Memahami dan Menjaga Payudara Normal dari Risiko Kanker

Bentuk payudara normal dapat berbeda-beda antara satu wanita dengan wanita lain. Perbedaan-perbedaan yang dirasakan pun tidak selalu menjadi pertanda adanya gangguan pada payudara. Kenali hal yang biasa terjadi pada payudara normal dan mana yang perlu diperiksakan lebih lanjut.

Payudara normal terdiri dari jaringan lemak yang mengandung kelenjar penghasil susu. Organ ini terhubung ke dinding dada melalui otot-otot yang terdapat di area tersebut. Susu atau cairan ASI kemudian akan dialirkan melalui saluran ke kelenjar, lalu keluar dari puting susu saat ibu menyusui bayi. Jumlah dan ukuran saluran dan kelenjar susu ini dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan.

memahami dan menjaga payudara normal dari risiko kanker - Alodokter

Area gelap berwarna hitam atau cokelat yang mengelilingi puting payudara disebut  areola. Areola mengandung kelenjar Montgomery yang melumasi puting selama proses menyusui. Tiap payudara normal juga mengandung pembuluh darah dan pembuluh  yang membawa cairan getah bening. Sistem getah bening yang mengalir ke seluruh tubuh ini membawa sel-sel yang membantu tubuh memerangi infeksi. Pembuluh getah bening ini nantinya akan bermuara di kelenjar getah bening.

Kelenjar getah bening yang berada di dada, ketiak dan di atas tulang selangka (klavikula) menjadi patokan terhadap perkembangan kanker payudara. Jika sel kanker telah mencapai kelenjar-kelenjar ini, artinya kemungkinan besar kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain melalui sistem kelenjar getah bening.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa jadi membuat wanita khawatir dan bertanya-tanya apakah payudara mereka normal atau tidak. Di bawah ini beberapa di antaranya.

Payudara besar sebelah

Orang sering mengira bahwa payudara yang besar sebelah adalah tanda payudara tidak normal. Padahal perbedaan ini benar-benar normal, terutama di masa pubertas. Ada kalanya payudara yang satu berkembang lebih cepat dibanding yang lain. Penggunaan bra yang tepat dapat menyamarkan kondisi ini.

Puting yang mengeras

Sebagian orang memiliki payudara normal dengan puting yang mengencang atau ereksi saat diraba atau saat hawa dingin. Sementara puting pada sebagian orang lainnya tidak demikian. Ini adalah hal yang normal. Selain itu, bentuk puting juga dapat berbeda-beda, besar ataupun kecil, menunjuk ke depan maupun ke bawah, ataupun tampak berbeda antara satu payudara dengan yang lain. Hal yang patut diwaspadai adalah perubahan bentuk puting, mulai dari ada tidaknya cairan asing yang keluar, kemunculan rasa nyeri, ataupun kulit yang terkelupas.

Payudara terasa bengkak

Ada kalanya payudara menjadi nyeri dan bengkak seperti saat pascaovulasi, yaitu saat progesteron menyebabkan sel payudara dan pembuluh darah membesar. Perubahan hormon di sekitar masa menstruasi juga dapat menyebabkan payudara nyeri pada sebagian wanita. Namun segera periksakan diri ke dokter jika rasa sakit dan nyeri tidak segera reda.

Rambut di sekitar puting

Payudara normal dapat ditumbuhi rambut di sekitar puting dan areola. Jika dirasa mengganggu, rambut ini dapat dipotong secara hati-hati dengan gunting.

Melindungi Payudara Normal

Kanker payudara adalah penyakit yang ditakuti kaum hawa karena sebagian gejala kadang-kadang bisa terabaikan. Umumnya risiko kanker payudara dapat dikurangi dengan perbaikan gaya hidup seperti berikut.
  • Berhenti merokok. Bukti menunjukkan bahwa merokok meningkatkan risiko kanker payudara, terutama pada wanita pramenopause.
  • Batasi konsumsi minuman keras.
  • Tetaplah bergerak aktif untuk menjaga berat badan normal agar tubuh tidak mengalami obesitas. Dalam sepekan, direkomendasikan untuk melakukan aktivitas aerobik dengan intensitas menengah sekitar 2,5 jam per hari atau 75 menit olahraga berat, dan latihan kekuatan dua kali seminggu.
  • Hindarkan diri dari pajanan radiasi, termasuk yang berasal dari alat kesehatan, dan polusi.
  • Makin lama seorang wanita memberikan ASI kepada bayi, diduga risiko untuk mengidap penyakit kanker akan menurun.
  • Batasi dosis dan durasi terapi hormon.
  • Jaga pola makan agar nutrisi tetap seimbang dan hindari konsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
Untuk  mendeteksi kemungkinan gangguan pada payudara normal secara dini, periksa payudara secara mandiri dengan teratur. Periksakan ke dokter jika ada perubahan pada payudara, seperti kemunculan benjolan, kerutan, rasa sakit yang tidak terdeteksi penyebabnya, ataupun adanya cairan tidak umum yang keluar dari puting.