Colpica adalah obat untuk meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin-bersin. Colpica tersedia dalam bentuk tablet dan dapat dibeli dengan atau tanpa resep dokter. 

Colpica mengandung kombinasi paracetamol, pseudoephedrine, dan chlorphenamine maleate yang bekerja dengan cara berbeda untuk membantu meredakan berbagai gejala flu. Paracetamol berfungsi menurunkan demam sekaligus meredakan nyeri ringan, seperti sakit kepala atau pegal-pegal.

Colpica

Sementara itu, pseudoephedrine bekerja sebagai dekongestan yang membantu melegakan hidung tersumbat dengan mengurangi pembengkakan pembuluh darah di rongga hidung. Chlorphenamine maleate merupakan antihistamin yang membantu meredakan bersin, hidung meler, serta keluhan akibat pelepasan histamin yang sering menyertai flu maupun reaksi alergi.

Apa Itu Colpica 

Bahan aktif Paracetamol 600 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg, dan chlorphenamine maleate 1 mg per tablet
Golongan Obat bebas terbatas
Kategori Obat flu kombinasi dekongestan, antihistamin, dan analgetik-antipiretik 
Manfaat Meredakan gejala flu, seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, hidung meler, dan bersin-bersin
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun sesuai aturan pakai pada kemasan atau anjuran dokter
Colpica untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada hewan menunjukkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada penelitian terkontrol pada ibu hamil. 
Obat ini hanya digunakan jika manfaat yang diharapkan lebih besar daripada risikonya terhadap janin.
Colpica untuk ibu menyusui Pseudoephedrine dan chlorphenamine dapat menurunkan produksi ASI.. 
Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Colpica selama menyusui. 
Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Menggunakan Colpica

Meski termasuk obat bebas terbatas, Colpica tidak boleh digunakan sembarangan. Sebelum mengonsumsi obat ini, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Jangan mengonsumsi Colpica jika Anda alergi terhadap paracetamol, pseudoephedrine, chlorphenamine maleate, atau kandungan lain di dalam obat ini.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, penyakit ginjal, hipertensi, penyakit jantung, gangguan irama jantung, hipertiroidisme, diabetes, glaukoma, pembesaran prostat, atau sulit buang air kecil.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan Colpica bila sedang mengonsumsi obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal, untuk menghindari terjadinya interaksi obat.
  • Jangan menggunakan obat flu lain yang juga mengandung paracetamol, pseudoephedrine, atau chlorphenamine tanpa anjuran dokter karena dapat meningkatkan risiko overdosis maupun efek samping.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol selama menggunakan Colpica karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati serta memperberat efek kantuk.
  • Jangan langsung mengemudi atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi Colpica karena obat ini dapat menyebabkan kantuk atau pusing.
  • Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani tindakan medis atau operasi selama menggunakan Colpica.
  • Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah menggunakan Colpica.

Dosis dan Aturan Pakai Colpica

Gunakan Colpica sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter.

Dosis umum Colpica adalah:

  • Dewasa: 1 tablet, 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: ½ tablet, 3 kali sehari.

Jangan menggunakan Colpica melebihi dosis yang dianjurkan. Bila gejala flu tidak membaik setelah 3 hari penggunaan atau justru memburuk, konsultasikan dengan dokter.

Cara Menggunakan Colpica dengan Benar

Gunakan Colpica sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Agar hasil pengobatan optimal, ikuti panduan berikut:

  • Telan tablet Colpica dengan bantuan air putih.
  • Colpica dapat dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan.
  • Jika lupa mengonsumsi Colpica, segera minum obat ini saat teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
  • Hentikan penggunaan bila gejala flu sudah membaik.
  • Perbanyak istirahat dan minum air putih agar proses pemulihan lebih cepat.
  • Simpan Colpica di tempat yang sejuk dan kering serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Segera konsultasikan ke dokter bila gejala tidak membaik setelah 3 hari penggunaan, demam semakin tinggi, atau muncul keluhan lain yang memburuk.

Interaksi Colpica dengan Obat Lain

Kandungan paracetamol, pseudoephedrine, dan chlorphenamine di dalam Colpica dapat menimbulkan interaksi bila digunakan bersama obat lain, antara lain:

  • Peningkatan risiko kerusakan hati bila digunakan bersama obat lain yang mengandung paracetamol atau obat yang bersifat hepatotoksik, seperti isoniazid.
  • Peningkatan risiko perdarahan bila digunakan bersama warfarin.
  • Peningkatan tekanan darah bila pseudoephedrine digunakan bersama dekongestan lain, antidepresan trisiklik, atau obat golongan monoamine oxidase inhibitor (MAOI), seperti isocarboxazid dan selegiline.
  • Penurunan efektivitas obat antihipertensi, seperti beta blocker, methyldopa, atau alpha blocker.
  • Peningkatan kantuk bila chlorphenamine digunakan bersama obat penenang, obat tidur, opioid, antihistamin lain, atau minuman beralkohol.

Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan Colpica bersama obat, suplemen, atau produk herbal lainnya. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. 

Efek Samping dan Bahaya Colpica

Efek samping yang dapat muncul setelah mengonsumsi Colpica, antara lain:

Konsultasikan kepada dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru bertambah berat. Anda dapat langsung buat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.

Segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Ruam yang luas, biduran, bengkak pada bibir, lidah, atau wajah, serta sesak napas
  • Gangguan fungsi hati yang ditandai dengan kulit atau mata menguning, urine berwarna gelap, atau nyeri perut hebat
  • Tekanan darah meningkat atau gangguan irama jantung
  • Sulit berkemih
  • Kejang atau penurunan kesadaran