Fludis adalah obat antijamur yang dapat digunakan untuk mengatasi infeksi jamur, seperti kandidiasis (infeksi jamur Candida) di mulut, tenggorokan, hingga organ intim. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan infus dan penggunaannya harus dengan resep dokter.

Fluconazole yang terkandung dalam Fludis bekerja dengan menghambat pertumbuhan jamur penyebab infeksi di dalam tubuh. Agar infeksi dapat diatasi sepenuhnya, obat ini harus digunakan sesuai anjuran dokter.

Fludis

Selain itu, Fludis juga sering diresepkan untuk mencegah infeksi jamur pada orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, misalnya pada penderita HIV/AIDS atau pasien pasca transplantasi organ.

Produk Fludis

Fludis terdiri dari dua macam sediaan, yaitu kapsul dan infus. Berikut ini adalah rincian produknya:

  • Fludis kapsul, dengan kandungan 150 mg fluconazole tiap kapsul.
  • Fludis infus, dengan kandungan 200 mg fluconazole tiap 100 ml infus..

Apa Itu Fludis

Bahan aktif Fluconazole
Golongan  Obat resep
Kategori  Antijamur azole
Manfaat Mengatasi infeksi jamur
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Fludis untuk ibu hamil  Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia. Namun, obat dalam kategori ini masih mungkin digunakan ketika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Fludis untuk ibu menyusui Fludis umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui selama sesuai anjuran dokter.
Bentuk obat Kapsul dan infus

Peringatan sebelum Menggunakan Fludis

Mengingat Fludis merupakan obat resep, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi Fludis:

  • Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki. Fludis tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap fluconazole atau antijamur azole yang lain.
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit hati, HIV/AIDS, penyakit ginjal, penyakit jantung, aritmia, intoleransi laktosa atau sukrosa, hipokalsemia, hipokalemia, hipomagnesemia, atau porfiria.
  • Bicarakan dengan dokter terkait penggunaan Fludis jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen atau produk herbal. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi terjadinya interaksi antarobat.
  • Jangan langsung mengemudi atau melakukan aktivitas lain yang memerlukan kewaspadaan setelah mengonsumsi Fludis. Obat ini dapat menyebabkan pusing
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah penggunaan Fludis. obat atau efek samping serius pada anak Anda setelah diberikan Fludis.

Dosis dan Aturan Pakai Fludis

Secara umum, berikut ini adalah dosis penggunaan Fludis berdasarkan tujuan pengobatan:

Fludis kapsul

Tujuan: Mengobati kandidiasis orofaringeal

  • Dewasa: Dosis awal 50 mg, 1 kali sehari selama 1–2 minggu.  

Tujuan: Mengobati kandidiasis esofagus

  • Dewasa: 50 mg, 1 kali sehari. Durasi pengobatan selama 2–4 minggu.

Tujuan: Mengobati kandidiasis vagina dan kandidiasis penis (candidal balanitis)

  • Dewasa: 150 mg sebagai dosis tunggal.

Tujuan: Mengobati kandidiasis invasif

  • Dewasa: Dosis awal 400 mg pada hari pertama, diikuti 200, 1 kali sehari selama 4 minggu. 

Tujuan: Mengobati cryptococcal meningitis

  • Dewasa: Dosis awal 400 mg pada hari pertama, diikuti 200–400 mg, 1 kali sehari, selama 10–12 minggu. 

Tujuan: Mencegah kekambuhan infeksi pada pasien AIDS 

  • 200 mg, 1 kali sehari.

Fludis sediaan infus

Dosis Fludis infus akan ditentukan oleh dokter sesuai dengan kondisi pasien dan tingkat keparahan penyakit tersebut.

Cara Menggunakan Fludis dengan Benar 

Ikuti anjuran dokter dan bacalah informasi yang tertera pada label kemasan obat sebelum mengonsumsi Fludis. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa seizin dokter.

Agar hasil pengobatan maksimal, ikuti cara menggunakan Fludis kapsul berikut ini:

  • Minum Fludis kapsul sebelum atau sesudah makan. Telan obat ini dengan bantuan air putih.
  • Jika Anda lupa mengonsumsi Fludis, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila jeda waktu dengan dosis selanjutnya sudah dekat, abaikan dosis tersebut dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.
  • Jangan menghentikan konsumsi Fludis secara tiba-tiba meski merasa sudah sehat atau tidak memiliki keluhan. Hal tersebut dapat memperburuk kondisi infeksi.
  • Simpan Fludis di tempat yang kering dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Sementara itu, Fludis infus diberikan ke dalam pembuluh darah vena (intravena/IV) melalui infus oleh dokter atau petugas medis yang diberi instruksi oleh dokter. Disarankan untuk menggunakan pakaian yang bagian lengannya mudah untuk digulung agar infus lebih mudah dipasang.

Interaksi Fludis dengan Obat Lain

Interaksi yang dapat terjadi jika Fludis digunakan bersama obat-obat lain adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya aritmia jika digunakan dengan cisapride, quinidine, atau erythromycin
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan pernapasan berat jika digunakan dengan fentanil
  • Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan dengan glipizide atau glimepiride
  • Peningkatan risiko terjadinya perdarahan jika digunakan dengan obat antikoagulan, seperti warfarin
  • Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari ciclosporin, midazolam, nevirapine, amitriptyline, teofilin, atau parecoxib 
  • Peningkatan risiko terjadinya miopati dan rhabdomyolysis jika digunakan dengan simvastatin atau atorvastatin
  • Penurunan efektivitas Fludis jika digunakan dengan rifampicin

Untuk mencegah terjadinya efek interaksi obat, konsultasikan dengan dokter jika Anda berencana menggunakan Fludis bersama obat, suplemen, makanan, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Fludis

Mengingat Fludis mengandung fluconazole, ada efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi obat ini, antara lain:

  • Mual dan muntah
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Ruam kulit ringan

Konsultasikan dengan dokter melalui chat jika mengalami efek samping di atas, apalagi bila tidak kunjung membaik. Dokter akan memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut. 

Segera periksakan diri ke dokter bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping berikut:

  • Pusing berat seperti akan pingsan
  • Urine berwarna gelap
  • Nyeri di perut bagian kanan atas
  • Gangguan irama jantung 
  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Memar atau perdarahan yang tidak biasa
  • Kejang