Jika tidak terdeteksi sejak awal atau tidak ditangani dengan baik, diabetes insipidus dapat menimbulkan berbagai komplikasi, terutama yang berkaitan dengan gangguan keseimbangan cairan tubuh.
Gangguan keseimbangan elektrolit
Elektrolit adalah mineral seperti kalsium, natrium, kalium, magnesium, dan bikarbonat di dalam darah. Kandungan mineral ini berfungsi menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh dan berperan dalam fungsi-fungsi sel. Jika kekurangan elektrolit, tubuh akan mengalami gejala berupa:
- Lelah
- Sakit kepala
- Kram otot
- Mual
- Muntah
- Kehilangan selera makan
Pada diabetes insipidus, kondisi yang paling sering terjadi adalah hipernatremia akibat kekurangan cairan.
Dehidrasi
Tubuh penderita diabetes insipidus tidak mampu mempertahankan kadar cairan tubuh yang normal. Akibatnya, penderita sangat rentan mengalami dehidrasi.
Kondisi ini terjadi karena ginjal tidak mampu menahan air dalam tubuh, sehingga cairan terus dikeluarkan dalam jumlah besar melalui urine. Jika tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup, penderita dapat dengan cepat mengalami kekurangan cairan.
Gejala dehidrasi yang dapat muncul meliputi:
- Mulut dan bibir kering
- Kulit kering, keriput, dan tidak kenyal
- Pusing atau sakit kepala
- Bingung dan mudah marah
Dehidrasi ringan dapat diatasi dengan meningkatkan asupan cairan atau oralit. Namun, jika sudah berat, penderita perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit melalui pemberian cairan infus.
Gangguan fungsi ginjal
Pada beberapa kasus, terutama diabetes insipidus nefrogenik, ginjal tidak merespons hormon antidiuretik (ADH) dengan baik. Jika berlangsung lama, ginjal bisa membuat urine menjadi lebih pekat, serta meningkatkan risiko gangguan ginjal kronis.
Menurunkan kualitas hidup
Frekuensi buang air kecil yang sangat sering (poliuria) dan rasa haus berlebihan (polidipsia) dapat menurunkan kualitas tidur, menyebabkan kelelahan kronis, serta mengganggu aktivitas sehari-hari dan konsentrasi.
Pada bayi dan anak-anak, diabetes insipidus bisa lebih berbahaya karena mereka sulit mengungkapkan rasa haus. Akibatnya, kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi berat, demam tanpa sebab yang jelas, rewel, kejang, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan.
Oleh karena itu, kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan dari dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius.
Jika Anda memiliki keluhan yang mengarah ke diabetes insipidus, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan informasi medis yang tepat, evaluasi gejala, serta saran penanganan sesuai kondisi Anda.