Sampai saat ini, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV. Meskipun demikian, infeksi dapat dicegah dengan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan kondom yang baru tiap berhubungan seks, baik seks melalui vagina atau melalui dubur. Bila memilih kondom dengan pelumas, pastikan pelumas yang berbahan dasar air. Hindari kondom dengan pelumas yang berbahan dasar minyak, karena dapat membuat kondom bocor. Untuk seks oral, gunakan kondom yang tidak berpelumas.
  • Hindari berhubungan seks dengan lebih dari satu pasangan.
  • Beri tahu pasangan bila Anda positif HIV, agar pasangan Anda menjalani tes HIV.
  • Diskusikan kembali dengan dokter bila Anda didiagnosis positif HIV dalam masa kehamilan, mengenai penanganan selanjutnya dan perencanaan persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke janin.
  • Bagi pria, disarankan bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.

Jika Anda memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi HIV, namun terkonfirmasi negatif, maka dokter mungkin akan memberikan obat pre-exposure prophylaxis (PeRP). Obat kombinasi emtricitabine-tenofovir mungkin akan diberikan oleh dokter. Namun perlu diingat pencegahan utama, seperti yang telah disebutkan diatas wajib tetap dilakukan.

Segera ke dokter bila menduga baru saja terinfeksi virus HIV, misalnya karena berhubungan seks dengan penderita HIV. Dokter dapat meresepkan obat post-exposure prophylaxis (PEP), untuk dikonsumsi selama 28 hari. Obat PEP adalah kombinasi 3 obat antiretroviral, yang dapat mencegah perkembangan infeksi HIV. Meskipun demikian, terapi dengan PEP harus dimulai maksimal 3 hari setelah infeksi virus terjadi.