Berdasarkan penyebabnya, disentri dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

  • Disentri bakteri. Jenis disentri ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri, antara lain Campylobacter, E-coli tipe enterohemorrhagic (EHEC), Salmonnella, atau bakteri Shigellla.

Ada 4 jenis bakteri Shigella penyebab disentri, yaitu Shigella boydii, Shigella sonnei, Shigella flexneri, dan Shigella dysenteriae. Shigella sonnei merupakan penyebab disentri yang paling sering, sementara Shigella dysenteriae adalah penyebab disentri yang paling parah.

  • Disentri ameba. Jenis disentri ini disebabkan oleh ameba (parasit bersel satu) yang bernama Entamoeba histolytica.

Faktor Risiko Disentri

Bakteri dan ameba penyebab disentri hidup di feses penderita, namun dapat menyebar bila penderita tidak menjaga kebersihan dengan baik. Penyebaran dapat terjadi jika penderita tidak mencuci tangan sampai benar-benar bersih. Sebagai contoh, tangan yang tidak dicuci bersih setelah dari toilet akan menyebabkan bakteri di tangan menempel pada permukaan benda yang disentuh.

Bakteri pada benda yang terkontaminasi tadi, dapat masuk melalui mulut orang lain secara tidak sengaja. Hal ini terjadi bila seseorang menyentuh mulut tanpa cuci tangan terlebih dahulu, setelah menyentuh benda yang terkontaminasi. Dari mulut, bakteri akan menggandakan diri dan menyerang sel di usus besar, lalu menimbulkan gejala disentri.

Bakteri dan ameba penyebab disentri juga dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi kotoran manusia. Kondisi ini umum terjadi di area yang kebersihannya buruk. Penyebaran juga rentan terjadi di daerah yang ketersediaan air bersihnya terbatas dan tempat pembuangan limbahnya tidak memadai, atau di area yang masih menggunakan kotoran manusia sebagai pupuk.