Kenali Makanan Penyebab Asam Lambung Naik

Makanan penyebab asam lambung naik adalah jenis makanan yang perlu Anda hindari, jika Anda menderita sakit maag maupun gastroesophageal reflux disease (GERD). Makanan-makanan ini akan memancing produksi asam lambung berlebih sehingga membuat asam lambung mudah naik dan menimbulkan keluhan nyeri ulu hati, disertai rasa seperti terbakar pada bagian bawah dada.

Naiknya asam lambung pada sakit maag dan penyakit asam lambung, dapat menyebabkan mulut terasa pahit atau asam. Rasa asam atau pahit di mulut dan tenggorokan dapat berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam. Selain itu, muncul rasa nyeri pada ulu hati, serta gejala lainnya yang sangat mengganggu. Karena itu, penting bagi Anda untuk memerhatikan dan mengatur pola makan sebaik-baiknya, untuk mencegah asam lambung naik.

makanan penyebab asam lambung naik - alodokter

Hindari Konsumsi Makanan Ini

Berikut beberapa jenis makanan penyebab asam lambung naik yang sebaiknya dihindari:

  • Gorengan

Gorengan atau makanan yang digoreng, termasuk makanan penyebab asam lambung naik. Kandungan lemaknya yang tinggi dapat menyebabkan refluks asam lambung ke kerongkongan.

  • Buah yang rasanya asam

Hindari jeruk dan makanan olahannya, seperti jus jeruk, serta buah-buahan lain yang rasanya asam. Kandungan asam pada buah-buahan ini dapat menyebabkan rasa mulas yang terasa seperti terbakar, dan sangat terkait dengan maag. Sensasi seperti terbakar ini terutama terjadi jika Anda mengonsumsi buah dengan rasa asam ketika perut dalam keadaan kosong.

  • Makanan pedas

Seperti buah yang asam, makanan pedas juga merupakan makanan penyebab asam lambung naik. Rasa pedas memicu perut mulas dan sensasi terbakar pada bagian dada. Kurangilah makanan yang mengandung cabai atau lada. Namun, akan lebih baik jika Anda tidak mengonsumsinya sama sekali.

  • Cokelat

Sayang sekali makanan enak ini juga harus dihindari oleh Anda yang tidak ingin asam lambung naik. Cokelat mengandung tinggi lemak dan kokoa yang menyebabkan refluks. Kandungan theobromine dan kafein pada cokelat juga menyebabkan refluks. Sebenarnya cokelat hitam (dark cokelat) mengandung lebih sedikit zat-zat penyebab refluks tersebut. Namun, agar lebih aman, sebaiknya hindari dahulu sampai Anda benar-benar terbebas dari risiko asam lambung.

  • Daging berlemak

Daging berlemak termasuk makanan penyebab asam lambung, sebab daging dengan kandungan lemak tinggi biasanya berada lebih lama di dalam perut. Inilah yang merangsang produksi asam lambung. Jika Anda tetap ingin mengonsumsi daging, buanglah bagian lemaknya dan konsumsilah hanya satu kali seminggu, untuk mengurangi risiko naiknya asam lambung.

  • Produk susu tinggi lemak

Jika Anda tetap mengalami masalah asam lambung, hindari seluruh makanan berlemak, termasuk makanan yang terbuat dari susu tinggi lemak. Pilihlah susu rendah lemak untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian Anda. Boleh saja tetap mengonsumsi produk olahan susu tinggi lemak, selama hanya digunakan sebagai penambah rasa makanan, bukan bahan utama.

Selain beberapa jenis makanan di atas, ada pula minuman yang sebaiknya dihindari. Minuman soda dan minuman berkarbonasi lain, mengandung gelembung gas yang akan membuat lambung meregang. Tekanan dari gelembung-gelembung ini juga menyebabkan asam lambung naik. Selain itu, soda bersifat asam, sehingga semakin menambah risiko naiknya asam lambung.

Jika Anda mengonsumsi kopi yang mengandung kafein sesekali, mungkin saat itu Anda tidak merasa apa-apa. Namun, jika diminum secara rutin, dapat meningkatkan kemungkinan mengalami maag. Sebaiknya, sebelum terjadi kenaikan asam lambung, gantilah kopi dengan teh chamomile atau teh hijau.

Konsumsilah Makanan yang Lebih Sehat

Di samping menghindari makanan yang sudah disebutkan di atas, untuk mencegah asam lambung naik, konsumsilah makanan yang baik bagi lambung, yaitu:

  • Sayuran

Selain rendah lemak, sayuran juga dapat mengurangi asam lambung. Pilih sayuran hijau seperti brokoli, mentimun, kembang kol, dan sayuran berwarna hijau lainnya.

  • Oatmeal

Oatmeal dapat menyerap asam sehingga mengurangi gejala refluks. Tidak mengherankan, sebab oatmeal adalah gandum utuh yang merupakan sumber serat.

  • Jahe

Jahe memiliki sifat antiradang alami, sehingga dapat mengurangi rasa nyeri akibat peradangan di dalam lambung. Campurkan irisan jahe pada minuman atau rebus jahe pada minuman yang Anda buat, lalu konsumsilah agar perut terasa lebih nyaman.

  • Putih telur

Pilih protein berupa putih telur, sebab bagian ini rendah lemak dan tidak berisiko menimbulkan nyeri ulu hati akibat asam lambung naik. Sebaliknya, hindari kuning telur yang mengandung tinggi lemak karena dapat memicu gejala refluks.

  • Lemak sehat

Tidak semua lemak itu jahat. Lagipula, tubuh pun memerlukan lemak untuk menjalankan fungsinya dengan baik. Pilih makanan yang mengandung lemak sehat, seperti alpukat, kacang kenari, minyak wijen, dan minyak zaitun.

Memang tidak mudah menghindari makanan penyebab asam lambung naik, karena rasanya yang enak dan mungkin sudah menjadi makanan favorit Anda. Namun, sebaiknya bijak dalam memilih makanan agar terhindar dari sakit maag, karena naiknya asam lambung dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Bila perlu, konsultasi ke dokter untuk memastikan jenis makanan yang perlu Anda hindari.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi