Meski gejala diare pada anak dan dewasa sama, tapi obat diare untuk dewasa berbeda dengan pengobatan pada anak. Pasalnya, penggunaan obat antidiare hanya dianjurkan untuk dewasa. Obat ini pun memiliki tujuan yang sama dengan obat diare pada umumnya, yaitu meredakan gejala diare.

Diare merupakan kondisi yang umum dialami siapa saja, termasuk orang dewasa. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya infeksi virus atau bakteri, konsumsi makanan terlalu pedas, keracunan makanan, hingga efek samping obat-obatan.

4 Pilihan Obat Diare Dewasa yang Tepat - Alodokter

Pada umumnya, diare pada orang dewasa dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari dan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, penggunaan obat diare dewasa terkadang dibutuhkan untuk mengurangi gejala agar keluhan diare dapat teratasi dan penderitanya bisa beraktivitas dengan nyaman kembali.

Berbagai Macam Obat Diare Dewasa

Berikut ini adalah beberapa macam obat diare dewasa yang dapat Anda temukan dengan mudah di apotek:

1. Attapulgite

Attapulgite merupakan salah satu obat yang digunakan untuk mengobati diare pada orang dewasa dengan cara menyerap racun di saluran cerna. Tak hanya itu, obat ini juga dapat mengurangi frekuensi buang air besar dan mencegah terjadinya dehidrasi.

Meski bisa dibeli secara bebas, attapulgite harus dikonsumsi dengan hati-hati sesuai petunjuk di kemasannya. Ini karena penggunaan attapulgite secara sembarangan bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti sembelit, perut kembung, sakit perut, atau muntah.

2. Pektin

Selain attapulgite, pektin juga dapat menjadi salah satu pilihan obat diare dewasa. Beberapa penelitian menunjukan bahwa pektin mampu meredakan diare dengan cara menyerap air pada usus, sehingga dapat memadatkan kembali tekstur tinja. Pektin juga dapat menimbulkan efek samping berupa perut kram atau perut kembung.

3. Kaolin

Kaolin digunakan pula untuk mengobati diare pada orang dewasa. Obat ini biasanya sudah tercampur dalam sediaan obat pektin. Kaloin bekerja dengan cara menyerap zat-zat beracun penyebab diare dan bisa memadatkan tinja yang cair.

4. Bismuth subsalisilat

Obat diare dewasa selanjutnya adalah bismuth salisilat. Obat ini dapat memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab diare. Tak hanya itu, obat untuk mengatasi diare pada orang dewasa ini juga memiliki kemampuan untuk menyerap air dan elektrolit kembali, sehingga bisa mengurangi risiko terjadinya dehidrasi.

Selain obat diare untuk dewasa di atas, ada pula jenis obat lainnya, yaitu loperamide. Obat ini bisa menghentikan diare dengan memperlambat pergerakan usus. Dengan begitu frekuensi buang air besar akan berkurang. Akan tetapi, obat ini memerlukan resep dari dokter.

Perlu Anda ketahui juga bahwa obat diare dewasa umumnya hanya dapat meredakan gejala diare, bukan mengobati penyebab yang mendasarinya. Meski beberapa obat dijual secara bebas, penggunaannya harus sesuai petunjuk pada kemasan dan sebaiknya sesuai saran dokter agar lebih aman.

Beberapa Cara Lain untuk Mengatasi Diare

Selain penggunaan obat diare untuk dewasa, Anda juga dapat meredakan gejala diare di rumah dengan beberapa cara berikut ini:

  • Mencukupi asupan cairan dari air putih, sup, maupun larutan oralit untuk mencegah dehidrasi
  • Mengurangi makanan berserat untuk sementara waktu.
  • Menghindari makanan yang dapat memicu atau memperparah diare, misalnya makanan berminyak, terlalu pedas, atau asam
  • Menghindari konsumsi makanan dengan pemanis buatan, seperti permen karet

Pada dasarnya, rutin menerapkan pola hidup sehat dengan selalu menjaga kebersihan makanan dan minuman serta cuci tangan dengan sabun sebelum maupun sesudah makan, merupakan cara sederhana untuk mencegah terjadinya diare.

Bila Anda mengalami diare, terlebih lagi kondisi tersebut tidak sembuh lebih dari 2 hari atau bahkan disertai gejala lain, seperti demam, muntah berulang, atau tinja berdarah, segeralah periksakan diri ke dokter guna mendapatkan obat diare dewasa yang tepat dan sesuai dengan penyebabnya.