Vagina bau bawang bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan khawatir dengan kesehatan organ intim. Aroma tidak sedap ini biasanya muncul akibat keseimbangan pH vagina yang terganggu, sehingga bakteri alami tidak bekerja secara optimal. Oleh karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya agar Anda bisa mengambil langkah tepat menjaga kesehatan organ intim.

Kesehatan vagina sangat dipengaruhi oleh kebersihan dan kebiasaan perawatan sehari-hari. Meski memiliki kemampuan membersihkan diri secara alami, area kewanitaan tetap membutuhkan perhatian khusus agar keseimbangannya terjaga. 

Vagina Bau Bawang, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penggunaan produk yang tidak tepat, jarang mengganti pakaian dalam, hingga pola makan tertentu dapat memicu masalah pada vagina. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, seperti vagina bau bawang. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa cemas dan tidak nyaman.

Meski terdengar sepele, aroma bawang pada vagina sebaiknya tidak diabaikan ya. Soalnya, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya ketidakseimbangan alami atau gangguan kesehatan tertentu, misalnya infeksi. 

Ini Penyebab Vagina Bau Bawang

Berikut ini adalah beberapa penyebab vagina bau bawang yang perlu Anda ketahui: 

1. Makanan

Mengonsumsi makanan yang memiliki aroma tajam, seperti bawang putih, bawang merah, petai, atau makanan tinggi rempah mengandung senyawa sulfur bisa memengaruhi aroma tubuh, termasuk vagina.

Setelah Anda konsumsi, senyawa dari makanan ini dapat keluar melalui keringat dan cairan tubuh. Nah, ketika senyawa tersebut bercampur dengan bakteri alami di sekitar vagina, aroma yang dihasilkan pun bisa menjadi lebih tajam dan menyerupai bau bawang. 

Kondisi inilah yang kemudian membuat sebagian perempuan mengalami vagina bau bawang, apalagi jika disertai keringat berlebih atau kebersihan area kewanitaan yang kurang terjaga.

2. Keringat berlebih di area vagina

Area vagina cenderung tertutup dan mudah berkeringat, apalagi saat cuaca panas atau setelah aktivitas fisik. Keringat yang menumpuk menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri.

Nah, saat bakteri berkembang biak, bau tidak sedap pun muncul. Inilah sebabnya keringat berlebih di area kewanitaan sering dikaitkan dengan vagina bau bawang.

3. Kurang menjaga kebersihan vagina 

Kebersihan area kewanitaan yang kurang terjaga, seperti jarang mengganti pakaian dalam atau tidak membersihkan vagina secara rutin, dapat menyebabkan penumpukan keringat, sel kulit mati, dan bakteri. Kondisi ini memicu bau menyengat yang tidak normal. 

Jika dibiarkan terus-menerus, bakteri akan berkembang lebih cepat dan mengganggu keseimbangan alami vagina. Akibatnya, aroma tidak sedap dapat semakin terasa dan memicu keluhan, seperti vagina bau bawang.

4. Penggunaan produk kewanitaan yang tidak sesuai

Vagina memiliki keseimbangan bakteri dan pH alami. Namun, jika Anda sering menggunakan produk kewanitaan berpewangi, antiseptik berlebihan, atau teknik douching, keseimbangan tersebut bisa terganggu dan memicu pertumbuhan bakteri jahat penyebab bau tidak sedap lho. 

Hal tersebut juga dapat membuat vagina menjadi lebih sensitif, mudah iritasi, dan memicu bau tidak normal, termasuk aroma mirip bawang. 

5. Pakaian dalam yang tidak menyerap keringat

Celana dalam yang terlalu ketat atau berbahan sintetis tidak mampu menyerap keringat dengan baik. Hal ini menyebabkan area vagina menjadi lebih lembap dan pengap, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak. 

