Untuk menentukan diagnosis insomnia, dokter akan terlebih dulu bertanya pada pasien mengenai:

  • Kondisi medis yang dialami.
  • Kondisi lingkungan sekitar tempat tinggal.
  • Kondisi emosional dan psikologis.
  • Riwayat atau jadwal tidur pasien selama ini.

Informasi terkait sejumlah hal di atas dapat membantu dokter menentukan penyebab yang mendasari insomnia. Pasien juga akan diminta mencatat waktu tidur dan bangun tidur selama beberapa minggu, agar dokter dapat mengetahui pola tidur pasien. Bila diperlukan, dokter akan mengambil sampel darah untuk memeriksa kemungkinan gangguan tidur akibat kondisi medis yang dialami.

Jika penyebab insomnia tidak diketahui, atau ada gejala gangguan tidur lain, seperti restless leg syndrome atau sleep apnea, dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan tes polisomnografi. Dalam tes polisomnografi, dokter akan menempelkan elektroda pada ubun-ubun, pelipis, dan dada pasien. Mesin yang tersambung pada elektroda akan mencatat sejumlah aktivitas tubuh pasien saat tidur, di antaranya gelombang otak, detak jantung, dan tekanan darah.

Para ahli menentukan sejumlah kriteria untuk mendiagnosis insomnia. Di antaranya, penderita mengalami ketidakpuasan dalam tidur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Kondisi ini ditandai oleh satu atau lebih gejala berikut:

  • Kesulitan saat hendak tidur.
  • Sering terbangun di tengah tidur, atau sulit melanjutkan tidur setelah terbangun.
  • Bangun terlalu awal dan tidak bisa kembali tidur.

Kriteria lain untuk menentukan insomnia adalah:

  • Gangguan tidur menimbulkan gangguan dalam berbagai lingkup kehidupan penderita.
  • Minimal, penderita mengalami sulit tidur 3 malam dalam sepekan. Kondisi ini berlangsung sedikitnya selama 3 bulan.
  • Penderita tetap sulit tidur, meskipun cukup waktu untuk tidur.
  • Insomnia tidak terkait dengan gangguan tidur yang lain.
  • Gangguan tidur tidak disebabkan oleh efek fisiologis penggunaan NAPZA atau konsumsi obat-obatan.
  • Ketidakpuasan dalam tidur tidak terkait dengan gangguan mental atau kondisi medis yang sedang dialami.