Diabetes tipe 1 dapat menyebabkan sejumlah komplikasi berbahaya, antara lain:

Hipoglikemia. Hipoglikemia adalah kondisi kadar gula darah yang terlalu rendah. Komplikasi ini dipicu oleh suntik insulin yang terlalu banyak. Selain itu, hipoglikemia juga dapat disebabkan oleh kurangnya asupan karbohidrat atau olahraga yang terlalu berlebihan.

Hiperglikemia. Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula yang terlalu tinggi. Kondisi ini dapat terjadi akibat porsi makan yang terlalu banyak atau kurangnya dosis insulin. Hiperglikemia yang dibiarkan tidak tertangani bisa memicu komplikasi serius ketoasidosis diabetik, suatu kondisi di mana tubuh bukan mengolah karbohidrat, melainkan lemak sebagai sumber energi utama.

Penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes yang tidak tertangani dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.

Kerusakan saraf (neuropati). Diabetes dapat merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang memberi nutrisi pada saraf, terutama pada saraf di kaki. Kondisi tersebut akan memicu rasa nyeri, sensasi terbakar, atau mati rasa di ujung jari kaki. Kerusakan saraf juga dapat terjadi di saluran pencernaan, dan menyebabkan penderita mengalami mual, muntah, diare atau malah sembelit.

Penderita yang mengalami kerusakan saraf disarankan untuk memeriksa kondisi kakinya tiap hari. Segera ke dokter bila ada luka yang melepuh atau tidak kunjung sembuh. Luka yang tidak tertangani akan memicu infeksi serius, sehingga perlu dilakukan tindakan amputasi.

Kerusakan ginjal (nefropati). Kadar gula tinggi dapat merusak sistem penyaringan pada ginjal. Bila kerusakan cukup parah, penderita dapat mengalami gagal ginjal, atau bahkan perlu menjalani cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal.

Kerusakan mata. Diabetes dapat meningkatkan risiko katarak dan glaukoma. Di samping itu, penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina (retinopati diabetik) yang bisa memicu kebutaan.

Komplikasi kehamilan. Gula darah tinggi meningkatkan risiko komplikasi berbahaya pada ibu hamil, seperti ketoasidosis diabetik, retinopati diabetik, dan preeklamsia. Janin yang dikandung juga berisiko mengalami keguguran atau kelainan saat lahir.

Disfungsi seksual. Pada pria penderita diabetes, terutama yang merokok, kerusakan saraf dan pembuluh darah dapat memicu disfungsi ereksi. Sedangkan pada penderita diabetes wanita, disfungsi seksual yang terjadi dapat meliputi vagina kering, sulit meraih orgasme, atau nyeri saat berhubungan intim.