Rasa sedih atau tidak peduli yang dirasakan penderita depresi biasanya terjadi dalam lebih dari 2 minggu. Ciri-ciri orang depresi dapat dilihat dari 2 aspek, yaitu psikologi dan fisik. Dari aspek psikologi, ciri-ciri depresi meliputi:

  • Selalu dibebani rasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri
  • Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga
  • Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan
  • Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
  • Mudah marah atau sensitif, serta mudah menangis
  • Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan
  • Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal
  • Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri

Sementara itu, dari aspek fisik, ciri-ciri depresi terdiri dari:

  • Selalu merasa kelelahan dan hilang tenaga
  • Selera makan menurun atau tidak berselera makan
  • Insomnia atau malah terlalu banyak tidur
  • Pusing atau rasa nyeri yang tidak jelas alasannya
  • Gerak tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya
  • Tidak ada gairah seksual
  • Berat badan turun secara drastis atau naik drastis

Penderita depresi tidak selalu merasakan gejala yang sama, tergantung pada keparahan depresi yang dialami. Depresi ringan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan hubungan sosial. Pada kondisi yang berat, penderita benar-benar tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dan membina hubungan dengan orang lain.

Jenis-Jenis Depresi

Selain itu, ada beberapa jenis depresi yang bisa terjadi. Pembagian ini di dasarkan pada tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis depresi:

1. Depresi mayor

Kondisi ini ditandai dengan munculnya perasaa sedih, kehilangan ketertarikan, atau gejala-gejala depresi lainnya, setiap hari, hampir setiap saat, dan berlangsung lebih dari 2 minggu atau lebih.

2. Distimia

Distimia atau gangguan depresi persisten (persistent depressive disorder) adalah kondisi depresi mayor, yang sudah berlangsung cukup lama, minimal 2 tahun.

3. Gangguan bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana perasaan atau emosi yang drastis pada dua periode waktu. Saat mengalami bipolar, seseorang bisa mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).

4. Depresi postpartum

Kondisi ini biasanya dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan. Umumnya depresi postpartum akan ditandai dengan munculnya gejala depresi mayor dalam kurun waktu 1 minggu sampai 1 bulan setelah melahirkan.

5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Pada beberapa wanita, bisa muncul keluhan dan gejala depresi saat sebelum dan selama menstruasi. Hal ini yang disebut dengan PMDD. Hal ini berbeda dengan gejala PMS (premenstrual syndrome).

6. Depresi atipikal (atypical depression)

Depresi atipikal akan ditandai dengan munculnya beberapa gejala depresi yang terkadang tidak khas, misalnya peningkatan berat badan drastis, tidur yang berlebihan, sedih yang berlebihan dengan penolakan. Biasanya gejala tersebut dapat mereda dengan adanya suasana atau kejadian positif.

Jika depresi disertai dengan gejala psikotik, seperti adanya halusinasi, gangguan pola pikir, atau waham (delusi), kondisi ini disebut dengan psychotic depression.

Kapan Harus ke Dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami keluhan dan gejala seperti yang telah disebutkan di atas. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu penderita untuk lebih produktif. Selain itu penanganan sejak dini dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat depresi.

Segera ke dokter atau IGD jika Anda merasakan ada keinginan untuk mencelakai diri sendiri atau orang lain. Penderita depresi berat sering kali tidak menyadari kondisnya. Jika Anda melihat orang disekitar Anda ingin melakukan percobaan bunuh diri segar bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan.