saat beraktivitas berat untuk mencegah cedera pada gigi dan rahang
- Mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D
- Mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang berisiko merusak gigi
