Badan lemas dan gemetar bisa muncul tiba-tiba serta kerap membuat banyak orang cemas, apalagi jika terjadi di tengah aktivitas. Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan ringan hingga serius pada tubuh. Memahami penyebab dan cara mengatasi keluhan ini penting agar Anda dapat mengambil langkah yang tepat saat mengalaminya.

Tubuh yang lemas dan gemetar umumnya terjadi karena reaksi terhadap perubahan tertentu, misalnya kelelahan, kurang makan, stres, atau dehidrasi. Namun, pada beberapa kasus, gejala ini dapat mengindikasikan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti infeksi, gangguan gula darah, atau anemia. Terlebih, jika disertai keluhan lain, seperti pusing, mual, atau penurunan kesadaran.

Badan Lemas dan Gemetar, Ketahui Penyebab dan Kapan Perlu Waspada - Alodokter

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan badan lemas dan gemetar bisa diatasi sendiri atau harus segera diperiksakan ke dokter.

Penyebab Badan Lemas dan Gemetar yang Sering Terjadi

Berikut beberapa hal yang sering menjadi penyebab badan lemas dan gemetar, mulai dari yang ringan hingga serius:

1. Kurang makan atau kadar gula darah menurun

Badan lemas dan gemetar sering muncul ketika tubuh kekurangan asupan makanan, khususnya karbohidrat yang menjadi sumber energi utama. Jika Anda melewatkan waktu makan, berpuasa terlalu lama, atau hanya mengonsumsi makanan ringan, kadar gula darah dapat menurun drastis.

Kondisi tersebut disebut dengan hipoglikemia dan bisa membuat tubuh bisa tiba-tiba terasa lemas, gemetar, bahkan kepala juga pusing. Pada beberapa kasus, hipoglikemia juga dapat menyebabkan keringat dingin, jantung berdebar, dan sulit berkonsentrasi.

2. Kelelahan atau kurang tidur

Aktivitas fisik atau pekerjaan berat tanpa diimbangi dengan istirahat yang cukup akan membuat otot dan tubuh kehabisan energi. Kurang tidur juga dapat mengganggu keseimbangan hormon serta memperburuk fungsi saraf dan otot. Ini dapat membuat Anda lebih rentan mengalami badan lemas dan gemetar. 

Gejala ini umumnya membaik setelah Anda beristirahat atau tidur dengan cukup. Namun, bila terus dibiarkan, kelelahan bisa menurunkan daya tahan tubuh dan memicu keluhan lain, seperti mudah sakit.

3. Stres, cemas, atau panik

Saat Anda mengalami stres, cemas, atau panik, tubuh akan memproduksi hormon stres, seperti kortisol, dalam jumlah lebih banyak. Peningkatan hormon ini dapat membuat otot-otot tubuh menegang sekaligus menimbulkan keluhan gemetar, lemas, hingga jantung berdebar. 

Sering kali, kondisi ini juga disertai dengan sulit tidur, berkeringat, dan pikiran yang sulit tenang. Biasanya, keluhan ini mereda setelah Anda sudah merasa lebih tenang atau mengelola stres dengan baik.

4. Dehidrasi

Kurang minum air putih menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan, sehingga otot dan saraf tidak bisa bekerja dengan optimal. Akibatnya, tubuh terasa lemas, kepala pusing, dan tangan atau kaki menjadi gemetar. 

Pada kondisi dehidrasi berat, bisa muncul keluhan lain seperti mulut kering, detak jantung meningkat, atau bahkan penurunan kesadaran. Dehidrasi juga sering terjadi saat Anda berolahraga tanpa cukup asupan cairan, berada di bawah terik matahari terlalu lama, atau sedang diare.

5. Penyakit tertentu

Beberapa gangguan medis juga dapat menyebabkan badan lemas dan gemetar. Misalnya, hipoglikemia atau gula darah rendah umumnya terjadi pada penderita diabetes yang terlambat makan atau dosis obat berlebihan. Anemia atau kekurangan darah membuat tubuh kurang pasokan oksigen, sehingga terasa lemas dan mudah gemetar.

Selain itu, infeksi berat seperti demam berdarah, tifus, atau flu juga bisa memicu gejala serupa akibat demam tinggi dan peradangan. Keluhan badan lemas dan gemetar juga dapat timbul akibat gangguan tiroid, efek samping obat-obatan tertentu, atau karena kondisi medis kronis lainnya.

6. Kekurangan vitamin dan mineral

Kekurangan vitamin serta mineral juga bisa menjadi penyebab badan lemas dan gemetar. Tubuh membutuhkan vitamin B, magnesium, dan kalium untuk menjaga fungsi otot dan saraf. Kekurangan zat-zat ini dapat menyebabkan otot menjadi lebih mudah lelah, cepat gemetar, atau bahkan terjadi kram. 

Kekurangan vitamin B juga dapat memicu gangguan pada sistem saraf, sehingga keluhan lemas dan gemetar semakin sering muncul. Kondisi ini biasanya terjadi pada orang yang jarang makan buah, sayur, atau sedang menjalani diet ketat dan tidak seimbang.

Gejala Badan Lemas dan Gemetar yang Harus Diwaspadai

Keluhan badan lemas dan gemetar biasanya dapat membaik hanya dengan istirahat dan memperbaiki pola makan. Namun, Anda perlu segera mencari bantuan medis bila merasakan lemas dan gemetar yang disertai beberapa kondisi berikut:

  • Sulit bernapas, jantung berdebar sangat cepat, atau nyeri dada
  • Lemas dan gemetar berlangsung terus-menerus, tidak membaik setelah makan atau minum
  • Muncul bersamaan dengan demam tinggi, muntah hebat, nyeri kepala berat, atau ruam
  • Pingsan, penurunan kesadaran, atau kejang

Apabila keluhan tubuh terasa lemas dan gemetar yang dirasakan masih tergolong ringan dan jarang terjadi, Anda bisa mencoba istirahat, makan makanan bergizi, dan minum air putih. Bila sedang diet, pastikan pola makan tetap seimbang dan jangan melewatkan waktu makan utama.

Secara umum, badan lemas dan gemetar dapat dicegah dengan pola hidup sehat, seperti cukupi makan dan minum, istirahat cukup, serta mengelola stres. Namun, bila keluhan ini sering terjadi, sebaiknya periksakan diri ke dokter ya untuk mengetahui penyebab pastinya.

Badan lemas dan gemetar memang kerap terjadi akibat hal sederhana. Namun, jangan anggap remeh jika keluhan berat atau muncul bersama gejala lain yang mengganggu. 

Jika Anda masih memiliki pertanyaan atau merasa khawatir karena keluhan ini tidak kunjung membaik, jangan sungkan untuk gunakan fitur Chat Bersama Dokter. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan saran yang sesuai, atau bila ingin membuat janji konsultasi langsung.