Insomnia dapat disebabkan oleh banyak hal. Salah satu penyebab insomnia adalah hal yang memicu stress. Misalnya karena terlalu memikirkan pekerjaan, kondisi kesehatan, atau keuangan. Stres juga bisa disebabkan oleh peristiwa duka, seperti sakit atau kematian yang menimpa pasangan maupun keluarga dekat.

Hal lain yang dapat menyebabkan insomnia meliputi:

  • Gangguan psikologi, antara lain:
    • Gangguan kecemasan, seperti panik dan gangguan stres pasca trauma (PTSD).
    • Gangguan psikosis, misalnya skizofrenia.
    • Gangguan suasana hati, seperti depresi atau gangguan bipolar.
  • Gangguan kesehatan, di antaranya:
    • Gangguan hormon, misalnya hipertiroidisme.
    • Gangguan jantung, seperti gagal jantung dan angina.
    • Gangguan otot dan sendi, misalnya radang sendi (artritis).
    • Gangguan pada organ kemih, seperti pembesaran prostat atau inkontinensia urine.
    • Gangguan pencernaan, misalnya GERD
    • Gangguan pernapasan, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis.
    • Gangguan saraf, seperti penyakit Parkinson atau Alzheimer.
    • Gangguan tidur, seperti restless leg syndrome, sleep apnea, dan narkolepsi.
    • Diabetes.
    • Kanker.
  • Gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, menyalahgunakan NAPZA, dan mengonsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan.
  • Obat-obatan, meliputi:
    • Antidepresan, seperti fluoxetine dan
    • Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen.
    • Obat asma, seperti salbutamol, salmeterol, dan teofilin.
    • Obat anti kejang.
    • Obat stimulan, misalnya methylphenidate untuk menangani gangguan hiperaktif (ADHD) atau modafinil untuk menangani narkolepsi.
    • Obat tekanan darah tinggi, seperti penghambat beta.
  • Faktor lingkungan, seperti suara bising, lampu yang terlalu terang, serta suhu yang terlalu dingin atau terlalu panas, sehingga dapat mengganggu tidur.

Faktor Risiko Insomnia

Walaupun tiap orang dapat mengalami insomnia, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi ini. Di antaranya adalah:

  • Berjenis kelamin wanita. Perubahan hormon selama menstruasi dan dalam masa menopause dapat mengganggu pola tidur. Selain itu, insomnia juga dapat terjadi pada masa kehamilan.
  • Usia di atas 60 tahun. Kondisi kesehatan dan pola tidur berubah seiring usia, dan meningkatkan risiko insomnia.
  • Kondisi medis. Risiko insomnia semakin besar pada seseorang dengan gangguan kesehatan, baik fisik maupun mental.
  • Perubahan jadwal aktivitas. Faktor ini dapat mengganggu pola tidur, misalnya karena pergantian jadwal dalam bekerja.
  • Stres. Stres ringan dapat menyebabkan insomnia sementara. Semakin berat dan lama stres yang dirasakan, risiko terjadinya insomnia kronis akan makin tinggi.