Diapet adalah produk herbal yang bermanfaat untuk mengobati diare, mengurangi frekuensi buang air besar, memadatkan feses yang cair, dan meredakan rasa mulas akibat diare. Ada tiga jenis produk Diapet yang dijual secara bebas di pasaran, yaitu Diapet, Diapet Anak, dan Diapet NR.

Diapet mengandung daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima. Kombinasi keempat bahan tersebut dipercaya bisa mengatasi diare. Obat ini tersedia dalam dua bentuk, yaitu kapsul dan sirop.

Diapet Alodokter

Produk Diapet

Diapet memiliki tiga jenis produk yang dijual di Indonesia, yaitu:

  • Diapet
    Diapet mengandung 240 mg daun jambu biji, 204 mg rimpang kunyit, 84 mg buah mojokeling, dan 72 mg kulit buah delima dalam tiap kapsulnya.
  • Diapet anak
    Diapet anak mengandung 140 mg daun jambu biji, 120 mg rimpang kunyit, 50 mg buah mojokeling, dan 40 mg kulit buah delima dalam tiap 10 ml. Produk yang berbentuk sirop ini bisa digunakan oleh anak usia 5 tahun ke atas.
  • Diapet NR
    Selain mengandung 80 mg daun jambu biji, 67,92 mg rimpang kunyit, 27,92 mg buah mojokeling, dan 24,16 mg kulit buah delima, Diapet NR juga mengandung 200 mg attapulgite dan 54,35 mg karbon aktif yang dapat menyerap racun akibat infeksi bakteri atau keracunan makanan.

Apa Itu Diapet

Bahan Aktif Daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima
Golongan Obat bebas
Kategori Obat antidiare herbal
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak usia ≥5 tahun
Diapet untuk ibu hamil dan menyusui Kategori NBelum dikategorikan.

Belum diketahui apakah Diapet diserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.

Bentuk obat Kapsul dan sirop

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Diapet 

Meski dijual bebas, Diapet tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Berikut ini adalah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Diapet:

  • Jangan mengonsumsi Diapet jika Anda alergi terhadap obat ini.
  • Jangan berikan Diapet pada anak usia kurang dari 5 tahun.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi Diapet jika Anda menderita demam, nyeri perut, buang air besar berdarah, dehidrasi, obstruksi usus, intoleransi laktosa, batu empedu, gangguan pembekuan darah, kekurangan zat besi, penyakit hati, hipotensi, diabetes, atau eksim.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Diapet jika Anda sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan Diapet jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang merencanakan operasi, termasuk operasi gigi.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau overdosis setelah mengonsumsi Diapet.

Dosis dan Aturan Pakai Diapet

Dosis Diapet ditentukan berdasarkan jenisnya dan usia pengguna. Berikut adalah penjelasannya:

Diapet

  • Dewasa: 2 kapsul, 2 kali sehari. Untuk mengurangi frekuensi buang air besar akibat diare akut bisa dikonsumsi 2 kapsul, 2 kali sehari.

Diapet Anak

  • Anak-anak usia ≥5 tahun: 10 ml setara dengan 2 sendok teh atau 1 sachet, 2 kali sehari.

Diapet NR

  • Dewasa dan anak-anak usia ≥5 tahun: 2 kapsul, 2 kali sehari. Untuk mengurangi frekuensi buang air besar akibat diare akut bisa dikonsumsi 2 kapsul, 2 kali sehari.

Cara Mengonsumsi Diapet dengan Benar 

Konsumsi Diapet sesuai anjuran dokter dan jangan lupa untuk membaca keterangan pada kemasan obat. Jangan menambahkan atau mengurangi dosis, serta jangan menggunakan obat melebihi jangka waktu yang dianjurkan.

Diapet dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Gunakan segelas air untuk menelan kapsul Diapet secara utuh. Jangan menghancurkan, membelah, atau mengunyah kapsul, karena dapat meningkatkan efek samping.

Untuk Diapet Anak bentuk sirop, jangan lupa kocok obat sebelum diminum. Gunakan sendok atau gelas takar khusus yang disertakan dalam kemasan Diapet Anak agar dosisnya lebih akurat.

Selama mengalami diare, penting untuk mencegah terjadinya dehidrasi dengan tetap minum air putih atau mengonsumsi cairan dalam jumlah yang cukup. Selama mengalami diare, hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memperburuk diare, seperti gorengan, makanan yang terlalu berminyak atau berlemak, makanan pedas, kol, minuman berkafein, termasuk minuman soda atau kopi.

Diapet hanya digunakan untuk mengatasi diare yang terjadi dalam jangka pendek. Obat ini juga tidak bisa menyembuhkan penyakit yang mendasari terjadinya diare. Segera konsultasikan dengan dokter bila diare tidak kunjung mereda atau timbul tanda dan gejala dehidrasi.

Simpan Diapet pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup agar tidak terkena paparan sinar matahari. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Diapet dengan Obat Lain

Belum diketahui secara pasti apakah daun jambu biji, kunyit, buah mojokeling, dan kulit buah delima menimbulkan interaksi obat jika digunakan dengan obat-obatan lain.

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat yang tidak diinginkan, pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang atau akan menggunakan obat lain saat mengonsumsi Diapet.

Efek Samping dan Bahaya Diapet

Kandungan bahan aktif di dalam Diapet relatif aman dan jarang menimbulkan efek samping selama dikonsumsi sesuai aturan pakai. Jika muncul efek samping, biasanya bersifat ringan, seperti:

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping yang disebutkan di atas tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat yang bisa ditandai dengan gejala tertentu, seperti muncul ruam kulit yang gatal, bengkak pada bibir dan kelopak mata, atau kesulitan bernapas.