Natrium bikarbonat yang juga dikenal dengan baking soda adalah obat yang digunakan untuk menetralkan asam darah (pada keadaan asidosis) dan urine yang terlalu asam. Pada orang-orang yang berisiko, urine yang terlalu asam dapat memicu timbulnya batu ginjal. Selain itu, natrium bikarbonat juga dapat berperan sebagai antasida, yaitu obat yang menetralkan asam lambung.

Merek dagang: Sodium Bicarbonate, Meylon 84-BP.

alodokter-natrium bikarbonat

Tentang Natrium Bikarbonat

Golongan Urine alkalinization, antasida.
Kategori Obat resep.
Manfaat
  • Menetralisir asam darah.
  • Menetralisir urine yang terlalu asam.
  • Menetralisir asam lambung.
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak berusia 12 tahun ke atas.
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Natrium bikarbonat dapat diserap ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter mengenai risiko dan manfaatnya.

Bentuk obat Tablet 500 mg, cairan suntikan 8,4%.

Peringatan:

  • Harap berhati-hati bagi yang menderita penyakit jantung, mengalami pembengkakan pada kedua tungkai, gangguan ginjal, gangguan hati, gangguan saluran kemih, hipertensi, penyakit usus buntu, atau memiliki kadar natrium yang tinggi dalam darah.
  • Obat ini mengandung natrium (garam), jangan gunakan bila sedang diet rendah garam.
  • Obat ini tidak dianjurkan untuk anak-anak usia 12 tahun ke bawah.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Natrium Bikarbonat

Kondisi Dosis
Asidosis metabolik 4,8 g per hari atau lebih.
Alkalinisasi urine Hingga 10 g per hari.
Sakit maag 1-5 g, diminum bila ada keluhan.

Untuk keadaan penumpukkan asam darah yang berat, digunakan natrium bikarbonat dalam bentuk suntikan. Dosis, pengenceran, dan cara pemberiannya sesuai dengan rekomendasi dokter.

Mengonsumsi Natrium Bikarbonat dengan Benar

Gunakanlah natrium bikarbonat sesuai anjuran dokter.

Campurkan dengan segelas air sebelum diminum. Jika sudah dicampur dengan air, obat ini sebaiknya segera diminum sebelum 30 menit. Hindari penggunaan natrium bikarbonat setelah kemasan sudah dibuka selama satu bulan.

Jangan meminum natrium bikarbonat bersama dengan susu atau produk susu.

Interaksi obat:

Jika dikonsumsi secara bersamaan, beberapa obat dapat mempengaruhi kinerja natrium bikarbonat dalam tubuh pasien. Beberapa obat tersebut adalah:

Natrium bikarbonat dapat menurunkan efektivitas beberapa obat berikut ini:

Kenali Efek Samping dan Bahaya Natrium Bikarbonat

Semua obat berpotensi menyebabkan efek samping. Demikian juga dengan natrium bikarbonat. Beberapa efek samping yang berpotensi muncul selama menggunakan obat ini, antara lain adalah:

  • Mual.
  • Perut kembung.
  • Kram perut.
  • Darah menjadi basa (alkalosis), sehingga menimbulkan keluhan kedutan pada otot, kaku, dan cepat marah.
  • Peningkatan kadar natrium.

Karena zat yang bersifat basa, natrium bikarbonat suntikan dapat mengakibatkan trauma pada pembuluh darah dan sel, sehingga mengakibatkan selulitis, luka, dan kematian jaringan.

Segera hentikan konsumsi obat dan hubungi dokter jika efek samping yang muncul bertambah parah.