Munculnya bintik putih di wajah bisa disebabkan oleh komedo putih hingga vitiligo. Meskipun umumnya tidak berbahaya, kondisi ini tetap memerlukan perawatan agar tidak mengganggu penampilan.

Bintik putih di wajah biasanya muncul di sekitar pipi, tetapi tidak menutup kemungkinan dapat muncul di bagian wajah lainnya. Kondisi ini dapat diakibatkan oleh berbagai hal.

6 Penyebab Bintik Putih di Wajah dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Anda bisa mencoba mengurangi bintik putih di wajah dengan melakukan beberapa penanganan di rumah, menggunakan obat-obatan, atau menjalani perawatan yang disarankan oleh dokter.

Penyebab Bintik Putih di Wajah dan Cara Menanganinya

Berikut ini adalah beberapa penyebab bintik putih di wajah dan cara untuk mengatasinya:

1. Komedo putih

Komedo putih merupakan penyebab bintik putih di wajah yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika minyak dan kulit mati menyumbat folikel rambut atau kelenjar minyak, sehingga menimbulkan benjolan di kulit wajah.

Komedo putih ini tidak menular dan dapat hilang dengan sendirinya. Meski demikian, Anda bisa menggunakan skincare atau obat-obatan yang mengandung asam salisilat, benzoil peroksida, atau retinoid untuk mengurangi bintik putih di wajah yang disebabkan oleh kondisi ini.

Jika beberapa penanganan di rumah belum cukup efektif untuk mengurangi kondisi ini, Anda juga dapat melakukan perawatan, seperti mikrodermabrasi, laser, maupun chemical peeling sesuai dengan arahan dokter.

2. Panu

Penyebab bintik putih di wajah selanjutnya adalah panu atau tinea versicolor. Panu adalah infeksi jamur pada kulit yang ditandai dengan perubahan warna kulit yang disertai rasa gatal.

Selain di wajah, bintik putih akibat panu juga bisa ditemukan pada bagian tubuh lain, seperti punggung, dada, dan leher.

Bintik putih di wajah akibat panu dapat diatasi menggunakan obat antijamur berupa krim. Jika memang perlu, dokter mungkin juga akan memberikan obat minum flukonazol untuk menghentikan pertumbuhan jamur pada area kulit yang luas.

3. Milia

Berbeda dengan komedo putih yang terjadi akibat minyak dan kulit mati menyumbat folikel rambut, milia terjadi ketika keratin terperangkap di bawah permukaan kulit.

Kondisi ini menyebabkan timbulnya tonjolan kecil yang berkelompok di sekitar kelopak mata, pipi, dahi, hidung, hingga di dalam mulut.

Bintik putih di wajah akibat milia memang lebih umum ditemukan pada bayi, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dialami oleh orang dewasa.

Bintik putih di wajah ini dapat diatasi menggunakan gel adapalene yang dijual secara bebas. Selain itu, milia juga dapat dihilangkan dengan menggunakan krim tretinoin atau melakukan krioterapi di bawah pengawasan dokter.

4. Pityriasis alba

Bintik putih di wajah juga bisa terjadi karena pityriasis alba. Penyebab pasti kondisi ini masih belum diketahui, tetapi ada beberapa kondisi kulit lain yang diduga memiliki andil dalam timbulnya pityriasis alba.

Penyembuhan yang tidak sempurna setelah mengalami dermatitis atopik dan penggunaan kortikosteroid topikal yang berlebihan untuk mengobati eksim merupakan beberapa kondisi yang diduga menjadi penyebab pytiriasis alba.

Bintik putih di wajah yang disebabkan oleh pityriasis alba lebih sering ditemukan di sekitar pipi, berbentuk bulat atau lonjong, bersisik, dan gatal.

Bintik putih di wajah akibat kondisi ini umumnya terjadi pada anak-anak dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mempercepat penyembuhan pityriasis alba, seperti:

  • Menggunakan sunscreen dengan SPF minimal 30 saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari
  • Memakai pelembab yang mengandung petrolatum
  • Menggunakan krim hidrokortison untuk meredakan peradangan, sesuai anjuran dokter

5. Vitiligo

Vitiligo adalah kondisi ketika kulit tidak dapat memproduksi melanin sehingga warna kulit memudar. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang memiliki warna kulit gelap dan berusia kurang dari 30 tahun.

Vitiligo ditandai dengan munculnya bintik putih yang makin membesar seiring bertambahnya waktu. Vitiligo berlokasi di wajah, tangan, maupun bagian tubuh lain yang tidak tertutup pakaian. Selain itu, vitiligo juga rambut menjadi putih.

Pengobatan vitiligo berbeda-beda, tergantung pada usia penderitanya, luas area kulit yang terkena, serta keparahan kondisi.

Tujuan utama pengobatan vitiligo adalah menghentikan atau memperlambat pemudaran warna kulit, juga mengembalikan atau meratakan warna kulit. Penanganan yang bisa dilakukan pada penderita vitiligo meliputi pemberian obat-obatan, terapi, maupun operasi.

6. Idiopathic guttate hypomelanosis (sun spots)

Idiopathic guttate hypomelanosis atau sun spots merupakan bintik putih yang terjadi akibat paparan sinar matahari dalam waktu yang lama. Selain di wajah, bintik putih dapat terjadi di tangan, punggung, atau kaki dengan jumlah dan ukuran yang berbeda-beda.

Kebalikan dari vitiligo, idiopathic guttate hypomelanosis lebih sering dialami oleh orang yang memiliki putih. Selain itu, wanita, terutama yang berusia lebih dari 40 tahun, juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Pengobatan utama sun spots adalah dengan mencegah paparan sinar matahari menggunakan sunscreen dengan SPF 30 saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Sementara itu, pengobatan lain umumnya diberikan sesuai dengan keluhan yang timbul, misalnya pemberian steroid topikal untuk mengurangi peradangan, serta membantu dan menyamarkan bintik putih di wajah.

Untuk mencegah munculnya bintik putih di wajah, Anda bisa menjaga kesehatan kulit dengan rutin membersihkan wajah menggunakan pembersih yang lembut, menggunakan pelembab yang sesuai jenis kulit, dan mengoleskan sunscreen dengan SPF minimal 30 saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Bintik putih di wajah umumnya bukan merupakan suatu kondisi yang berbahaya. Namun, jika bintik putih menyebar dengan cepat atau tidak juga membaik dengan penanganan mandiri di rumah, sebaiknya periksakan ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan saran penanganan yang sesuai.