Epleron adalah obat yang mengandung eplerenone dan digunakan untuk membantu menurunkan tekanan darah tinggi. Obat ini juga dapat digunakan untuk menangani gagal jantung setelah serangan jantung. Epleron ini tersedia dalam bentuk tablet.
Eplerenone yang terkandung dalam Epleron bekerja dengan cara menghambat kerja hormon aldosteron di dalam tubuh. Cara kerja ini dapat membantu tubuh membuang kelebihan garam dan air melalui urine, sehingga bisa mengurangi beban jantung dan menurunkan tekanan darah.

Penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi dapat mencegah timbulnya stroke, serangan jantung, dan gangguan ginjal.
Produk Epleron
Epleron tablet tersedia dalam 2 varian dosis, yaitu:
- Epleron 25 mg 30 tablet, yang mengandung 25 mg eplerenone tiap tabletnya
- Epleron 50 mg 10 tablet, dengan kandungan 50 mg eplerenone tiap tablet
Apa Itu Epleron
| Bahan aktif | Eplerenone |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antivirus |
| Manfaat | Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi) |
| Digunakan oleh | Dewasa |
| Epleron untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Epleron untuk ibu menyusui | Epleron bisa digunakan oleh ibu menyusui jika diresepkan oleh dokter. Penggunaan obat ini selama menyusui perlu dipantau oleh dokter, terutama bila bayi lahir prematur atau berusia kurang dari 1 bulan. |
| Bentuk obat | Tablet |
Peringatan sebelum Menggunakan Epleron
Epleron bisa digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter. Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum menjalani pengobatan dengan Epleron antara lain:
- Informasikan kepada dokter seputar riwayat alergi yang dimiliki. Epleron tidak boleh digunakan oleh individu yang alergi terhadap eplerenone.
- Sampaikan kepada dokter bila Anda pernah atau sedang mengalami gangguan ginjal berat, hiperkalemia, diabetes, penyakit asam urat, atau penyakit liver.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan suplemen kalium, vitamin, produk herbal, obat tertentu, termasuk amiloride, hydrochlorothiazide, ketoconazole, itraconazole, atau spironolakton.
- Bicarakan dengan dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat antihipertensi lain, seperti ACE inhibitor dan ARB.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Epleron.
- Hindari berkendara atau mengoperasikan mesin setelah mengonsumsi Epleron. Pastikan Anda benar-benar prima sebelum berkegiatan kembali.
- Segera ke dokter bila terjadi reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan Epleron.
Dosis dan Aturan Pakai Epleron
Dosis Epleron bagi setiap pasien dapat berbeda. Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Epleron berdasarkan kondisi yang ingin diatasi:
Hipertensi
- Dosis awal 50 mg per hari. Dosis dapat ditambah sampai maksimal 50 mg, 2 kali sehari bila diperlukan. Obat ini bisa digunakan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan obat lain, sesuai aturan dokter.
Gagal jantung setelah serangan jantung
- Dosis awal 25 mg per hari. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 50 mg per hari dalam 1 bulan pertama, sesuai respons pasien. Dosis akan disesuaikan dengan kadar kalium.
Cara Menggunakan Epleron dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan bacalah aturan pakai yang tertera pada kemasan sebelum mengonsumsi Epleron. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
Agar obat bekerja dengan efektif, ikuti petunjuk penggunaan Epleron berikut:
- Epleron bisa dikonsumsi saat sebelum atau sesudah makan. Telan obat dengan bantuan air putih.
- Jika Anda lupa mengonsumsi Epleron, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila waktu minum obat berikutnya sudah dekat, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
- Simpan Epleron di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Epleron dengan Obat Lain
Beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika Epleron digunakan bersama obat lain adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping Epleron bila digunakan dengan itraconazole atau clarithromycin
- Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia dan gangguan ginjal jika digunakan dengan obat golongan ARB dan ACE inhibitor
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping lithium
- Penurunan efektivitas Epleron jika digunakan bersama OAINS dan celecoxib
- Peningkatan kadar kalium dalam tubuh bila dipakai dengan spironolactone, amiloride, atau suplemen kalium
Agar terhindar dari interaksi obat, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter bila hendak menggunakan Epleron bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
Efek Samping dan Bahaya Epleron
Efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi Epleron meliputi:
- Sakit kepala
- Pusing
- Tubuh lemas atau mudah lelah
- Batuk
- Mual, muntah, atau diare
- Kadar kalium dalam darah meningkat (hiperkalemia)
Lakukan pemeriksaan ke dokter atau konsultasikan lewat chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik atau justru bertambah berat. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:
- Otot terasa lemah, kesemutan, atau sulit digerakkan
- Detak jantung lambat, berdebar, atau tidak teratur
- Pingsan
- Payudara membesar atau terasa nyeri pada pria (ginekomastia)
- Perdarahan dari vagina di luar jadwal menstruasi