Depresi bisa terjadi pada usia berapa pun, namun depresi biasanya mulai terjadi saat usia dewasa. Penyebab depresi secara spesifik masih belum diketahui, diduga kondisi ini terjadi akibat kombinasi dari faktor genetik, biologis, psikologis, dan lingkungan.

Terdapat beberapa fakta bahwa faktor genetik diduga berpengaruh terhadap kejadian depresi:

  • Hampir 50% orang yang memiliki saudara kembar yang menderita depresi, juga memiliki kecenderungan untuk mengalami depresi.
  • Seseorang yang memiliki keluarga inti pernah mengalami depresi, tiga kali lebih rentan untuk mengalami depresi dibandingkan dengan yang tidak.

Namun secara pasti letak kelainan gen tersebut belum dapat ditentukan.

Walaupun depresi dapat berkembang tanpa didahului oleh faktor pemicu, tetapi beberapa kondisi di bawah ini diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami depresi. Di antaranya adalah:

  • Mengalami peristiwa traumatis. Beberapa contoh kejadian atau keadaan yang dapat memicu terjadinya depresi antara lain adalah penyiksaan atau pelecehan, kematian seseorang, masalah dalam hubungan (pernikahan, persahabatan, keluarga, percintaan, dan rekan kerja), serta kesulitan ekonomi.
  • Memiliki penyakit tertentu. Terkadang depresi muncul sebagai reaksi dari suatu penyakit yang sedang diderita, seperti cedera kepala dan gangguan hormon tiroid. Beberapa penyakit kronis dan mengancam nyawa juga bisa memicu terjadinya depresi. Contohnya adalah HIV/AIDS, penyakit jantung koroner, diabetes, atau kanker.
  • Memiliki kepribadian tertentu. Merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain, bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami depresi.
  • Ketergantungan alkohol dan narkoba. Banyak orang berusaha melarikan diri dari permasalahannya dengan mengonsumsi minuman beralkohol atau menggunakan narkoba. Padahal kedua hal tersebut justu malah dapat memicu terjadinya depresi atau memperparah depresi yang dialami.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat-obatan bisa meningkatkan risiko seseorang terkena depresi. Contohnya adalah obat tidur dan obat untuk hipertensi.