Pada sebagian besar kasus epilepsi, penyebab pastinya tidak dapat ditemukan. Epilepsi jenis ini dikenal sebagai epilepsi idiopatik. Tidak dapat dipastikan bagaimana epilepsi bermula atau berlanjut pada kasus ini, karena tidak ditemukan kelainan yang dapat menyebabkan epilepsi.

Berbeda dengan epilepsi idiopatik, epilepsi simptomatik merupakan jenis epilepsi yang penyebabnya bisa diketahui. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan epilepsi simptomatik, di antaranya adalah:

  • Cedera kepala
  • Stroke
  • Tumor otak
  • Infeksi, contohnya meningitis atau ensefalitis
  • Cedera atau kerusakan otak saat masih di dalam kandungan, akibat infeksi atau nutrisi yang buruk pada saat kehamilan
  • Gangguan perkembangan, contohnya penyakit autisme dan neurofibromatosis
  • Kelainan genetik.

Pada penderita epilepsi, terdapat beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kejang. Di antaranya adalah:

  • Lelah atau kurang tidur.
  • Stres
  • Tidak mengonsumsi obatĀ antikonvulsan atau antiepilepsi secara teratur.
  • Mengonsumsi obat yang mengganggu kinerja obat antiepilepsi
  • Melewatkan jam makan
  • Demam tinggi
  • Mengonsumsi minuman beralkohol atau NAPZA
  • Saat menstruasi (pada wanita)
  • Mengonsumsi obat antidepresan atau antipsikotikĀ  tertentu
  • Kilatan cahaya.