Zipren merupakan obat yang digunakan untuk membantu mengontrol gejala skizofrenia dan gangguan bipolar. Selain itu, obat ini juga kerap diberikan sebagai terapi pendamping pada depresi berat, serta untuk mengurangi gejala sindrom Tourette dan gangguan perilaku pada autisme.

Kandungan aripiprazole pada Zipren bekerja dengan cara menyeimbangkan zat kimia otak, yaitu dopamin dan serotonin. Dengan begitu, obat ini dapat membantu menstabilkan emosi, suasana hati, dan perilaku. Berkat cara kerja tersebut, Zipren juga  dapat digunakan sebagai terapi pendamping antidepresan pada pasien depresi. 

Zipren

Produk Zipren

Zipren tersedia dalam 4 varian, yaitu:

  • Zipren 10 mg tablet, dengan kandungan 10 mg aripiprazole tiap tablet.
  • Zipren 15 mg tablet, yang mengandung 15 mg aripiprazole tiap tablet.
  • Zipren 10 ODT, dengan kandungan 10 mg aripiprazole tiap tablet cepat larut.
  • Zipren 15 ODT, yang mengandung 15 mg aripiprazole tiap tablet cepat larut.

Apa Itu Zipren 

Bahan aktif  Aripiprazole 
Golongan Obat resep
Kategori Antipsikotik
Manfaat Meredakan gejala skizofrenia dan gangguan bipolar
Terapi tambahan pada depresi
Mengontrol gejala sindrom Tourette, atau gangguan perilaku akibat autisme
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Zipren untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Zipren untuk ibu menyusui Zipren dapat digunakan pada ibu menyusui sesuai anjuran dokter, tetapi perlu pemantauan karena aripiprazole dapat memengaruhi produksi ASI.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait pilihan obat yang lebih aman, terutama jika bayi lahir prematur atau usianya belum genap 1 bulan.
Bentuk obat Tablet dan tablet cepat larut (orally disintegrating tablet/ODT)

Peringatan sebelum Menggunakan Zipren

Zipren hanya bisa dibeli dengan resep, yang bisa didapatkan melalui Chat Bersama Dokter. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan obat ini:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang dimiliki pasien. Zipren tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap aripiprazole.
  • Zipren tidak boleh digunakan untuk mengatasi gejala psikosis akibat demensia.
  • Informasikan kepada dokter bila pasien pernah atau sedang menderita penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, gangguan irama jantung, gagal jantung, hipotensi, stroke, serangan jantung, atau hipertensi.
  • Sampaikan kepada dokter jika pasien pernah menderita penyakit liver, pheochromocytoma, epilepsi atau kejang, glaukoma, sleep apnea, penyakit ginjal, gangguan pada prostat, myasthenia gravis, demensia, kolesterol tinggi, sel darah putih rendah, atau penyakit Parkinson.
  • Beri tahu dokter bila pasien atau anggota keluarga pasien menderita diabetes atau gangguan mental lain, seperti depresi, gangguan bipolar, maupun gangguan obsesif kompulsif.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Zipren jika Anda sedang menyusui, hamil, atau sedang merencanakan kehamilan. 
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Beri tahu dokter mengenai penggunaan Zipren sebelum menjalani operasi atau perawatan gigi.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah menggunakan Zipren, karena obat ini bisa menyebabkan kantuk, pusing, atau penglihatan buram.
  • Hindari beraktivitas terlalu lama di bawah paparan sinar matahari langsung selama menjalani terapi dengan Zipren, karena obat ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk berkeringat sehingga memicu terjadinya heatstroke.
  • Segera temui dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Zipren.

Dosis dan Aturan Pakai Zipren

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Zipren berdasarkan kondisi dan usia pasien:

Kondisi: Skizofrenia

  • Dewasa: Dosis awal 10–15 mg, 1 kali sehari. Dosis pemeliharaan 15 mg, 1 kali sehari. Penyesuaian dosis dilakukan dengan jarak minimal 2 minggu. Dosis maksimal tidak lebih dari 30 mg per hari.
  • Remaja usia ≥13 tahun: Dosis awal 2 mg untuk 2 hari pertama. Dosis ditingkatkan menjadi 5–10 mg, 1 kali sehari. Dosis maksimal adalah 30 mg per hari.

Kondisi: Gangguan bipolar

  • Dewasa: Sebagai terapi tunggal, dosis awal 15 mg, 1 kali sehari. Sebagai terapi tambahan bersama lithium atau valproate, dosis awal 10–15 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sesuai kondisi pasien. Dosis maksimal 30 mg per hari.
  • Anak usia >10 tahun: Sebagai terapi tunggal atau terapi tambahan bersama lithium atau valproate, dosis awal 2 mg per hari, selama 2 hari pertama. Dosis ditingkatkan menjadi 5–10 mg per hari jika diperlukan. Dosis maksimal adalah 30 mg per hari.

Kondisi: Depresi berat

  • Dewasa: Dosis awal 2–5 mg, 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 5 mg dengan interval minimal 1 minggu setelah dosis awal. Dosis maksimal 15 mg per hari.

Kondisi: Sindrom Tourette

  • Anak usia ≥6 tahun dengan berat badan <50 kg: 2 mg per hari, selama 2 hari pertama, lalu ditingkatkan menjadi 5 mg per hari. Jika keluhan belum membaik, dosis dapat ditingkatkan secara perlahan hingga 10 mg per hari.
  • Anak usia ≥6 tahun dengan berat badan ≥50 kg: 2 mg per hari, selama 2 hari pertama, lalu 5 mg per hari selama 5 hari selanjutnya. Dosis ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 10 mg per hari. Dosis maksimal 20 mg per hari.

Kondisi: Gangguan mood dan perilaku akibat autisme

  • Anak usia ≥6 tahun: 2–5 mg per hari. Dosis maksimal adalah 15 mg per hari.

Cara Menggunakan Zipren dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Zipren. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar pengobatan maksimal, ikutilah panduan penggunaan Zipren berikut ini:

  • Konsumsilah Zipren sebelum atau sesudah makan. 
  • Telan Zipren tablet dengan bantuan air putih.
  • Untuk Zipren bentuk tablet cepat larut (ODT), diamkan obat di mulut sampai larut.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Zipren, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter selama menjalani pengobatan dengan Zipren agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau.
  • Jangan menghentikan konsumsi Zipren secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 
  • Simpan Zipren di tempat kering dan sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Zipren dengan Obat Lain

Ada efek interaksi yang bisa terjadi jika Zipren digunakan bersama obat lain. Interaksi tersebut bisa berupa:

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter, jika Anda berencana menggunakan Zipren bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Zipren

Beberapa efek samping yang bisa terjadi setelah menggunakan Zipren adalah:

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas muncul, apalagi bila tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut. 

Segera cari pertolongan medis jika muncul reaksi alergi obat berat atau efek samping serius, seperti: 

  • Penglihatan kabur
  • Sulit menelan
  • Sulit bernapas saat tidur
  • Jantung berdebar atau denyut jantung tidak teratur
  • Gerakan tidak terkendali pada wajah dan bagian tubuh lain (tardive dyskinesia)
  • Demam tinggi, menggigil, otot kaku, keringat berlebihan, linglung
  • Tremor
  • Perubahan suasana hati, seperti cemas berlebihan, depresi
  • Muncul keinginan untuk bunuh diri atau melukai orang lain