Pengobatan diare terbagi menjadi dua berdasarkan jenis pengobatannya, yakni:

Terapi Mandiri

Sebagian besar kasus diare dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, ada beberapa terapi yang dapat dilakukan oleh penderita di rumah untuk meredakan gejala, yaitu:

Meningkatkan konsumsi cairan (rehidrasi)

Mengganti cairan yang hilang dan elektrolit adalah salah satu kunci penting dalam penanganan diare. Hal ini juga bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Caranya adalah dengan mengonsumsi cairan sebanyak-banyaknya, bisa berupa air putih, jus, atau kaldu.

Pada anak-anak, pemberian oralit (campuran air bersih, garam, dan gula) sangat disarankan. Sementara, pada bayi yang masih menyusui, asupan ASI harus selalu terjaga, terlebih pada 6 bulan pertama. Pemberian ASI pada bayi dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh bayi terhadap infeksi virus dan bakteri.

Mengonsumsi makanan yang tepat

Penderita diare juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak air, seperti sup. Penderita juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lunak sehingga lebih mudah dicerna.

Konsumsi suplemen makanan, seperti probiotik yang mengandung Lactobacillus acidophilus, juga diduga dapat mempercepat penyembuhan diare. Hal ini karena probiotik dapat meningkatkan jumlah bakteri baik di dalam usus. Meskipun begitu, efektivitas probiotik untuk mengatasi diare masih belum jelas.

Probiotik banyak ditemukan pada yoghurt dan Greek yoghurt. Namun, jika diare disebabkan oleh intoleransi laktosa, tidak disarankan untuk mengonsumsi yogurt, karena produk ini terbuat dari susu.

Selain itu, hindari juga makanan yang tinggi lemak (seperti gorengan dan santan), makanan berserat (seperti buah dan sayuran), atau makanan yang berbumbu menyengat, seperti makanan pedas. Makanan-makanan tersebut bisa kembali dikonsumsi secara bertahap jika diare sudah berkurang.

Mengonsumsi obat anti diare

Obat anti diare dapat membantu mengurangi frekuensi buang air besar dan memadatkan tinja. Ada beberapa obat anti diare yang dijual bebas di apotek, yaitu:

Meski dijual bebas, penggunaan obat tersebut sebaiknya tetap disertai konsultasi dengan dokter. Anda bisa menanyakan kepada dokter mengenai penggunaan obat yang tepat melalui fitur chat dokter di aplikasi ALODOKTER.

Pengobatan oleh Dokter

Jika upaya penanganan diare secara mandiri belum efektif, ada kemungkinan diare disebabkan oleh infeksi bakteri atau parasit. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan obat antibiotik atau antiparasit.

Obat-obatan untuk meringankan gejala diare, seperti attapulgite dan kaolin, juga tetap dapat diberikan. Selain itu, dokter juga dapat memberikan obat lain, seperti:

  • Loperamide, untuk memperlambat gerakan usus
  • Paracetamol atau ibuprofen, untuk meredakan demam dan sakit perut

Pada diare yang menyebabkan dehidrasi berat, dokter akan memberikan terapi cairan lewat infus. Pemberian cairan ke dalam tubuh ini dapat menggantikan cairan tubuh dan elektrolit yang hilang akibat diare.

Sementara, pada kasus diare yang disebabkan oleh penyakit lain, seperti radang usus, dokter akan memberikan obat untuk mengendalikan penyakit tersebut. Jika penyakit penyebabnya terkendali, gejala diare pun akan berangsur mereda.

Sedangkan, untuk mengatasi diare yang disebabkan oleh konsumsi obat tertentu, dokter akan mengganti atau menurunkan dosis obat yang menyebabkan diare agar gejala diare dapat membaik.