Mudah curiga atau cemburu dengan suami mungkin dikarenakan kamu belum paham betul tentang pria. Pasalnya, ada beberapa sifat pria yang memang agak sulit dimengerti oleh wanita. Coba pahami hal-hal ini agar bisa lebih mengenal pasanganmu.

Pertengkaran dalam rumah tangga sering kali dipicu oleh kesalahpahaman. Hal itu sendiri mungkin terjadi karena kita tidak mengenal dengan baik siapa pasangan kita. Agar terhindar dari masalah yang serius dalam pernikahan hanya akibat salah paham, yuk, ketahui apa saja yang sebenarnya dipikirkan oleh pria.

Agar Tidak Mudah Bertengkar, Ketahui 9 Hal tentang Suami - Alodokter

Kenali Suami Lebih Dalam

Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin banyak wanita belum tahu tentang pria:

1. Sangat memegang komitmen

Pria kerap dicap tidak suka berkomitmen. Pada kenyataannya, ketika pria telah memutuskan untuk berkomitmen dan menikah, dia memang benar-benar serius ingin menjalani hal tersebut. Dia hanya butuh waktu untuk memastikan apakah pilihannya tepat atau tidak.

2. Ingin punya waktu untuk dirinya sendiri

Menikah bukan berarti kalian wajib untuk selalu menghabiskan waktu bersama-sama setiap hari dalam seminggu. Kamu perlu memberikan dia waktu untuk dirinya sendiri, seperti melakukan hobinya atau berkumpul dengan teman-temannya. Tak hanya suami, kamu juga perlu menghabiskan waktu untuk dirimu sendiri.

3. Pria menyatakan rasa cinta dengan tindakan

Jika suamimu jarang mengucapkan “sayang” kepadamu, jangan langsung menganggap dia memang tidak menyayangi atau mencintai kamu. Sebagian pria memang lebih memilih menyatakan rasa cintanya dengan tindakan. Misalnya, ikut membantu membereskan rumah atau mengajakmu makan malam bersama.

4. Mudah melupakan masalah

Kamu masih kesal dengan perdebatan yang terjadi semalam, dan masih ingin membahasnya pada keesokan harinya? Lebih baik lupakan saja.

Secara psikologis, kaum wanita memang lebih cenderung untuk mengingat dan larut dalam hal-hal yang membuatnya sedih atau stres. Sebaliknya, pria justru mudah melupakan dan tidak ingin mengungkit hal-hal semacam itu.

5. Kurang bisa membaca 'kode'

Sebenarnya pria senang jika bisa membuat istrinya bahagia. Baginya, hal itu sangatlah penting. Namun, hal tersebut bisa sulit dilakukan jika istri tidak menyampaikan keinginannya secara langsung dan jelas.

Pasalnya, tidak semua pria mampu membaca “kode” yang wanita berikan. Jadi, mulai sekarang ungkapkan saja semua hal yang ada dalam hatimu secara gamblang kepada suami.

6. Senang jika dipuji

Ketika suamimu sudah melakukan sesuatu untuk membuatmu senang, berikan dia pujian. Apresiasi darimu bisa membuatnya bahagia dan lebih bijak dalam bertindak. Bahkan menurut sebuah studi, keterlibatan suami dalam mengurus anak dapat meningkat jika istri memberi pujian atas usahanya.

7. Tidak melulu soal seks

Bukan rahasia umum jika pria hampir selalu memikirkan seks. Namun, hal itu tidak selalu bisa diwujudkan dalam tindakan. Pasalnya, pria tidak selalu siap untuk berhubungan seks, apalagi jika dia sedang memiliki setumpuk pekerjaan atau hal-hal lain yang membuatnya stres.

8. Senang jika kamu duluan mengajaknya bercinta

Salah satu kesalahan kaum wanita adalah kurang berani mengajak suami untuk bercinta lebih dulu. Padahal, pria sangat suka jika kamu melakukannya. Para pria senang dikejar dan dipimpin oleh wanita untuk urusan yang satu ini. Agar membuat suami lebih bersemangat, kamu bisa merayunya saat sedang ingin becinta.

9. Penting untuk membuat dia merasa dicintai

Kamu harus berhati-hati ketika seorang pria merasa dirinya tidak dicintai dan kurang diperhatikan oleh pasangannya. Dia mungkin akan mencari kepuasan melalui hal lain. Kepuasan itu mungkin bisa dia dapat dengan bermain video game tak kenal waktu, bekerja hingga larut malam, dan tidak menutup kemungkinan untuk berselingkuh.

Intinya, kunci dari sebuah hubungan adalah komunikasi. Maka mulai sekarang, bangunlah komunikasi yang lebih baik dengan suami. Jika kamu dan pasangan memiliki masalah dalam urusan rumah tangga dan merasa sulit untuk mencari titik temu, jangan ragu berkonsultasi ke psikolog dan menjalani konseling pernikahan.