Jerawat terjadi akibat adanya penyumbatan di pori-pori kulit. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai proses terjadinya jerawat:

1. Peradangan

Penelitian menunjukkan bahwa jerawat diawali dengan pelepasan sel-sel peradangan pada pembuluh darah di sekitar folikel. Belum diketahui secara pasti penyebab peradangan ini. Namun, ada dugaan peradangan terkait dengan faktor genetik.

2. Produksi sebum berlebih

Sebum adalah zat yang diproduksi oleh kelenjar minyak untuk menjaga kulit tetap lembap. Produksi sebum dapat meningkat hingga 5 kali lipat pada usia remaja atau karena peningkatan hormon androgen.

3. Penebalan keratin pada folikel

Bagian dalam pori-pori kulit dan folikel dilapisi oleh sel kulit. Ketika terjadi peradangan, sel-sel kulit pada folikel mengalami penebalan dan menumpuk di dalam folikel. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penyumbatan pada pori-pori.

4. Bakteri

Bakteri Cutibacterium acnes (nama baru dari Propionibacterium acnes) bisa menyumbat folikel rambut dan menyebabkan peradangan.

Faktor Risiko Jerawat

Jerawat dapat dialami oleh siapa saja. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami jerawat, yaitu:

  • Perubahan hormon saat menjelang menstruasi, 3 bulan pertama masa kehamilan, atau akibat menderita PCOS.
  • Peningkatan aktivitas hormon testosteron pada masa pubertas
  • Masalah jerawat pada keluarga
  • Gesekan kulit dengan benda, misalnya karena sering mengenakan penutup kepala, memakai baju yang terlalu ketat di bagian kerah atau sering memakai ransel
  • Konsumsi obat-obatan, seperti litium, kortikosteroid dan obat antikejang
  • Penggunaan kosmetik yang mengandung minyak dan komedogenik, terutama jika tidak dibersihkan dengan sempurna
  • Kebiasaan merokok
  • Stres