Disentri bakteri ringan bisa sembuh dalam 3–7 hari dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan tubuh. Hal-hal yang penting untuk diperhatikan antara lain:

  • Mencegah dehidrasi dengan memperbanyak konsumsi cairan, seperti air putih atau minuman isotonik
  • Memberikan cairan rehidrasi, seperti oralit, kepada anak setiap kali diare atau muntah
  • Mengonsumsi makanan padat dan rendah serat, seperti daging ayam, nasi, atau telur
  • Menghindari konsumsi makanan berlemak, produk susu, makanan tinggi serat seperti sayur dan buah, dan makanan pedas selama beberapa hari
  • Mengonsumsi obat yang dapat dibeli bebas di apotek seperti, bismuth subsalisilat untuk meredakan kram perut dan diare, serta paracetamol untuk meredakan nyeri dan demam

Perlu diketahui bahwa obat diare yang memperlambat kerja usus, seperti loperamide, dapat memperparah gejala. Oleh sebab itu, obat ini hanya boleh dikonsumsi jika disarankan oleh dokter.

Jika disentri tidak juga membaik dengan terapi mandiri di atas, penanganan oleh dokter sangat diperlukan. Tindakan yang akan dilakukan oleh dokter adalah pemberian antibiotik, seperti:

  • Ciprofloxacin, pada pasien disentri bakteri
  • Metronidazole, pada pasien disentri ameba

Pada kasus tertentu, dokter dapat meresepkan dua jenis antibiotik untuk memastikan sudah tidak ada ameba penyebab disentri di dalam tubuh.

Pada pasien yang mengalami dehidrasi berat, dokter akan memberikan cairan pengganti melalui infus. Cara ini dapat mengembalikan cairan dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh lebih cepat dibandingkan melalui minum.

Selain itu, infus juga bisa digunakan untuk memberikan obat-obatan pada pasien yang tidak bisa minum obat karena muntah-muntah.