Penyebab Kulit Belang dan Cara Menyiasatinya

Mungkin kulit belang tidak selalu menandakan sebuah kondisi yang serius bagi kesehatan, namun membuat risi pemiliknya. Karena merupakan bagian terluar dari tubuh, setiap ada kelainan pada kulit akan mudah dilihat orang lain.

Fungsi kulit sendiri tidaklah bisa dianggap remeh. Dengan luas sekitar 1,86 meter persegi, kulit adalah bagian terluas dari tubuh manusia. Ia membungkus seluruh tubuh sekaligus sebagai garis depan untuk menerima rangsang panas, dingin dan sentuh, membantu pengaturan suhu tubuh, serta melindungi tubuh saat bersentuhan langsung dengan sumber penyakit.

penyebab kulit belang dan cara menyiasatinya - alodokter

Kulit Belang, Apa Saja Penyebabnya?

Banyaknya fungsi yang diemban oleh kulit membuatnya tidak bisa lepas dari masalah. Salah satu masalah yang sering menimpa adalah perbedaan warna yang mencolok antara satu bagian kulit dengan bagian lainnya atau biasa disebut kulit belang. Lalu, apa saja yang menyebabkan kulit belang yang bisa terjadi?

  • Melasma

Kulit yang berwarna kecokelatan, bintik-bintik hijau atau abu-abu di wajah, bisa jadi itu adalah melasma. Masalah kulit ini biasa diderita para perempuan usia 20 tahun hingga paruh baya. Perempuan yang sedang hamil juga biasa terkena perbedaan warna kulit akibat melasma. Melasma diyakini memiliki kaitan kuat dengan perubahan hormon pada tubuh perempuan dan paparan ultra violet dari sinar matahari.

  • Lentigo surya

Lentigo surya atau biasa disebut bintik matahari adalah perubahan warna kulit di daerah yang sering bersentuhan langsung dengan sinar matahari dalam waktu yang lama. Kulit belang yang satu ini sering sekali menyerang tangan, wajah, bahu, punggung atas, dan pungung telapak kaki.

Bentuknya berupa bintik-bintik kecil kecoklatan atau hitam dengan ukuran bervariasi mulai dari seukuran ujung pensil hingga koin. Namun, ukuran tersebut bukan patokan sebab ada yang lebih kecil dan lebih besar daripada biasanya. Banyak yang mengira munculnya bintik-bintik ini dikarenakan usia diatas 40 tahun bukan karena sinar matahari.

  • Vitiligo

Jika dua gangguan di atas dikategorikan hiperpigmentasi yang berarti adanya produksi pigmen atau warna kulit secara berlebih, maka vitiligo sebaliknya. Vitiligo terjadi karena kurangnya produksi warna kulit atau hipopigmentasi. Masalah kulit jenis ini muncul berupa bintik-bintik putih yang teraba halus pada permukaan kulit. Kulit belang akibat vitiligo disebabkan oleh rusaknya sel-sel produsen pigmen kulit karena gangguan autoimun. Vitiligo dinyatakan belum ada obatnya.

  • Albino

Hipopigmentasi lainnya yang bisa menyebabkan kulit seseorang menjadi belang adalah albino. Ini adalah kondisi langka di mana seseorang terlahir tanpa memiliki enzim penghasil melanin yang merupakan pemberi warna kulit.

Gen seseorang yang terkena albino berfungsi tidak normal. Gen ini melarang tubuh memproduksi melanin sehingga pigmen untuk kulit, rambut, dan mata mereka sangat sedikit. Itulah sebabnya mereka terihat sangat pucat. Karena berkaitan dengan genetik, albino sama seperti vitiligo yang belum ada obat untuk menanganinya. Salah satu bahaya bagi penderita albino adalah rentannya kulit mereka terhadap kanker kulit dan kerusakan akibat cahaya matahari.

  • Luka

Munculnya warna lebih gelap pada kulit bisa juga diakibatkan oleh cedera atau luka. Kulit lecet, terbakar, infeksi, dan luka lainnya bisa menyebabkan kulit kehilangan pigmennya. Beruntung, kulit belang yang diakibatkan luka tidak bersifat permanen alias bisa disembuhkan. Namun, untuk mengembalikan hingga warna semula membutuhkan waktu yang tidak singkat.

  • Faktor lain

Tumbuhnya kulit belang baik berupa hiperpigmentasi maupun hipopigmentasi bisa juga disebabkan oleh faktor-faktor selain di atas. Untuk kulit belang hiperpigmentasi, juga bisa disebabkan oleh pemakaian obat tertentu seperti minosiklin. Penyakit endokrin seperti penyakit Addison dan kondisi hemokromatosis alias kelebihan zat besi dalam tubuh, juga menyebabkan hiperpigmentasi.

Sementara untuk hipopigmentasi, beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya adalah peradangan kulit. Infeksi jamur seperti panu juga bisa menyebabkan kulit belang. Pada anak-anak, kulit belang berupa bercak putih, halus, dan kering pada wajah disebut Pityriasis alba.

Tindakan Yang Bisa Dilakukan

Banyak krim yang diresepkan oleh dokter dan bahkan yang dijual bebas untuk menyamakan kembali kulit yang belang. Ikuti petunjuk dokter spesialis kulit agar hasilnya optimal. Jikapun membeli krim yang dijual bebas, jangan sampai penggunaannya menyalahi sebagaimana yang sudah diatur dalam label produk.

Untuk menghindari kulit belang, pastikan selalu memakai tabir surya dengan kandungan SPF yang cukup. Kandungan SPF di atas 30 efektif melindungi kulit. Jika kulit belang dikarenakan kelainan genetik, maka tindakan konseling bisa dilakukan agar tidak memengaruhi psikologis penderitanya. Meski tidak bisa diobati, pemakaian kosmetik yang tepat bisa digunakan untuk menutupinya.

Jika kulit belang sudah memengaruhi kondisi psikis, susah dihilangkan, tidak diketahui penyebabnya, serta menyebabkan sakit atau terindikasi gejala kanker, maka siapapun yang mengalaminya wajib menemui dokter.