Kanker pankreas adalah kanker yang tumbuh di jaringan pankreas. Kanker pankreas dapat dialami oleh siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 55 tahun.

Pankreas memiliki sejumlah fungsi penting bagi tubuh, antara lain memproduksi hormon glukagon dan insulin yang bertugas untuk menjaga kestabilan kadar gula darah dalam tubuh. Pankreas juga menghasilkan enzim yang membantu tubuh untuk mencerna nutrisi di dalam makanan.

kanker pankreas, gejala, penyebab, cara mencegah, cara mengobati, alodokter

Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di pankreas tumbuh dengan tidak normal dan tidak terkendali. Stadium awal dari kanker ini sering kali tidak bergejala. Biasanya, gejala baru muncul ketika kanker telah menyebar ke organ tubuh yang lain.

Kanker pankreas merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan. Dari keseluruhan kasus kanker pankreas, hanya sekitar 9 persen penderita yang dapat bertahan hidup hingga 5 tahun setelah didiagnosis menderita penyakit ini.

Jenis Kanker Pankreas

Kanker pankreas terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Pancreatic adenocarsinoma

Pancreatic adenocarsinoma adalah kanker pankreas yang tumbuh dari sel eksokrin, yaitu sel yang memproduksi enzim pankreas. Diperkirakan, 95 persen dari seluruh kasus kanker pankreas adalah jenis pancreatic adenocarsinoma.

Pancreatic neuroendocrine tumors (NETs)

Pancreatic neuroendocrine tumors adalah jenis kanker pankreas yang tumbuh di sel endokrin, yaitu sel yang memproduksi hormon dan mengelola kadar gula darah.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Pankreas

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kanker pankreas. Tetapi, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas, yaitu:

  • Berusia di atas 55 tahun
  • Memiliki berat badan berlebih
  • Memiliki golongan darah A, B, atau AB
  • Menderita diabetes, pankreatitis kronis, radang gusi (gingivitis), atau periodontitis
  • Menderita infeksi bakteri Helicobacter pylori, hepatitis C, batu empedu, atau sirosis hati
  • Memiliki riwayat kelainan genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, seperti neurofibromatosis tipe 1, riwayat kanker ovarium atau kanker payudara pada keluarga, dan riwayat pankreatitis pada keluarga
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker pankreas
  • Mengonsumsi terlalu banyak daging merah
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Merokok

Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas pada stadium (tahap) awal umumnya tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring sel kanker berkembang dan mencapai stadium lanjut, gejala yang dapat muncul antara lain:

  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan menurun tanpa sebab yang jelas
  • Gatal-gatal di kulit
  • Perut kembung
  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sembelit
  • Urine berwarna gelap
  • Tinja berwarna pucat
  • Tubuh mudah lelah
  • Kulit dan putih mata (sklera) menguning
  • Penggumpalan darah
  • Sakit perut yang menjalar ke punggung
  • Demam atau menggigil

Kanker pankreas juga dapat memicu munculnya penyakit lain, seperti diabetes dan depresi. Akan tetapi, sering kali penyakit-penyakit ini tidak disadari sebagai bagian dari gejala kanker pankreas.

Kapan harus ke dokter

Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gejala di atas, terutama jika Anda termasuk yang berisiko terkena kanker pankreas. Selain itu, beri tahu dokter jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker pankreas atau penyakit genetik. Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani skrining kanker pankreas.

Bagi pasien yang telah menjalani pengobatan, tetap lakukan pemeriksaan ke dokter secara berkala. Pemeriksaan tetap diperlukan meski kanker telah berhasil diangkat, untuk mencegah kemungkinan sel kanker kembali tumbuh.

Diagnosis Kanker Pankreas

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien, termasuk bertanya tentang gaya hidup pasien, seperti kebiasaan merokok dan pola makan. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, antara lain dengan melihat tanda penyakit kuning dan mendeteksi benjolan di perut.

Setelah itu, dokter juga dapat menjalankan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti:

  • Tes darah, untuk mendeteksi protein CA19-9 serta untuk mengukur kadar hormon insulin, glukagon, dan somatostatin, yang terkait dengan sel kanker pankreas
  • Pemindaian dengan CT scan, PET scan, atau MRI, untuk melihat kondisi pankreas dan organ lain di dalam tubuh
  • Endoscopic ultrasound (EUS), untuk melihat kondisi pankreas dari dalam perut dengan endoskopi dan USG
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), yaitu endoskopi yang dibantu dengan foto Rontgen, untuk mengetahui kondisi saluran empedu dan pankreas
  • Octreotide scan atau octreoscan, untuk mendeteksi keberadaan kanker pankreas yang berasal dari sel endokrin
  • Biopsi atau pengambilan sampel dari jaringan yang dicurigai sebagai kanker pankreas untuk kemudian diteliti lebih lanjut dengan mikroskop

Setelah pasien dipastikan menderita kanker pankreas, dokter akan menentukan tingkat keparahan kanker pankreas. Penentuan ini akan membantu dokter dalam memilih metode pengobatan yang tepat.

