Diagnosis disentri dilakukan untuk mengetahui penyebab diare berdarah yang dialami pasien, apakah akibat infeksi bakteri, ameba, atau kondisi lain pada saluran pencernaan. 

Agar pengobatan yang diberikan sesuai, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari tanya jawab, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang.

Berbagai Pemeriksaan untuk Diagnosis Disentri

Berikut adalah rangkaian pemeriksaan yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis disentri:

Tanya jawab

Dokter akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan beberapa hal berikut:

  • Gejala yang dialami dan sudah berlangsung berapa lama
  • Frekuensi diare dan ada tidaknya darah atau lendir pada feses
  • Makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelumnya
  • Riwayat bepergian atau kebiasaan hidup sehari-hari
  • Riwayat penyakit pasien dan keluarga
  • Obat-obatan atau suplemen yang sedang digunakan

Pemeriksaan fisik

Setelah tanya jawab, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi tubuh pasien secara menyeluruh. Dalam pemeriksaan ini, dokter akan memeriksa:

  • Suhu tubuh
  • Tekanan darah dan detak jantung
  • Berat badan
  • Tanda dehidrasi pada kulit dan mulut
  • Area perut untuk mendeteksi nyeri atau pembengkakan

Pada beberapa kasus, dokter sudah dapat memperkirakan diagnosis disentri dari hasil tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Namun, untuk memastikan penyebabnya, dokter dapat melakukan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan sampel feses, untuk mengetahui apakah disentri disebabkan oleh bakteri atau ameba
  • Tes darah, untuk melihat tanda infeksi, anemia, atau gangguan fungsi hati
  • Tes kekebalan antibiotik, untuk menentukan jenis antibiotik yang paling efektif
  • USG perut, untuk mendeteksi komplikasi seperti abses hati pada disentri ameba

Jika hasil pemeriksaan masih belum jelas, dokter dapat melakukan pemeriksaan tambahan, seperti kolonoskopi dan biopsi usus. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan selang berkamera melalui anus untuk melihat kondisi usus dan mengambil sampel jaringan bila diperlukan.

Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan penyebab disentri dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien. Jika Anda mengalami diare berdarah atau keluhan yang tidak membaik, konsultasikan keluhan Anda dengan dokter. 

Konsultasi bisa dilakukan melalui fitur Chat Bersama Dokter. Lewat chat, dokter akan memberikan penjelasan menyeluruh dan saran mengenai kondisi Anda, termasuk jenis pemeriksaan yang sesuai.