Acetazolamide adalah obat yang digunakan dalam pengobatan glaukoma, epilepsi, atau altitude sickness. Selain itu, obat ini juga dapat digunakan untuk mengatasi penumpukan cairan (edema) pada penderita gagal jantung.

Acetazolamide bekerja dengan cara menghambat kerja enzim carbonic anhydrase. Dalam pengobatan glakoma, terhambatnya kerja enzim tersebut menyebabkan berkurangnya cairan di dalam mata (aqueous humour), sehingga tekanan dalam bola mata (tekanan intraokular) dapat menurun.

ACETAZOLAMIDE - alodokter

Merek dagang acetazolamide: Cendo Glaucon, Glauseta

Apa Itu Acetazolamide

Golongan Obat resep
Kategori Diuretik
Manfaat Mengobati glaukoma, edema, epilepsi, dan altitude sickness
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun
Acetazolamide untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Acetazolamide dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Acetazolamide

Acetazolamide hanya boleh digunakan sesuai dengan resep dokter. Perhatikan beberapa hal di bawah ini sebelum mengonsumsi acetazolamide:

  • Jangan menggunakan acetazolamide jika Anda alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki, termasuk alergi terhadap obat golongan sulfa.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menderita penyakit ginjal, gangguan elektrolit, gangguan kelenjar adrenal, atau penyakit hati, termasuk sirosis. Acetazolamide sebaiknya tidak digunakan oleh pasien yang menderita kondisi-kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita, diabetes, kesulitan buang air kecil, dehidrasi, , penyakit asam urat (gout), hipertiroidisme, gangguan pernapasan, atau glaukoma sudut tertutup.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan kegiatan yang memerlukan kesiagaan setelah mengonsumsi acetazolamide, karena obat ini bisa menyebabkan pusing atau kantuk.
  • Hindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu yang lama selama menjalani pengobatan dengan acetazolamide, karena obat ini dapat menyebabkan kulit lebih mudah terbakar sinar matahari (sunburn).
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, overdosis, atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi acetazolamide

Dosis dan Aturan Pakai Acetazolamide

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Acetazolamide berdasarkan kondisi yang akan ditangani dan usia pasien:

Kondisi: Glaukoma

  • Dewasa: 250-1.000 mg per hari, dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi.

Kondisi: Epilepsi

  • Dewasa: 250–1.000 mg per hari, dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi.
  • Anak-anak usia ≥12 tahun: 8–30 mg/kgBB per hari, dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi. Dosis maksimal 750 mg per hari.

Kondisi: Penyakit ketinggian atau altitude sickness

  • Dewasa: 500-1.000 mg per hari, dibagi menjadi beberapa jadwal konsumsi.

Kondisi: Edema

  • Dewasa: 230-375 mg, 1 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Acetazolamide dengan Benar

Selalu ikuti petunjuk dokter dan baca informasi yang terdapat pada kemasan obat sebelum mengonsumsi acetazolamide.

Acetazolamide sebaiknya dikonsumsi setelah makan. Telan tablet acetazolamide utuh dengan bantuan air putih. Jangan mengunyah, membelah, atau menghancurkan tablet acetazolamide. Perbanyak minum air putih selama menggunakan obat ini.

Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi glaukoma, epilepsi, atau edema, konsumsi obat ini secara teratur. Usahakan untuk mengonsumsi obat ini pada waktu yang sama setiap harinya.

Lakukan kontrol sesuai jadwal yang diberikan oleh dokter selama menjalani pengobatan dengan acetazolamide. Dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan laboratorium berkala untuk memantau kondisi Anda.

Jika Anda lupa mengonsumsi acetazolamide, segera minum obat ini jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Jika Anda menggunakan acetazolamide untuk mengatasi penyakit ketinggian, dianjurkan untuk mengonsumsi obat ini 1–2 hari sebelum pendakian. Lanjutkan konsumsi obat selama mendaki. Jika diperlukan, konsumsi obat ini dapat dilanjutkan selama 2 hari saat berada di dataran tinggi.

Simpan acetazolamide dalam wadah tertutup, pada suhu ruangan, di tempat yang kering, dan terhindar dari sinar matahari. Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Acetazolamide dengn Obat Lain

Berikut ini adalah interaksi yang dapat terjadi jika menggunakan acetazolemide dengan obat lain:

  • Meningkatkan risiko terjadinya toksisitas pada sistem saraf pusat dan asidosis jika digunakan dengan aspirin dosis tinggi
  • Meningkatkan kadar phenytoin atau carbamazepine dalam darah
  • Meningkatkan efek dari obat antagonis asam folat, obat untuk menurunkan kadar gula darah, atau obat antikoagulan oral
  • Meningkatkan pembuangan lithium
  • Mengurangi kadar primidone dalam darah
  • Meningkatkan efek amfetamin atau quinidine
  • Menghambat efek methenamine
  • Meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal jika dikonsumsi dengan natrium bikarbonat
  • Meningkatkan kadar ciclosporin dalam darah
  • Meningkatkan kadar ciclosporin dalam darah

Efek Samping dan Bahaya Acetazolamide

Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat timbul setelah mengonsumsi acetazolamide:

  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan berkurang
  • Frekuensi buang air kecil bertambah
  • Kebas atau kesemutan di tangan atau kaki
  • Pusing atau kantuk

Periksakan diri ke dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau semakin parah. Segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius sebagai berikut: