Elp adalah obat untuk membantu meredakan depresi. Selain itu, obat ini juga dapat diresepkan untuk menangani gangguan kecemasan, gangguan panik, gangguan obsesif kompulsif, atau fobia sosial. Obat antidepresan ini mengandung bahan aktif 10 mg escitalopram.

Escitalopram yang terkandung dalam Elp bekerja dengan cara menjaga keseimbangan serotonin di otak. Dampaknya, suasana hati dapat lebih terkendali dan keluhan depresi dapat mereda. Elp tersedia dalam bentuk tablet dan hanya bisa digunakan dengan resep dokter.

Elp

Apa Itu Elp

Bahan aktif  Escitalopram 
Golongan Obat resep
Kategori Antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs)
Manfaat Mengatasi gejala depresi, gangguan kecemasan, gangguan obsesif kompulsif, serangan panik, atau fobia sosial 
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥12 tahun
Elp untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Elp untuk ibu menyusui Elp bisa dikonsumsi oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait pilihan obat yang lebih aman, terutama jika bayi lahir prematur atau usianya belum genap 1 bulan.
Bentuk obat Tablet salut selaput

Peringatan sebelum Menggunakan Elp

Elp hanya bisa dibeli dengan resep, yang bisa didapatkan melalui Chat Bersama Dokter. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Elp tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap obat ini.
  • Jangan memberikan Elp kepada anak usia di bawah 12 tahun.
  • Pastikan untuk memberi tahu dokter jika dalam 14 hari terakhir Anda baru saja menggunakan obat golongan MAOI, seperti isocarboxazid. Elp tidak boleh dikonsumsi oleh pasien yang baru saja menjalani pengobatan dengan obat tersebut. 
  • Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita tukak lambung atau ulkus duodenum, kejang, penyakit ginjal, penyakit hati, glaukoma, hiponatremia, gangguan perdarahan, hipertensi, atau stroke.
  • Sampaikan kepada dokter jika menderita gangguan bipolar, pernah berpikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri, atau memiliki riwayat penyalahgunaan NAPZA.
  • Beri tahu dokter jika Anda memiliki aritmia, kelainan hasil EKG, atau jika ada anggota keluarga Anda yang mengalami henti jantung mendadak pada usia muda.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan Elp jika Anda sedang menyusui, hamil, atau sedang merencanakan kehamilan. 
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Segera ke dokter jika kondisi Anda tidak membaik, makin memburuk, atau muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri
  • Hindari konsumsi minuman beralkohol selama mengonsumsi Elp. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami kecanduan alkohol atau kesulitan menghentikan konsumsi minuman beralkohol.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Elp. Obat ini dapat menyebabkan pusing atau kantuk. 
  • Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang serius setelah mengonsumsi Elp.

Dosis dan Aturan Pakai Elp

Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Elp berdasarkan kondisi pasien:

Kondisi: Depresi, gangguan kecemasan, atau obsessive compulsive disorder (OCD)

  • Dewasa: 10 mg 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan setelah 7 hari penggunaan sampai maksimal 20 mg 1 kali sehari, tergantung respons pasien terhadap obat. 
  • Anak usia ≥12 tahun: 10 mg 1 kali sehari. Jika perlu, dosis dapat ditingkatkan setelah 3 minggu penggunaan sampai maksimal 20 mg 1 kali sehari.
  • Lansia: 5 mg 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sampai 10 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap obat.

Kondisi: Fobia sosial 

  • Dewasa: 10 mg 1 kali sehari. Dosis dapat dikurangi atau ditingkatkan sampai maksimal 20 mg 1 kali sehari, setelah 7 hari penggunaan, tergantung respons pasien terhadap obat. 
  • Lansia: 5 mg 1 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan sampai maksimal 10 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap obat.

Kondisi: Gangguan panik dengan disertai atau tanpa disertai agoraphobia

  • Dewasa: 5 mg 1 kali sehari, yang diberikan selama 7 hari. Dosis selanjutnya dapat ditingkatkan sampai maksimal 20 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap obat. 
  • Lansia: 5 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan sampai 10 mg per hari, tergantung respons pasien terhadap obat.

Cara Menggunakan Elp dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Elp. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter. 

Agar efek pengobatan maksimal, perhatikan panduan penggunaan Elp berikut ini:

  • Konsumsilah Elp sebelum atau sesudah makan. 
  • Usahakan untuk mengonsumsi Elp pada waktu yang sama setiap harinya agar manfaatnya maksimal. Jika Anda menderita gangguan tidur, disarankan untuk meminum Elp pada pagi hari.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Elp, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan konsumsi Elp secara tiba-tiba tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini dapat menyebabkan gejala putus obat yang dapat ditandai dengan pusing, mual, insomnia, sakit kepala, atau tremor.
  • Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter selama menjalani pengobatan dengan Elp agar kondisi dan respons terapi dapat terpantau.
  • Simpan Elp di tempat kering dan sejuk yang terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Elp dengan Obat Lain

Interaksi yang bisa terjadi jika Elp digunakan bersama obat-obat lain meliputi:

  • Peningkatan risiko sindrom serotonin jika digunakan bersama buspirone, lithium, atau obat golongan MAOI
  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia atau henti jantung mendadak jika digunakan bersama obat antimalaria, antiaritmia, atau moxifloxacin 
  • Peningkatan risiko terjadinya kejang jika digunakan bersama tramadol, antipsikotik, atau antidepresan lain 
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping metoprolol
  • Peningkatan efek samping Elp jika digunakan bersama fluvoxamine, cimetidine, fluconazole, atau omeprazole
  • Peningkatan risiko perdarahan jika digunakan bersama obat antikoagulan, obat antiplatelet, antipsikotik, atau OAINS 

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, diskusikan dengan dokter jika Anda berencana mengonsumsi Elp bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Elp

Ada beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi Elp, antara lain:

  • Mulut kering
  • Kantuk
  • Pusing
  • Keringat berlebih
  • Lemas
  • Mual
  • Sembelit 
  • Diare
  • Insomnia
  • Penurunan gairah seksual 

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika terjadi efek samping yang tidak segera mereda atau makin parah. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk menangani keluhan tersebut. 

Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:

  • Sakit kepala, muntah-muntah, rasa lelah yang tidak biasa, atau gangguan keseimbangan tubuh
  • Nyeri di mata, penglihatan kabur, atau melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
  • Detak jantung cepat atau tidak teratur, nyeri dada, atau sulit bernapas
  • Otot kaku, tremor, demam tinggi, atau merasa seperti akan pingsan
  • Linglung, gelisah, atau halusinasi
  • Muncul keinginan untuk melukai diri sendiri atau bunuh diri