Camaag adalah obat untuk meredakan keluhan akibat kelebihan asam lambung atau penumpukan gas di saluran pencernaan, seperti nyeri ulu hati, perut kembung, serta rasa tidak nyaman di perut. Obat ini tersedia dalam bentuk suspensi dan dapat diperoleh tanpa resep dokter.

Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Camaag merupakan kelompok antasida. Kedua zat tersebut bekerja dengan menetralkan asam lambung sehingga keluhan akibat kelebihan asam lambung dapat berkurang.

Camaag

Selain antasida, Camaag juga mengandung simethicone sebagai antiflatulensi yang dapat meredakan perut kembung. Zat ini bekerja dengan cara menggabungkan gelembung gas kecil di saluran cerna menjadi gelembung yang lebih besar sehingga gas lebih mudah dikeluarkan melalui sendawa atau buang angin (kentut).

Apa Itu Camaag

Bahan aktif 200 mg aluminium hidroksida, 200 mg magnesium hidroksida, dan 50 mg simethicone
Golongan  Obat bebas 
Kategori  Kombinasi antasida dan antiflatulensi (antikembung)
Manfaat Mengatasi keluhan sakit maag akibat kelebihan asam lambung, seperti pada kondisi gastritis, tukak lambung, dan ulkus duodenum
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Camaag untuk ibu hamil Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan aluminum hidroksida, magnesium hidroksida, dan simethicone terhadap ibu hamil maupun janin.
Antasida dan simethicone dalam obat ini umumnya aman digunakan sebagai penanganan awal sakit maag pada masa kehamilan. Namun, penggunaan obat ini harus dikonsultasikan dengan oleh dokter.
Camaag untuk ibu menyusui Umumnya, kandungan dalam obat ini aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai.
Bentuk obat Suspensi

Peringatan sebelum Menggunakan Camaag

Camaag tetap perlu digunakan secara hati-hati walaupun merupakan obat bebas. Sebelum menggunakan obat ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Jangan menggunakan Camaag jika Anda alergi terhadap kandungan di dalam obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Jangan menggunakan Camaag jika Anda sedang mengalami diare atau sembelit. Orang yang sedang menjalani diet rendah magnesium juga tidak disarankan minum obat maag ini.
  • Beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, obstruksi usus, penyakit hati, atau perdarahan saluran cerna.
  • Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan Camaag jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen, vitamin, atau produk herbal apa pun. Hal ini dilakukan untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Camaag.

Dosis dan Aturan Pakai Camaag

Untuk meredakan keluhan akibat kelebihan asam lambung atau peningkatan gas di dalam saluran pencernaan, Camaag dapat dikonsumsi sesuai dengan dosis umum penggunaannya berikut ini:

  • Dewasa: 1–2 sendok takar (5–10 ml), 3–4 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: ½–1 sendok takar (2,5–5 ml), 3–4 kali sehari.

Cara Menggunakan Camaag dengan Benar 

Gunakan Camaag sesuai petunjuk yang tertera pada kemasan atau ikuti anjuran dari dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Agar hasil pengobatan dengan Camaag maksimal, perhatikan cara penggunaannya berikut ini:

  • Konsumsilah Camaag menjelang tidur dan saat perut kosong, yaitu 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Pastikan untuk mengocok botol kemasan sebelum obat dikonsumsi. Minumlah Camaag sesuai dengan aturan yang tertera dalam kemasan.
  • Apabila Anda juga sedang mengonsumsi obat lain, beri jarak minimal 2 jam sebelum atau sesudah minum Camaag.
  • Hentikan konsumsi obat begitu keluhan membaik. Konsultasikan dengan dokter jika kondisi Anda belum membaik atau malah memburuk setelah menggunakan Camaag selama 2 minggu.
  • Jika lupa mengonsumsi Camaag, segera konsumsi obat ini begitu teringat. Namun, bila jadwal minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Simpan Camaag di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Camaag dengan Obat Lain 

Kandungan aluminium hidroksida dan magnesium hidroksida dalam Camaag dapat mengurangi efektivitas beberapa obat jika digunakan bersamaan, di antaranya:

  • Antibiotik, seperti ciprofloxacin, cefdinir, atau tetracycline
  • Antibiotik untuk pengobatan TBC, seperti rifampicin
  • Antipsikotik, seperti chlorpromazine 
  • Levothyroxine untuk mengatasi hipotiroidisme atau menggantikan hormon tiroid
  • Obat untuk infeksi HIV, seperti dolutegravir
  • Rosuvastatin untuk menurunkan kolesterol
  • Suplemen zat besi untuk mengatasi anemia

Guna menghindari terjadinya interaksi obat, berikan jeda minimal 2 jam antara konsumsi Camaag dengan obat lain. Selain itu, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Camaag bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Camaag

Sama seperti obat lainnya, Camaag juga dapat menimbulkan beberapa efek samping setelah dikonsumsi, yaitu:

  • Mual
  • Sembelit  
  • Sakit kepala 
  • Diare 
  • Perut terasa penuh
  • Rasa logam di mulut

Apabila efek samping di atas tidak membaik atau malah memburuk, periksakan ke dokter. Anda dapat konsultasi dengan menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi secara langsung. Dokter dapat memberikan saran atau terapi tambahan untuk mengatasinya.

Meski jarang terjadi, Camaag juga dapat menimbulkan reaksi alergi atau efek samping yang lebih serius. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami keluhan seperti berikut ini:

  • Pusing berat
  • Linglung
  • Napas pendek
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur (aritmia)
  • Nyeri saat buang air kecil