Cefila sirup adalah obat antibiotik dengan kandungan cefixime yang efektif mengatasi infeksi bakteri, seperti pada saluran pernapasan, saluran kemih, dan telinga. Obat ini dikemas dalam bentuk sirup kering yang perlu dilarutkan terlebih dahulu sebelum diminum.

Kandungan cefixime di dalamnya bekerja dengan cara menghambat pembentukan dinding sel bakteri sehingga bakteri mati dan infeksi terhenti. Perlu diperhatikan bahwa Cefila hanya diperuntukkan bagi infeksi bakteri dan tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi akibat virus, seperti flu.

Cefila sirup

Beli Cefila Sirup di Aloshop

Apa Itu Cefila Sirup

Bahan aktif Tiap 5 ml mengandung 100 mg cefixime 
Golongan Obat resep
Kategori Antibiotik sefalosporin
Manfaat Mengobati infeksi bakteri
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Cefila sirup untuk ibu hamil Kategori B: Studi pada binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi hal ini tidak terkonfirmasi dengan data yang didapatkan dari studi terkontrol pada ibu hamil. 
Jika Anda sedang hamil, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat ini.
Cefila sirup untuk ibu menyusui Cefila sirup umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai anjuran dokter
Bentuk obat Sirup kering

Peringatan sebelum Menggunakan Cefila Sirup

Cefila sirup hanya bisa digunakan atas anjuran dokter. Ada hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan obat ini, yaitu:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Cefila sirup tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap cefixime atau obat antibiotik lain dari golongan sefalosporin, misalnya cefadroxil dan cefaclor.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, diabetes, penyakit liver, kekurangan gizi, atau gangguan pencernaan, seperti kolitis
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda baru saja atau berencana menjalani vaksinasi dalam waktu dekat. Kandungan cefixime dalam obat ini bisa menurunkan efektivitas vaksin tertentu.
  • Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan Cefila sirup jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui. Informasikan juga jika sedang menunda kehamilan dengan pil KB. Obat ini dapat menurunkan efektivitas pil KB.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika sedang menjalani terapi dengan obat lain, termasuk obat antibiotik, suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Cefila sirup. 
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Cefila sirup. Obat ini dapat menyebabkan pusing dan sakit kepala.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi Cefila sirup.

Dosis dan Aturan Pakai Cefila Sirup

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Cefila Sirup untuk gonore tanpa komplikasi, infeksi saluran kemih, otitis media, faringitis, tonsillitis, dan bronkitis berdasarkan usia pasien: 

  • Dewasa dan anak dengan BB≥30 kg : 50–100 mg, 2 kali sehari. Untuk infeksi berat, dosis dapat ditingkatkan sampai 200 mg, 2 kali per hari.
  • Anak dengan BB <30kg: 1,5–3 mg, 2 kali sehari. 

Cara Menggunakan Cefila Sirup dengan Benar

Ikutilah anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum menggunakan Cefila sirup. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa persetujuan dokter. 

Supaya hasil pengobatan maksimal, ikuti cara menggunakan Cefila sirup berikut ini:

  • Konsumsilah Cefila sirup pada saat makan atau segera sesudahnya agar tidak menimbulkan sakit maag.
  • Isi botol Cefila sirup dengan air putih sesuai takaran yang tertera pada petunjuk penggunaan. Sebelum obat diminum, kocok botolnya agar obat tercampur rata. Konsumsilah obat menggunakan alat takar yang tersedia di dalam kemasan agar dosisnya lebih akurat. 
  • Konsumsilah Cefila sirup pada waktu yang sama setiap harinya. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya. 
  • Jangan menghentikan pengobatan tanpa persetujuan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan anjuran dokter dapat membuat bakteri penyebab infeksi menjadi kebal terhadap pengobatan (resistensi antibiotik).
  • Simpan Cefila sirup di tempat bersuhu ruangan dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung, serta jauh dari jangkauan anak-anak. 
  • Jangan mengonsumsi Cefila sirup jika sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Cefila sediaan sirup kering tidak boleh digunakan lebih dari 7 hari setelah obat dicampur dengan air atau pelarut.

Interaksi Cefila Sirup dengan Obat Lain

Cefixime yang terkandung dalam Cefila sirup dapat menimbulkan efek interaksi bila digunakan bersama obat lain. Interaksi antarobat yang dapat terjadi meliputi:

  • Penurunan efektivitas vaksin yang berasal dari bakteri hidup, seperti vaksin BCG atau vaksin tifoid
  • Penurunan efektivitas obat yang mengandung estradiol, seperti pil KB
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari carbamazepine
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping cefixime jika digunakan bersama probenecid
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan antikoagulan, seperti warfarin 

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Cefila sirup bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun. 

Efek Samping dan Bahaya Cefila Sirup

Efek samping yang mungkin timbul akibat penggunaan Cefila sirup antara lain:

Jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau malah memburuk, berdiskusilah melalui Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi efek samping tersebut.

Jangan tunda untuk ke IGD jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius berikut ini:

  • Ruam berupa luka lepuh yang disertai pengelupasan kulit
  • Diare berat yang tidak kunjung reda, diare berdarah, atau kram perut yang berat
  • Kesulitan menelan atau bernapas
  • Gejala infeksi baru, misalnya sakit tenggorokan dan demam yang tidak kunjung sembuh
  • Gangguan ginjal, yang dapat ditandai dengan perubahan jumlah urine, bengkak di pergelangan kaki maupun kaki, mudah lelah, atau sesak napas
  • Gejala gangguan fungsi hati, seperti nyeri perut berat, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, perut bengkak dan nyeri, hilang nafsu makan, serta warna kulit dan mata menguning (penyakit kuning)
  • Kejang