Bronkaf adalah obat untuk meredakan batuk kering dan alergi, seperti bersin dan hidung meler. Obat ini tersedia dalam bentuk sirop dan termasuk obat bebas terbatas yang bisa didapatkan tanpa resep dokter.
Bronkaf mengandung dextromethorphan HBr dan chlorpheniramine maleate. Dextromethorphan bekerja dengan menekan refleks batuk di otak sehingga dapat meredakan batuk kering. Oleh karenanya, obat ini lebih sesuai digunakan untuk batuk tidak berdahak dan tidak dianjurkan untuk batuk berdahak karena dapat menghambat pengeluaran lendir.

Sementara itu, chlorpheniramine merupakan antihistamin yang dapat mengurangi gejala alergi, seperti bersin dan hidung meler. Dengan kombinasi kedua bahan tersebut, Bronkaf dapat meredakan batuk tidak berdahak dan alergi secara lebih efektif.
Apa Itu Bronkaf
| Bahan aktif | Dextromethorphan HBr 5 mg dan chlorpheniramine maleate 2 mg |
| Golongan | Obat bebas terbatas |
| Kategori | Obat batuk dan alergi kombinasi antihistamin (chlorpheniramine) dan antitusif (dextromethorphan HBr) |
| Manfaat | Mengatasi batuk kering dan gejala alergi |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Bronkaf untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping dextromethorphan terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Bronkaf untuk ibu menyusui | Bronkaf tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kecuali atas petunjuk dokter. |
| Bentuk obat | Sirop |
Peringatan sebelum Menggunakan Bronkaf
Meski tergolong obat bebas terbatas, Bronkaf tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum menggunakan obat ini, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter riwayat alergi yang Anda miliki. Obat ini tidak boleh digunakan jika Anda memiliki alergi terhadap kandungan bahan aktif di dalamnya, yaitu dextromethorphan HBr dan chlorpheniramine maleate.
- Jangan mengonsumsi produk ini untuk batuk menetap atau kronis, seperti yang terjadi bila merokok, asma, emfisema, dan bronkitis kronis, atau bila batuk diikuti dengan dahak berlebih.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti glaukoma atau gangguan fungsi hati.
- Hindari penggunaan obat ini bersama obat MAOI, seperti isocarboxazid atau phenelzine, dalam 14 hari terakhir.
- Jangan mengonsumsi ini jika sedang mengonsumsi obat tidur atau obat penenang
- Pastikan untuk memberi tahu dokter semua obat yang sedang Anda konsumsi, termasuk suplemen maupun produk herbal, untuk mencegah interaksi obat yang berbahaya.
- Jangan langsung mengemudikan kendaraan atau menjalankan mesin setelah menggunakan obat ini. Ini karena chlorpheniramine maleate dapat menyebabkan kantuk dan pusing, sehingga perlu kehati-hatian setelah penggunaannya.
- Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan obat ini.
- Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Bronkaf
Untuk meredakan batuk kering dan gejala alergi, Anda menggunakan Bronkaf dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:
- Dewasa dan anak >12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), 3–4 kali sehari. Maksimal 6 dosis dalam 24 jam.
- Anak 6–12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3–4 kali sehari. Maksimal 6 dosis dalam 24 jam.
- Anak <6 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3–4 kali sehari, atau menurut anjuran dokter.
Cara Menggunakan Bronkaf dengan Benar
Gunakan Bronkaf sesuai dengan petunjuk yang tertera pada label kemasan atau sesuai anjuran dokter. Jangan menambah, mengurangi, atau menggandakan dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Berikut ini adalah cara menggunakan Bronkaf dengan benar yang bisa Anda ikuti:
- Bronkaf bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.
- Kocoklah botol kemasan sebelum mengonsumsinya. Gunakanlah alat takar yang disertakan dalam kemasan agar dosisnya tepat.
- Jika lupa, konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal konsumsi obat berikutnya sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis berikutnya.
- Hentikan penggunaan Bronkaf jika keluhan batuk kering atau alergi sudah membaik.
- Tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum air sesering mungkin, dan istirahat yang cukup. Dengan begitu, tubuh dapat melawan virus secara lebih baik dan gejala flu pun dapat mereda lebih cepat.
- Simpan Bronkaf di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang lembap atau panas. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
- Hubungi dokter jika batuk dan alergi belum membaik sama sekali dalam waktu 3 hari menggunakan Bronkaf. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter secara langsung maupun melalui chat online.
- Jangan mengonsumsi Bronkaf yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Bronkaf tidak boleh digunakan jika sudah lebih dari 14 hari setelah kemasan dibuka.
Interaksi Bronkaf dengan Obat Lain
Ada sejumlah interaksi obat yang bisa terjadi jika Bronkaf digunakan bersama dengan obat lain, antara lain:
- Peningkatan efek kantuk jika digunakan dengan obat antinyeri golongan opioid, obat barbiturat, obat tidur, atau obat antipsikotik
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari dextromethorphan jika digunakan dengan amiodarone atau haloperidol
- Peningkatan risiko terjadinya sindrom serotonin jika digunakan bersama antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), trisiklik, atau MAOI
Agar aman, konsultasikan ke dokter jika Anda hendak menggunakan Bronkaf bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.
Efek Samping dan Bahaya Bronkaf
Sama seperti obat lainnya, penggunaan Bronkaf juga dapat menimbulkan sejumlah efek samping. Beberapa efek samping ringan dan umum yang dapat terjadi adalah:
- Kantuk
- Pusing
- Mulut kering
- Mual
Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Gangguan pernapasan
- Detak jantung tidak teratur
- Reaksi alergi, seperti ruam, bengkak, atau sesak napas
- Gejala sindrom serotonin, seperti gelisah, demam, atau tremor
Jika keluhan batuk kering dan alergi tidak membaik setelah beberapa hari penggunaan Bronkaf, atau muncul efek samping yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter, baik melalui Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi langsung, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.