Kelembapan yang terperangkap dalam waktu lama dapat memperparah bau pada area kewanitaan, terutama saat tubuh berkeringat lebih banyak. Nah, hal inilah yang membuat vagina bau bawang. 

6. Perubahan hormon

Perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab vagina bau bawang lho. Pasalnya, perubahan kadar hormon dalam tubuh dapat memengaruhi keseimbangan pH serta jumlah cairan alami di vagina. 

Akibatnya, aroma alami vagina dapat berubah menjadi lebih tajam atau tidak biasa, terutama saat menjelang menstruasi, selama kehamilan, atau memasuki masa menopause. 

Meski sering bersifat sementara, kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak disalahartikan sebagai tanda infeksi atau gangguan kesehatan lainnya.

7. Kurangnya asupan cairan

Penyebab vagina bau bawang lainnya adalah kurangnya asupan cairan. Saat tubuh kekurangan cairan, urine dan cairan tubuh menjadi lebih pekat sehingga aromanya pun lebih tajam. Akibatnya, aroma tersebut bisa lebih mudah tercium dari area kewanitaan, terutama saat berkeringat atau setelah buang air kecil.

Jika kebiasaan jarang minum air putih terus berlanjut, bau tidak sedap pada vagina dapat semakin terasa dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.

8. Infeksi

Infeksi menjadi salah satu penyebab vagina bau bawang yang perlu diwaspadai. Soalnya, kondisi ini menandakan adanya pertumbuhan bakteri atau jamur yang tidak normal di area kewanitaan, sehingga keseimbangan alami vagina terganggu dan menimbulkan aroma tidak sedap yang semakin menyengat jika tidak segera ditangani.

Sebagian besar kasus vagina bau bawang tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, jika aroma disertai gejala lain, seperti keputihan bau bawang, gatal, nyeri, atau perdarahan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter ya. 

Begini Cara Mengatasi dan Mencegah Vagina Bau Bawang

Cara mengatasi vagina bau bawang perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai penyebabnya. Berikut ini adalah langkah yang bisa Anda lakukan agar aroma vagina kembali normal dan kesehatan area kewanitaan tetap terjaga:

  • Bersihkan vagina secara rutin dengan air mengalir dan sabun berbahan lembut. Pastikan vagina tetap kering.
  • Bersihkan vagina dari arah depan ke belakang (dari arah vagina menuju anus) untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah vagina
  • Hindari penggunaan pembersih vagina dengan antiseptik, pewangi, atau produk douching karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami pada vagina, sehingga menyebabkan keputihan yang tidak normal
  • Pilih pakaian dalam berbahan katun yang menyerap keringat dan tidak terlalu ketat. Ganti pakaian dalam setidaknya dua kali sehari, atau lebih sering jika Anda banyak berkeringat.
  • Kurangi konsumsi makanan beraroma tajam, seperti bawang, petai, atau makanan berbumbu kuat. Perbanyak buah dan sayur untuk membantu mengurangi aroma tidak sedap dari dalam tubuh.
  • Minum air putih yang cukup setiap hari agar cairan tubuh tidak terlalu pekat, sehingga bau menyengat pada area kewanitaan bisa berkurang.
  • Istirahat cukup dan kelola stres dengan baik, karena kondisi ini dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan vagina.

Vagina bau bawang memang bisa mengganggu kenyamanan. Namun, tidak perlu khawatir, karena kondisi ini umumnya dapat dicegah dan diatasi kok. Dengan perawatan yang tepat, kesehatan vagina Anda dapat tetap terjaga dan Anda pun bisa kembali merasa lebih nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

Namun, jika vagina bau bawang tidak membaik, apalagi jika muncul keputihan tidak normal, gatal, atau nyeri, segera periksakan ke dokter, baik secara langsung maupun lewat chat online di aplikasi Alodokter ya. Penanganan yang tepat sejak dini akan membantu mencegah masalah menjadi lebih serius dan menjaga kesehatan organ intim Anda dalam jangka panjang.