Infeksi virus yang menyebabkan batuk biasanya bisa reda dengan sendirinya. Batuk bisa dikelompokkan menjadi batuk akut dan kronis berdasarkan masa berlangsungnya.

Batuk Akut

Kebanyakan batuk disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan bagian atas dan bawah.

Infeksi saluran pernapasan bagian atas meliputi pilek, flu, laringitis, sinusitis dan batuk rejan. Infeksi ini menyerang tenggorokan, batang tenggorokan, dan sinus. Sedangkan bronkitis dan pneumonia merupakan contoh infeksi virus pada saluran pernapasan bawah, yaitu baik pada saluran pernapasan bagian bawah sendiri atau pada bagian paru-paru.

Di samping infeksi, penyebab batuk akut juga bisa dipicu oleh sejumlah faktor. Beberapa di antaranya adalah:

  • Penyakit kronis, seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), serta bronkitis kronis.
  • Rinitis alergi atau hay fever.
  • Tak sengaja menghirup pemicu batuk, seperti debu atau asap.

Batuk Kronis atau Jangka panjang

Meski jarang terjadi, batuk bisa saja menandakan kondisi kesehatan yang lebih serius. Contohnya, tuberkulosis, embolisme pulmonari, kanker paru-paru, atau gagal jantung.

Jenis batuk ini lebih sering dialami oleh orang dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada orang dewasa meliputi:

  • Obat dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi hipertensi atau penyakit jantung.
  • Merokok. Batuk pada perokok juga bisa menjadi gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
  • Penyakit asam lambung karena iritasi akibat naiknya asam lambung.
  • Infeksi saluran pernapasan jangka panjang, contohnya bronkitis kronis.
  • Penyakit kronis, seperti asma.
  • Postnasal drip (lendir yang menetes dari bagian belakang hidung ke tenggorokan yang disebabkan alergi seperti rinitis).