Berikut ini adalah stadium atau tingkat keparahan pada kanker pankreas:

  • Stadium 0 (karsinoma in situ)
    Pada stadium ini, sel yang tidak normal ditemukan pada dinding pankreas, tapi belum berupa kanker dan belum menyebar.
  • Stadium 1
    Stadium 1 menandakan bahwa kanker hanya terdapat di pankreas dan belum menyebar ke organ lain, dengan ukuran kanker antara 2–4 cm.
  • Stadium 2
    Pada stadium 2, kanker telah berukuran lebih dari 4 cm atau telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar pankreas.
  • Stadium 3
    Stadium 3 menandakan bahwa kanker telah menyebar ke saraf, pembuluh darah besar, atau ke lebih dari 4 kelenjar getah bening di dekat pankreas, tapi belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 4
    Stadium 4 berarti kanker telah menyebar luas ke organ tubuh lain yang jauh dari pankreas, seperti paru-paru, hati, atau peritoneum (selaput yang melapisi dinding dalam perut).

Pengobatan Kanker Pankreas

Pengobatan kanker pankreas akan disesuaikan dengan stadium kanker, bagian pankreas yang terserang kanker, dan kondisi pasien secara menyeluruh. Tujuan pengobatannya adalah untuk menyingkirkan sel kanker agar tidak menyebar ke organ lain.

Beberapa metode yang dapat digunakan dokter untuk mengatasi kanker pankreas adalah:

Kemoterapi

Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker. Obat yang diberikan bisa berupa obat tunggal atau kombinasi, baik dalam bentuk minum (oral), suntikan, atau infus.

Kemoterapi bisa dilakukan pada kanker pankreas stadium awal atau lanjut untuk menyusutkan atau mengontrol pertumbuhan kanker.

Radioterapi

Radioterapi atau terapi radiasi adalah prosedur untuk menghancurkan sel kanker, dengan menggunakan sinar berkekuatan tinggi, seperti sinar-X dan proton. Terapi radiasi dapat dilakukan sebelum atau setelah bedah.

Radioterapi bisa dikombinasikan dengan kemoterapi (kemoradiasi). Biasanya, kombinasi ini dilakukan sebelum bedah untuk menyusutkan ukuran kanker sehingga lebih mudah diangkat.

Kemoradiasi juga bisa dilakukan setelah bedah untuk mengurangi risiko kanker pankreas kambuh kembali. Selain itu, kemoradiasi juga bisa dilakukan pada kanker pankreas yang tidak dapat ditangani dengan operasi.

Operasi

Tindakan operasi dilakukan pada kanker pankreas yang belum menyebar ke organ tubuh lain. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan adalah:

  • Operasi Whipple atau pankreatikoduodenektomi, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kepala pankreas dan sebagian dari organ lain, seperti usus dua belas jari, kandung empedu, saluran empedu, kelenjar getah bening, lambung, dan usus besar
  • Pankreatektomi distal, yaitu operasi untuk mengangkat bagian kiri pankreas dan, bila diperlukan, limpa pasien
  • Pankreatektomi total, yaitu prosedur untuk mengangkat seluruh pankreas

Perlu diketahui, tidak semua kanker pankreas dapat diatasi dengan operasi, seperti pada kanker yang telah menyebar ke pembuluh darah besar, atau jika pasien juga menderita gagal hati atau gagal jantung tingkat lanjut. Pasalnya, pada kondisi tersebut, risiko terjadinya komplikasi akibat operasi akan lebih besar.

Selain metode di atas, ada juga beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejala, yaitu:

  • Pemberian analgesik opioid untuk meredakan nyeri
  • Pemberian antidepresan disertai konseling untuk meredakan depresi
  • Operasi bypass dan pemasangan stent di saluran empedu, untuk meredakan gejala penyakit kuning, gatal-gatal, dan hilang nafsu makan

Komplikasi Kanker Pankreas

Kanker pankreas dapat berkembang dan menyebabkan sejumlah komplikasi, seperti:

  • Berat badan turun, yang bisa terjadi akibat pankreas tidak memproduksi enzim pencernaan dalam jumlah yang cukup, atau akibat kanker menekan lambung, sehingga membuat pasien sulit makan
  • Penyakit kuning, yang dapat terjadi akibat kanker menyumbat saluran empedu
  • Nyeri perut, akibat sel-sel kanker di pankreas terus tumbuh dan menekan saraf di perut
  • Obstruksi atau penyumbatan usus, akibat kanker pankreas menekan usus dua belas jari, sehingga makanan yang telah dicerna di lambung tidak bisa turun ke usus

Pencegahan Kanker Pankreas

Belum diketahui bagaimana cara untuk mencegah kanker pankreas. Namun, risiko terserang kanker pankreas dapat dikurangi dengan melakukan sejumlah hal berikut:

  • Berhenti merokok
  • Mengurangi atau menakar konsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Menjaga berat badan ideal