Mewaspadai Kelainan Bentuk Penis dan Risiko yang Menyertainya

Setiap pria memiliki bentuk penis yang berbeda. Lalu apakah bentuk penis melengkung atau bengkok merupakan kondisi normal? Atau justru harus diwaspadai? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Bentuk penis yang sedikit bengkok ke kanan atau ke kiri, ke atas ataupun ke bawah saat mengalami ereksi sebenarnya bukan masalah, pun tak perlu penanganan khusus untuk kondisi tersebut. Namun, Anda juga perlu mewaspadai jika bentuk penis melengkung yang terlalu signifikan dan menyebabkan rasa sakit hingga sulit berhubungan seks.

Ketika seorang pria terangsang secara seksual, maka darah akan mengalir ke dalam ruangan pada penis. Ruangan yang berbentuk seperti spons tersebut pun akan mengembang dan penis akan mengeras. Lazimnya, bentuk penis melengkung terjadi saat ruangan tersebut tidak mengembang secara merata, lantaran perbedaan anatomi penis yang normal. Kendati demikian, bentuk penis melengkung juga bisa disebabkan lantaran adanya jaringan parut atau masalah lain di dalam spons tersebut, yang dapat juga membuat ereksi berubah menyakitkan.

Terdapat pula penyebab lain yang memungkinkan bentuk penis menjadi melengkung atau bengkok, yakni gangguan sistem kekebalan tubuh, cedera penis, kelainan jaringan fibrosa turunan, hingga penyakit Peyronie (ereksi melengkung) yang butuh penanganan serius. Selain itu, pria yang pernah melakukan operasi atau pengobatan radiasi kanker prostat berisiko lebih tinggi memiliki bentuk penis melengkung atau bengkok.

Waspadai Penyakit Peyronie!

Penyakit Peyronie merupakan kondisi di mana bentuk penis akan melengkung saat ereksi dengan disertai beberapa gejala yang tidak nyaman seperti nyeri, bengkak, hingga kesulitan untuk berhubungan seksual. Kondisi tersebut lantaran terbentuknya plak atau benjolan keras pada penis. Penyakit Peyronie biasanya dialami oleh pria berumur di atas 40 tahun, kendati demikian, penyakit ini bisa dialami oleh pria pada usia berapapun.

Penyebab penyakit peyronie memang belum diketahui secara pasti, namun biasanya penyakit ini muncul setelah penis mengalami cedera, yang  diduga dipicu oleh trauma ringan yang terjadi secara berulang selama berhubungan seksual.

Selain bentuk penis yang melengkung signifikan, penyakit ini memiliki sejumlah gejala yang patut Anda perhatikan, antara lain:

  • Nyeri pada penis saat ereksi
  • Terdapat benjolan plak maupun penebalan di batang penis
  • Panjang dan diameter penis mengalami perubahan
  • Bentuk penis nampak cacat seperti jam pasir
  • Penis terasa sakit saat berhubungan seksual
Pada kasus Peyronie yang lebih parah, bentuk penis melengkung tajam akan menyebabkan kesulitan berhubungan seksual, hingga disfungsi ereksi.

Bentuk penis melengkung yang disertai gejala-gejala tersebut perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut, segeralah berkonsultasi ke dokter urologi terdekat. Dokter biasanya akan mendeteksi penyakit ini dengan tindakan ultrasound atau X-ray, serta pemeriksaan fisik lainnya.

Terdapat dua acara pengobatan terhadap penyakit ini, yakni pembedahan dan non-pembedahan. Sebelum mengambil tindakan pembedahan, dokter akan menyarankan untuk menunggu selama satu hingga dua tahun. Pasalnya, bentuk penis melengkung yang disebabkan penyakit ini terkadang akan hilang sendirinya tanpa operasi. Pembedahan akan dilakukan mempertimbangkan kondisi penis dan rasa sakit yang semakin parah.

Sementara itu, pada penanganan non-bedah, dokter biasanya akan memberikan suntikan obat langsung ke benjolan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melunakkan jaringan parut dan mengurangi rasa nyeri, serta memperbaiki bentuk penis. Obat oral juga bisa diberikan untuk membantu meringankan gejala penyakit ini. Vitamin E juga menjadi salah satu suplemen yang biasa diberikan untuk para penderita Peyronie.

Jika Anda mencurigai terjadi perubahan pada bentuk penis Anda, jangan ragu dan merasa malu untuk mengonsultasikannya kepada dokter spesialis. Semakin cepat diagnosis diberikan, kemungkinan pemulihan juga semakin besar.