Pengobatan diabetes tipe 1 bertujuan untuk menormalkan kadar gula darah, dan mencegah komplikasi. Kadar gula darah pasien akan dijaga agar berada pada kisaran 80-130 mg/dL sebelum makan, dan di bawah 180 mg/dL dua jam setelah makan.

Metode pengobatan yang akan dilakukan, antara lain:

Pemberian insulin

Insulin diberikan beberapa kali dalam sehari. Pemberian dilakukan melalui suntikan, karena insulin akan dicerna lambung dan tidak dapat masuk ke aliran darah bila diberikan dalam bentuk pil. Dokter akan mengajarkan pasien cara menyuntikkan insulin, agar selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Pasien juga akan diberi tahu cara menyimpan insulin dan cara membuang jarum dengan benar.

Jenis insulin yang diberikan adalah kombinasi antara insulin kerja cepat dan insulin kerja panjang, dengan dosis suntikan 2 kali sehari atau dapat ditingkatkan menjadi 3-4 suntikan sehari.

Selain melalui suntikan, insulin juga dapat diberikan menggunakan pompa insulin. Pompa insulin berukuran sebesar ponsel, dan dilengkapi tabung yang tersambung ke kateter. Kateter dapat dimasukkan ke perut, lengan, pinggul, paha atau bokong pasien. Sedangkan pompanya dapat disematkan di ikat pinggang atau dimasukkan ke saku celana.

Pompa insulin diprogram untuk memasukkan insulin ke dalam tubuh secara terus-menerus, sedikit demi sedikit. Hal tersebut untuk menjaga kadar gula darah selalu normal. Pada jam makan, pasien bisa menambah kadar insulin, tergantung kepada kadar karbohidrat yang dikonsumsi.

Pengobatan dengan insulin harus disertai dengan pemeriksaan kadar gula darah secara rutin, guna memastikan selalu dalam batas normal. Hal tersebut dikarenakan kadar gula darah dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti olahraga, obat-obatan, dan kondisi kesehatan secara umum. Pada wanita, kadar gula darah juga dipengaruhi oleh perubahan hormon dalam masa menstruasi.

Frekuensi pemeriksaan tergantung kepada jenis pengobatan insulin yang dijalani. Pasien yang menjalani pengobatan dengan pompa insulin disarankan menjalani pemeriksaan kadar gula darah minimal 4 kali sehari. Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri menggunakan alat cek gula darah atau glukometer.

Di samping pemeriksaan secara mandiri, pasien akan disarankan untuk menjalani tes HbA1c tiap 2-6 bulan sekali. Tes HbA1c akan menunjukkan rata-rata kadar gula darah pasien dalam 2-3 bulan terakhir, dan mengevaluasi apakah pengobatan pada pasien berjalan baik. Pada penderita diabetes, target kadar HbA1c kurang dari 7 persen. Makin tinggi kadar HbA1c, maka makin tinggi pula risiko penderita terserang komplikasi diabetes.

Sistem pankreas buatan

Sistem pankreas buatan adalah serangkaian alat yang dirancang untuk meniru kemampuan organ tersebut dalam mengatur kadar gula darah. Perangkat ini terdiri dari pompa insulin, continuous glucose monitoring (CGM), dan alat yang menghubungkan keduanya, yang digunakan sebagai kontrol dan pengatur dosis. Fungsi sistem pankreas buatan adalah untuk mengukur kadar glukosa secara rutin dan menyesuaikan kadar insulin yang disuntikkan, layaknya pankreas asli.

Obat-obatan

Di samping pemberian insulin, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat pada penderita diabetes, seperti:

  • Aspirin. Obat ini untuk menjaga kesehatan jantung pasien.
  • Obat tekanan darah tinggi. Obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE inhibitor), dan angiotensin II receptor blockers (ARB) dapat diberikan guna menjaga kesehatan ginjal pasien. Jenis obat di atas diberikan pada pasien dengan tekanan darah di atas 140/90 mm Hg.
  • Obat penurun kolesterol. Obat ini diberikan agar kadar kolesterol selalu terjaga, karena pasien dengan kondisi ini akan sangat berisiko terserang penyakit jantung.

Diet sehat

Untuk membantu proses penyembuhan, pasien dapat mengonsumsi makanan tinggi serat dan rendah lemak, seperti gandum, sayur dan buah-buahan. Pasien juga akan disarankan mengurangi asupan karbohidrat dan produk makanan hewani. Pola diet ini juga disarankan bagi orang yang tidak mengalami diabetes.

Penting bagi pasien untuk mengetahui jumlah asupan karbohidrat pada makanan yang dikonsumsi, agar kadar insulin yang disuntikkan berada dalam jumlah yang tepat. Bila perlu, minta bantuan pada dokter gizi untuk membuat rencana pola dan jenis makan yang sesuai dengan kebutuhan.

Olahraga

Pasien perlu melakukan olahraga, misalnya dengan berjalan kaki atau berenang. Lakukan sedikitnya 150 menit dalam sepekan, dan jangan melewatkan lebih dari 2 hari tanpa olahraga. Pada anak-anak, olahraga dapat dilakukan satu jam tiap hari.

Bila melakukan olahraga secara rutin, disarankan untuk memeriksa gula darah lebih sering. Hal ini agar asupan nutrisi dan dosis insulin yang diberikan, sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh.