Alasan kenapa kejang-kejang pada penderita epilepsi perlu ditangani dengan tepat adalah untuk menghindari terjadinya komplikasi dan situasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Contohnya adalah terjatuh, tenggelam, atau mengalami kecelakaan saat berkendara akibat kejang.

Masalah kesehatan mental yang muncul akibat epilepsi juga tidak boleh dianggap enteng. Penderita bisa saja melakukan bunuh diri akibat merasa depresi dengan kondisinya tersebut atau dikarenakan efek samping obat anti epilepsi yang dikonsumsi. Dalam hal ini, peran keluarga dan orang-orang yang dekat dengan penderita sangat dibutuhkan untuk selalu memberikan dukungan dan semangat padanya.

Dalam kasus yang jarang terjadi, epilepsi dapat menimbulkan komplikasi berupa status epileptikus. Status epileptikus merupakan kondisi ketika penderita epilepsi mengalami kejang selama lebih dari 5 menit atau serangkaian kejang pendek. Biasanya penderita status epileptikus akan berada dalam keadaan yang tidak benar-benar sadar ketika serangkaian kejang pendek terjadi. Status epiliptikus dapat menyebabkan kerusakan pada otak secara permanen, bahkan kematian.

Komplikasi lainnya yang juga jarang terjadi adalah kematian mendadak. Hingga kini, penyebab kematian mendadak pada penderita epilepsi masih belum dapat diketahui secara pasti. Beberapa ahli mengemukakan bahwa hal tersebut berkaitan dengan kondisi jantung dan pernapasan penderita.

Epilepsi dan kehamilan

Tidak dapat dipungkiri bahwa epilepsi berbahaya bagi kehamilan. Kejang yang terjadi berpotensi membahayakan bayi yang sedang dikandung dan juga mengancam nyawa sang ibu. Beberapa jenis obat antiepilepsi pun ada yang berisiko membuat janin mengalami kecacatan.

Namun jika Anda menderita epilepsi dan ingin hamil, jangan cemas. Rencanakan dan lakukanlah pemeriksaan kandungan dan kondisi Anda secara rutin ke dokter. Banyak wanita yang menderita epilepsi dapat menjalani kehamilan dengan normal dan melahirkan anak yang sehat.