Kulit bruntusan pada wajah tentu terasa tidak nyaman dan mengganggu. Bila Anda mengalaminya, ada cara menangani kulit bruntusan yang dapat dengan mudah Anda coba lakukan. Dengan demikian, kulit wajah bersih dan sehat pun dapat Anda wujudkan.

Kulit bruntusan ditandai dengan benjolan-benjolan kecil pada kulit, sehingga tekstur kulit menjadi kasar dan tidak rata. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, termasuk wajah.

4 Cara Menangani Kulit Bruntusan pada Wajah - Alodokter

Penyebab Bruntusan pada Wajah

Bruntusan pada wajah terkadang disertai rasa gatal atau ruam kemerahan. Kondisi ini sering kali disebabkan oleh beberapa hal, seperti jerawat, komedo, milia, atau kulit kering.

Bruntusan akibat jerawat, komedo, dan milia terjadi akibat pori-pori kulit wajah yang tersumbat. Sedangkan pada kulit kering, bruntusan biasanya diawali oleh pengelupasan sel kulit yang terjadi secara berlebihan. Sel-sel ini dapat menumpuk dan nantinya akan menyumbat pori-pori kulit.

Selain penyebab di atas, ada pula faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang mengalami kulit bruntusan, seperti obesitas, faktor keturunan, dan perubahan hormon seperti pada masa pubertas atau kehamilan.

Meski bruntusan tidak menular dan berbahaya, perawatan kulit yang tepat tetap diperlukan guna mengatasi atau bahkan mencegah bruntusan muncul kembali.

Beragam Cara Menangani Kulit Bruntusan

Kulit bruntusan pada wajah dapat diatasi dengan menerapkan kebiasaan merawat kulit dengan produk perawatan kulit (skincare) yang tepat. Nah, berikut ini adalah beberapa cara menangani kulit bruntusan pada wajah yang bisa Anda coba:

1. Gunakan pembersih wajah yang lembut

Mencuci muka dengan pembersih wajah yang lembut dan berlabel hypoallergenic dapat membersihkan kulit bruntusan tanpa membuatnya terasa kering. Setidaknya, bersihkan wajah 2 kali sehari untuk menjaga kebersihan kulit.

Bila Anda mengalami kulit bruntusan yang disertai jerawat, cobalah gunakan pembersih wajah dengan kandungan asam salisilat dan benzoil peroksida. Asam salisilat berfungsi untuk membersihkan pori-pori dan mencegah timbulnya bruntusan, sedangkan benzoil peroksida mampu melawan bakteri penyebab jerawat. Anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan sabun pepaya untuk menghilangkan bruntusan pada wajah.

2. Gunakan pelembap wajah

Banyak yang berpikir bahwa pelembap perlu digunakan untuk kulit kering saja, sedangkan kulit berminyak tidak membutuhkan pelembap. Padahal, kulit berminyak pun membutuhkan pelembap.

Pada dasarnya, pelembap atau moisturizer berfungsi untuk meningkatkan kadar air dan kelembapan di kulit sehingga kulit tidak menjadi kering. Pada kulit yang berminyak, produksi minyak bisa saja berlebihan, tetapi kadar air pada kulit tersebut belum tentu tercukupi.

Oleh karena itu, apa pun jenis kulit Anda, sebaiknya gunakan pelembap wajah setidaknya 2 kali sehari. Bagi pemilik kulit berminyak, Anda disarankan untuk memakai losion atau gel pelembap berbahan dasar air dan berlabel noncomedogenic pada kemasannya.

Agar lebih efektif, Anda juga bisa memilih pelembap yang mengandung ceramide, asam hialuronat, dimethicone, lanolin, gliserin, urea, atau asam laktat yang baik untuk mengatasi kulit bruntusan.

3. Hindari pencetus alergi atau iritasi

Alergi atau iritasi pada wajah juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya bruntusan di wajah. Hal ini biasanya lebih sering terjadi pada orang yang memiliki riwayat eksim atau kulit sensitif.

Oleh karena itu, agar Anda bisa merawat wajah dengan baik dan mengatasi bruntusan, hindari penggunaan sabun atau produk perawatan wajah yang berbahan kimia keras atau iritatif. Misalnya, produk yang mengandung parfum atau alkohol.

Untuk mencegah iritasi di kulit wajah, Anda juga bisa memilih produk yang berlabel hypoallergenic.

4. Lakukan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati

Cara menangani kulit bruntusan yang terakhir adalah dengan melakukan eksfoliasi. Namun, Anda hanya perlu melakukannya sebanyak 1 atau 2 kali saja dalam seminggu.

Eksfoliasi kulit bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati dan memperhalus tekstur permukaan kulit yang tidak rata. Ada 2 jenis produk eksfoliasi yang bisa digunakan, yaitu eksfoliator mekanis dan kimiawi.

Eksfoliator mekanis bisa berupa scrub wajah dan penggunaan alat tertentu tanpa bahan kimia, seperti handuk basah yang dicelupkan ke air hangat. Apabila Anda menggunakan scrub wajah, gunakan scrub yang lembut agar tidak mengiritasi kulit wajah.

Sementara itu, eksfoliator kimiawi umumnya menggunakan zat tertentu, seperti asam alfa hidroksil (AHA), asam salisilat, asam laktat, asam glikolat, atau urea.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan produk yang mengandung retinoid atau retinol untuk mengangkat sel-sel kulit mati. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan oleh wanita hamil atau sedang berencana untuk hamil.

Berbagai Tips Lain untuk Mengatasi Kulit Bruntusan pada Wajah

Selain cara menangani kulit bruntusan pada wajah di atas, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mencegah bruntusan muncul kembali, yaitu:

  • Batasi waktu mandi tidak lebih dari 10 menit.
  • Gunakan pelembap udara atau humidifier dalam ruangan.
  • Hindari membasuh wajah dengan air panas.
  • Jangan menyentuh dan menggaruk kulit dengan tangan kotor.
  • Batasi konsumsi makanan mengandung karbohidrat tinggi dan gula tambahan.

Nah, itulah sejumlah cara menangani kulit bruntusan yang bisa Anda coba. Apabila setelah melakukan cara di atas bruntusan tak kunjung hilang atau justru semakin memburuk, berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan perawatan kulit wajah yang sesuai kondisi dan masalah kulit Anda.