Diabetes tidak bisa disembuhkan. Pengobatan diabetes bertujuan untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah dan mengendalikan gejala untuk mencegah komplikasi yang mungkin terjadi.

Langkah Pengobatan dengan Insulin

Organ pankreas dalam tubuh penderita diabetes tipe 1 tidak mampu memproduksi insulin sehingga penderita harus menerima suplai insulin tiap hari. Ada beberapa jenis insulin yang bisa digunakan. Di antaranya:

  • Insulin kerja cepat yang efeknya tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat.
  • Insulin kerja singkat yang efeknya dapat bertahan maksimal delapan jam.
  • Insulin kerja panjang yang efeknya dapat bertahan maksimal sehari.

Pengobatan untuk penderita diabetes mungkin menggunakan kombinasi dari jenis-jenis insulin di atas.

Insulin lewat suntikan

Cara pemberian insulin yang paling umum adalah lewat suntikan. Cara ini dipilih karena jika diminum dalam bentuk tablet, insulin akan dicerna dalam perut seperti makanan dan tidak bisa masuk ke dalam darah.

Pada tahap awal pemakaian, dokter biasanya akan membantu Anda untuk menyuntikkan insulin. Lalu Anda akan diajari cara menyuntik dan menyimpan insulin serta membuang jarum dengan aman.

Ada dua metode yang biasanya digunakan untuk memberikan suntikan insulin, yaitu lewat jarum dan alat suntik atau pena. Penderita diabetes umumnya membutuhkan dua hingga empat suntikan per hari.

Pompa Insulin

Alternatif lain untuk menyuntikkan insulin adalah dengan pompa insulin. Alat penampung insulin ini berukuran kecil. Selang kecil lengkap dengan jarum di ujungnya akan menghubungkan pompa ke tubuh Anda. Jarum tersebut umumnya dimasukkan ke tubuh lewat perut, tapi ada juga yang memasukkannya lewat pinggul, paha, bokong, atau lengan.

Pompa ini akan menyalurkan insulin ke aliran darah dengan takaran yang bisa diatur, sehingga Anda tidak perlu melakukan suntikan insulin lagi. Tetapi Anda tetap harus waspada dan memantau kadar gula darah dengan saksama untuk memastikan Anda menerima dosis insulin yang tepat.

Pompa insulin sangat praktis dan dapat digunakan oleh semua penderita diabetes tipe 1, terutama yang sering mengalami kadar gula rendah. Alat ini juga belum digunakan secara luas di Indonesia karena harganya yang mahal.

Pemantauan Kadar Gula Darah 

Menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang

Tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah menjaga keseimbangan glukosa darah. Anda bisa melakukannya dengan pengobatan insulin dan pola makan sehat, tetapi untuk memastikan kadar gula darah yang normal, Anda membutuhkan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin.

Beberapa faktor yang bisa memengaruhi kadar gula darah Anda adalah:

  • Stres.
  • Frekuensi dan intensitas olahraga.
  • Penyakit lain seperti pilek atau batuk.
  • Mengonsumsi obat lain.
  • Konsumsi minuman beralkohol.
  • Perubahan jumlah hormon selama menstruasi.

Pemeriksaan kadar gula darah sendiri dapat dilakukan lewat tes darah sederhana dengan tusukan kecil di jari. Tes ini umumnya dianjurkan bagi para penderita diabetes. Anda mungkin perlu melakukannya sebanyak empat kali atau lebih dalam sehari. Tipe pengobatan insulin yang Anda jalani akan memengaruhi frekuensi tes yang dibutuhkan. Dokter juga akan menjelaskan tentang kadar gula darah yang ideal.

Milligrams/deciliter (mg/dL) adalah satuan untuk kadar gula darah yang digunakan secara umum di Indonesia. Karena itu, Anda sebaiknya berhati-hati, memastikan satuannya terlebih dulu saat membeli alat tes glukosa darah dan mengetahui nilai rujukannya .

Pemeriksaan kadar gula darah secara teratur

Selain pemantauan sendiri yang dilakukan tiap hari, Anda dianjurkan untuk menjalani tes HbA1c setiap 2-6 bulan sekali. Proses ini akan menunjukkan keseimbangan kadar gula darah Anda serta tingkat keefektifan jenis pengobatan yang Anda jalani.

