Tak hanya dengan minum air putih, asupan cairan tubuh juga dapat terpenuhi dengan mengonsumsi makanan untuk mengatasi dehidrasi. Berbagai jenis makanan, mulai dari semangka, melon, hingga mentimun, dapat dikonsumsi untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang saat mengalami dehidrasi.

Sebagian orang mungkin masih menganggap dehidrasi sebagai rasa haus atau sekadar lemas biasa. Padahal, dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan atau kekurangan cairan, sehingga tidak dapat berfungsi secara normal.

Inilah 8 Jenis Makanan untuk Mengatasi Dehidrasi - Alodokter

Jika dibiarkan, dehidrasi berisiko menimbulkan gejala berat, seperti denyut jantung meningkat, demam, dan penurunan kesadaran.

Untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi, Anda perlu mengganti cairan tubuh yang hilang dengan minum banyak air atau melakukan terapi air putih serta mengonsumsi makanan dengan kadar air tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran.

Beberapa Pilihan Makanan untuk Mengatasi Dehidrasi 

Selain memiliki kadar air yang tinggi, buah dan sayur juga kaya akan kandungan serat, karbohidrat kompleks, asam amino, serta vitamin dan mineral. Tak hanya dapat mencegah dan mengatasi dehidrasi, buah dan sayuran juga dapat melengkapi asupan nutrisi tubuh.

Berikut ini adalah beberapa jenis buah dan sayuran yang baik dikonsumsi sebagai makanan untuk mengatasi dehidrasi:

1. Semangka

Selain memiliki rasa yang manis dan menyegarkan, semangka dikenal sebagai buah rendah kalori yang mengandung sekitar 92% air. Tak hanya itu, semangka juga memiliki beragam nutrisi, seperti vitamin A, vitamin C, mangan, dan antioksidan, yang baik untuk tubuh.

Selain baik dikonsumsi untuk mengatasi dehidrasi, kandungan antioksidan likopen di dalam semangka juga bermanfaat untuk menangkal efek radikal bebas, meningkatkan kesehatan jantung, dan mencegah kanker.

2. Belimbing

Di dalam buah belimbing terkandung sekitar 91% air, vitamin C, dan berbagai antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Mengonsumsi buah ini tidak hanya bisa mengatasi dehidrasi, tetapi juga menjaga kesehatan jantung.

Meski demikian, belimbing sebaiknya tidak dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit ginjal, sebab buah ini memliki kandungan asam oksalat yang cukup tinggi.

Pada penderita penyakit ginjal, penumpukan asam oksalat dalam tubuh bisa memperparah kerusakan ginjal, sehingga berisiko menimbulkan gagal ginjal.

3. Grapefruit

Grapefruit atau jeruk bali merah adalah salah satu jenis buah sitrus yang kaya akan kandungan air, serat, folat, vitamin C, antioksidan, dan kalium. Buah ini mirip dengan jeruk bali yang banyak ditemukan di Indonesia.

Ragam nutrisi tersebut menjadikan grapefruit tak hanya dapat dikonsumsi untuk mengatasi dehidrasi saja, tetapi juga baik untuk mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2, memelihara kesehatan jantung, dan mencegah kanker.

4. Stroberi

Pada dasarnya, semua buah dalam kelompok beri, seperti stroberi dan bluberi, memiliki kandungan air yang tinggi. Namun, stroberi adalah jenis beri yang paling banyak mengandung air. Oleh karena itu, buah ini baik dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.

5. Melon

Buah melon mengandung banyak air, serat, serta beragam nutrisi seperti vitamin A, folat, vitamin C, kalium, magnesium, kalsium, dan protein. Buah ini juga banyak mengandung antioksidan.

Berkat nutrisi yang melimpah ini, melon bermanfaat untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh, meningkatkan kemampuan penglihatan, serta menjaga kesehatan tulang dan kulit.

6. Mentimun

Mentimun yang sering dikonsumsi sebagai lalapan, rujak, atau salad ini merupakan salah satu jenis makanan dengan kadar air tertinggi, yaitu 97%. Kandungan air yang tinggi ini dapat membantu Anda mengganti cairan tubuh yang hilang saat mengalami dehidrasi.

7. Selada

Selada juga merupakan jenis sayuran dengan kandungan air yang sangat tinggi. Kadar air dalam selada bahkan mencapai 96%, sehingga baik dikonsumsi untuk mengatasi dehidrasi.

8. Tomat

Tomat memiliki kandungan air yang melimpah dan sangat nikmat jika dijadikan jus tomat untuk mengusir rasa haus saat cuaca panas. Tak hanya itu, buah ini juga kaya akan antioksidan, seperti likopen, flavonoid, lutein, dan zeaxanthin, yang baik untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Tak hanya buah-buahan dan sayuran di atas, beberapa jenis makanan lain, seperti bubur, sup, dan yoghurt, juga baik dikonsumsi sebagai makanan untuk mengatasi dehidrasi.

Meski asupan cairan tubuh dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan yang kadar airnya tinggi, Anda tetap perlu minum cukup air putih untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.

Jika Anda mengalami gejala bibir kering, lemas, pusing, urine berwarna gelap atau kuning pekat, dan jarang buang air kecil, terlebih bila gejala tersebut tidak membaik meski telah minum air putih yang cukup dan makan makanan untuk mengatasi dehidrasi, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.