Batuk adalah respons alami tubuh untuk mengeluarkan zat dan partikel dari dalam saluran pernapasan agar tidak masuk ke saluran napas bawah. Batuk juga dapat menandakan kondisi lain, mulai dari asma sampai kanker paru-paru.

Tenggorokan dan paru-paru menghasilkan sedikit lendir atau dahak untuk menjaga kelembapan pada jalan napas. Batuk yang terjadi sesekali tergolong normal, karena membantu menggerakkan dahak yang bertugas menjaga saluran napas agar tetap lembap.

Batuk - Alodokter

Namun, batuk yang berlangsung selama beberapa minggu dapat menandakan suatu kondisi yang memerlukan pertolongan medis, apalagi jika disertai gejala lain, seperti demam dan dahak berwarna kuning kehijauan atau bercampur darah.

Perlu diketahui, batuk juga dapat menjadi salah satu gejala COVID-19. Jika Anda atau anak Anda mengalami batuk, terutama jika disertai dengan demam, sakit kepala, atau hilang penciuman, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi tersebut.

Klik tautan di bawah ini agar Anda dapat diarahkan ke pemeriksaan COVID-19 terdekat:

Gejala dan Penyebab Batuk

Batuk umumnya disertai dengan gejala lain, seperti pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, mengi, sesak napas, perut mulas, demam, sakit telinga, serta nyeri otot. Berdasarkan lama terjadinya, batuk dapat terjadi kurang dari 3 minggu sampai lebih dari 8 minggu.

Batuk bisa disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan atas atau saluran pernapasan bawah. Bisa juga karena alergi atau kondisi lain yang terjadi dalam jangka panjang, seperti asma, PPOK, atau bronkitis kronis.

Pengobatan dan Pencegahan Batuk

Selain dengan mengonsumsi obat batuk, ada beberapa upaya mandiri yang bisa dilakukan untuk mengatasi batuk. Caranya adalah dengan beristirahat yang cukup, banyak minum air putih, dan mengonsumsi madu.

Perlu diketahui, batuk paling banyak terjadi akibat infeksi virus. Oleh sebab itu, cara pencegahannya adalah dengan menghindari penularan virus. Selain itu, batuk juga bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.