Metode Penanganan Hiperglikemia

Kadar gula darah yang terlalu tinggi (hiperglikemia) dapat terjadi karena beberapa sebab, misalnya porsi makan yang terlalu banyak, kondisi kesehatan yang menurun, atau dosis insulin yang kurang. Penyesuaian pola makan atau dosis insulin akan dibutuhkan penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia. Dokter juga dapat membantu Anda untuk menemukan penyesuaian terbaik.

Hiperglikemia yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi serius. Tubuh akan mengolah lemak dan otot sebagai sumber energi alternatif, serta meningkatkan kadar asam dalam darah (ketoasidosis diabetik).

Ketoasidosis diabetik sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan penderita mengalami dehidrasi, muntah-muntah, kehilangan kesadaran, bahkan kematian. Karena itu, penderita diabetes yang mengalami hiperglikemia harus segera ditangani di rumah sakit. Penderita juga biasanya akan diberi infus untuk menambah cairan tubuh, seperti cairan saline dan potasium.

Metode Penanganan Hipoglikemia

Saat kadar gula darah Anda terlalu rendah, Anda akan mengalami hipoglikemia. Kondisi ini dapat terjadi pada semua penderita diabetes, tapi umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 1.

Beberapa gejala untuk hipoglikemia ringan adalah lemas, gemetaran, dan lapar. Kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi makanan atau minuman manis, misalnya minuman bersoda (bukan yang jenis diet), gula, atau kismis. Glukosa murni dalam bentuk tablet atau cair juga bisa dikonsumsi untuk mengatasi hipoglikemia secara cepat.

Hipoglikemia berat akan mengakibatkan penderita diabetes merasa linglung, mengantuk, bahkan kehilangan kesadaran. Penderita diabetes yang mengalami kondisi ini harus diberi suntikan glukagon (hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat) langsung pada otot atau vena.

Kehilangan kesadaran akibat hipoglikemia berarti hipoglikemia kemungkinan bisa kambuh lagi beberapa jam kemudian. Karena itu, beristirahatlah dan pastikan ada yang menemani Anda.

Anda akan membutuhkan pertolongan medis secepatnya dan suntikan glukagon lagi jika tetap merasa mengantuk atau tidak siuman selama 10 menit setelah menerima suntikan glukagon pertama pada otot.

Penanganan dengan Transplantasi Islet

Transplantasi islet juga mungkin dapat menolong sebagian penderita diabetes tipe 1. Dalam proses ini, sel islet diperoleh dari donor yang sudah meninggal dan ditranplantasikan ke dalam pankreas penderita diabetes tipe 1. Sel islet adalah jenis sel pankreas yang menghasilkan insulin.

Penanganan dengan Transplantasi Pankreas

Transplantasi pankreas bisa mengembalikan kemampuan pengendalian glukosa tubuh, khususnya bagi pengidap diabetes tipe 1 dengan kondisi yang fluktuatif atau memiliki kadar gula darah yang tidak stabil. Namun, prosedur ini berisiko tinggi karena membutuhkan proses imunosupresi yang lebih berbahaya dibanding terapi penggantian insulin sehingga hanya dianjurkan beserta atau setelah transplantasi ginjal.

Obat-obatan Lain untuk Mengurangi Risiko Komplikasi

Penderita diabetes tipe 1 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal. Karena itu dokter mungkin akan menyarankan obat-obatan berikut untuk mengurangi risikonya, seperti:

  • Statin untuk mengurangi kadar kolestrol tinggi.
  • Obat penurun tekanan darah tinggi.
  • Obat-obatan ACE inhibitor, seperti enalapril, lisinopril, atau ramipril, jika ada indikasi penyakit ginjal diabetik. Perkembangan penyakit yang ditandai dengan adanya protein albumin dalam urine ini bisa dikendalikan jika segera ditangani.
  • Aspirin dosis rendah untuk mencegah stroke.

Di samping penanganan medis, menerapkan gaya hidup sehat juga dapat membantu dalam menangani diabetes tipe 1. Contohnya dengan melakukan diet rendah karbohidrat, olahraga yang cukup, serta menghindari stres.