Infeksi HIV membuat sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit, antara lain:

  • Tuberkulosis (TBC)
    Tuberkulosis adalah infeksi paru-paru yang sering menyerang penderita HIV, bahkan menjadi penyebab utama kematian pada penderita AIDS. Penderita HIV yang kontak dengan pasien tuberkulosis mungkin akan disarankan untuk menjalani pengobatan dengan isoniazid guna mencegah TBC berkembang.
  • Toksoplasmosis
    Toksoplasmosis adalah infeksi parasit yang dapat memicu kejang bila sampai menyebar ke otak.
  • Cytomegalovirus
    Cytomegalovirus adalah infeksi yang disebabkan oleh salah satu kelompok virus herpes. Infeksi ini dapat menyebabkan kerusakan pada mata, saluran pencernaan, dan paru-paru.
  • Candidiasis
    Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida, yang menyebabkan ruam pada sejumlah area tubuh.
  • Kriptosporidiosis
    Kriptosporidiosis adalah infeksi akibat parasit yang hidup di dalam sistem pencernaan.
  • Meningitis kriptokokus
    Meningitis kriptokokus adalah peradangan pada selaput otak dan tulang belakang yang disebabkan oleh jamur.
  • Wasting syndrome
    Wasting syndrome
    adalah kondisi ketika penderita AIDS kehilangan 10% berat badan. Wasting syndrome biasanya disertai diare dan demam kronis.
  • HIVAN
    HIVAN (HIV-associated nephropathy) adalah peradangan pada saringan di ginjal. Kondisi ini menyebabkan gangguan pada proses pembuangan limbah sisa metabolisme dari tubuh.
  • Gangguan neurologis
    Meski AIDS tidak menginfeksi sel saraf, tetapi penderitanya bisa mengalami depresi, mudah marah, bahkan sulit berjalan. Salah satu gangguan saraf yang paling sering menyerang penderita AIDS adalah demensia.

Selain sejumlah penyakit di atas, ada jenis kanker yang dapat menyerang penderita HIV, di antaranya sarkoma kaposi dan limfoma. Sarkoma kaposi adalah kanker yang bisa muncul di sepanjang pembuluh darah atau saluran getah bening. Sementara, limfoma merupakan kanker pada kelenjar getah bening.