Furosemide

Pengertian Furosemide

Ditinjau oleh: dr. Marianti

Furosemide adalah obat golongan diuretik yang digunakan untuk membuang cairan atau garam berlebih di dalam tubuh melalui urine dan meredakan pembengkakan yang disebabkan oleh gagal jantung, penyakit hati, penyakit ginjal atau kondisi terkait.

furosemide - Alodokter

Furosemide juga dapat digunakan untuk penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) saat obat diuretik lainnya tidak bisa mengatasi kondisi ini lagi. Obat ini bisa digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat diuretik lainnya, seperti triamtene atau spironolactone. Kadang-kadang obat ini juga diresepkan bersama dengan mineral kalium.

Merek dagang: Diuvar, Farsix, Roxemid, Uresix injeksi, Edemin, Lasix, atau Uresix.

Tentang Furosemide

Jenis obat Diuretik
Golongan Obat resep
Manfaat Mengatasi penumpukan cairan dan pembengkakan pada tubuh
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Bentuk Tablet, sirup, dan suntik

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi penderita penyakit ginjal, gangguan prostat, gangguan hati, penyakit asam urat, kolesterol tinggi, lupus dan diabetes.
  • Harap waspada bagi yang mengalami dehidrasi, sulit buang air kecil, memiliki tingkat natrium dan kalium rendah dalam darah, atau gangguan keseimbangan kadar elektrolit.
  • Hindari penggunaan obat jika Anda memiliki alergi antibiotik golongan sulfa. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui obat pengganti yang tepat untuk kondisi Anda.
  • Jika Anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan MRI atau pemindaian yang melibatkan penyuntikan zat radioaktif ke dalam pembuluh vena, beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan furosemide. Kombinasi furosemide dengan tes-tes tersebut dapat berbahaya bagi ginjal.
  • Furosemide dapat meningkatkan kadar gula darah. Pastikan Anda rutin memeriksanya agar selalu terpantau, khususnya bagi penderita diabetes.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Furosemide

Dosis furosemide akan disesuaikan dengan kondisi yang dialami pasien. Dosis yang umumnya diresepkan dokter bagi penderita edema, khususnya yang berkaitan dengan gagal jantung adalah 20-40mg/hari. Dosis ini dapat diturunkan per 20 mg secara berkala, atau justru dinaikkan ke 80mg jika kondisi kesehatan memburuk.

Bagi penderita hipertensi, dosis yang biasa disarankan adalah 40-80mg/hari yang dikonsumsi secara tunggal atau dikombinasikan dengan obat antihipertensi lainnya.

Bagi yang memerlukan perawatan menggunakan cairan suntik, dosis akan disesuaikan dengan kondisi pasien di rumah sakit.

Untuk penderita anak-anak, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai dengan berat badan mereka.

Menggunakan Furosemide dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan furosemide sebelum mulai menggunakannya. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Furosemide oral dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Minumlah furosemide tablet dengan air putih.

Jika Anda mengonsumsi furosemide dalam bentuk sirup, gunakan sendok takar obat agar mendapatkan dosis yang tepat. Hindari penggunaan sendok makan atau sendok teh.

Bagi pasien yang lupa mengonsumsi furosemide oral, disarankan segera melakukannya begitu teringat jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk tetap melanjutkan penggunaan obat meskipun kondisi kesehatan sudah membaik untuk menghindari kambuhnya kondisi, khususnya penderita hipertensi.

Pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter secara teratur selama menggunakan furosemide agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.

Hindari mengonsumsi minuman keras saat sedang menggunakan furosemide, karena dapat menyebabkan pusing.

Dalam kasus tertentu, obat ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya. Pastikan Anda menggunakan tabir surya dan pakaian tertutup saat beraktivitas di bawah terik matahari. Jika memungkinkan, hindari aktivitas tersebut untuk sementara waktu.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang mungkin terjadi jika menggunakan furosemide bersamaan dengan obat-obatan tertentu, di antaranya:

  • Berpotensi meningkatkan efek nefrotoksik (kerusakan ginjal) dari obat golongan sefalosporin (misalnya cefalotin) dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAIDs).
  • Meningkatkan efek ototoksik (kerusakan telinga) dari obat aminoglikosida, asam ethacynic, dan obat-obatan ototoksik lainnya.
  • Meningkatkan efek hipotensi dari obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitors), angiotensin II receptor antagonists, dan obat penghambat monoamine oksidase.
  • Risiko hiperkalemia dapat meningkat jika digunakan bersama dengan obat diuretik hemat kalium.
  • Risiko kardiotoksik (kerusakan jantung) dapat meningkat jika digunakan bersama dengan obat glikosida jantung dan anthihistamin.
  • Berpotensi meningkatkan efek hiponatremia jika digunakan bersama dengan obat antikejang, seperti carbamazepine.
  • Dapat menurunkan konsentrasi furosemide dalam darah jika digunakan bersama dengan obat aliskiren.
  • Berpotensi menekan efek hipoglikemia dari obat antidiabetes.
  • Menurunkan efek hipotensi dan natriuretik dari obat ini jika digunakan bersama dengan indometacin, dan menghilangkan efek diuretik jika digunakan bersama dengan obat salisilat.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Furosemide

Sama seperti obat-obatan lainnya, furosemide berpotensi menyebabkan efek samping. Tapi seiring dengan penyesuaian tubuh dengan obat, efek samping akan berkurang dan mereda. Efek samping yang umumnya terjadi dalam penggunaan furosemide adalah:

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping sebagai berikut:

  • Kram perut.
  • Merasa lelah.
  • Mudah mengantuk.
  • Mual parah.
  • Mulut terasa kering.
  • Aritmia.
  • Telinga berdenging.
  • Kulit menguning.
  • Reaksi alergi (ruam atau pembengkakan pada mulut dan wajah).
  • Pingsan.

Referensi