Kandungan nikotin yang terdapat pada tanaman tembakau bisa membuat penggunanya menjadi kecanduan. Nikotin terkandung pada rokok, cerutu, kretek, atau produk olahan tembakau lainnya. Karena efek adiktif (candu) itulah, para perokok kesulitan untuk berhenti merokok.

Nikotin merupakan alkaloid (senyawa basa yang mengandung nitrogen), dengan aroma khas dan berwarna bening. Senyawa ini akan berubah warna menjadi cokelat ketika terpapar udara. Senyawa inilah yang menyebabkan gigi perokok berubah warna menjadi kuning.

Ketahui Serba-serbi Informasi Nikotin di Sini - Alodokter

Merokok dan gangguan kesehatan terkait efek merokok, termasuk efek nikotin, merupakan masalah kesehatan global, tak terkecuali di Indonesia. Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) di tahun 2015, menunjukkan bahwa sekitar 75% penduduk Indonesia berusia di atas 15 tahun adalah perokok aktif.

Ini Alasan Nikotin Berbahaya

Nikotin diserap melalui kulit, lapisan mukosa hidung dan mulut, atau paru-paru melalui inhalasi. Saat merokok, nikotin yang dihasilkan mampu mencapai otak dalam waktu 10 detik setelah senyawa ini terhirup.

Selain membuat penggunanya kecanduan, nikotin juga memiliki efek samping yang buruk bagi kesehatan Anda. Di antaranya:

  • Menyebabkan iritasi dan sensasi perih di mulut serta tenggorokan.
  • Meningkatkan air liur.
  • Menyebabkan gangguan pencernaan, seperti mual, sakit perut, muntah, dan diare.
  • Meningkatnya denyut nadi dan tekanan darah.
  • Merusak kulit dan merangsang penuaan dini.
  • Menurunkan nafsu makan.
  • Berdampak pada masalah kesuburan.
  • Menyebabkan keguguran dan komplikasi selama kehamilan.
  • Menurunkan daya tahan tubuh.
  • Kematian.

Berikut ini adalah tanda bahwa Anda mengalami kecanduan nikotin, yaitu ketidakmampuan untuk berhenti menggunakan produk tembakau seperti rokok, tetap ingin merokok meskipun sudah mengalami komplikasi masalah kesehatan, mengalami gejala putus nikotin, serta tetap menggunakan produk tembakau walau tahu bahwa dampaknya tidak baik bagi diri sendiri dan orang di sekitarnya. Perlu Anda ketahui bahwa putus nikotin dapat menyebabkan mudah marah, mengalami kesulitan tidur, nafsu makan meningkat, pusing, berkeringat, gangguan mood seperti merasa depresi, dan kesulitan berkonsentrasi.

Cara Mengatasi Kecanduan Nikotin

Untuk mengatasi kecanduan nikotin, Anda harus berhenti merokok, atau menggunakan produk tembakau pengganti rokok jika disarankan dokter. Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan saran cara berhenti merokok, serta untuk mengatasi efek kecanduan nikotin. Selain itu, peran keluarga, teman, rekan kerja, atau lingkungan, kerap mendukung tingkat keberhasilan dalam berhenti merokok.

Pengobatan untuk mengatasi kecanduan nikotin umumnya akan memadukan terapi perilaku dan pemberian obat-obatan untuk untuk membantu Anda berhenti merokok dan melawan rasa ingin merokok kembali.

Selain berkonsultasi dan menggunakan obat-obatan sesuai anjuran dokter, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi kecanduan nikotin, yaitu:

  • Melakukan olahraga secara rutin.
  • Buang dan jauhi segala produk tembakau dari sekitar Anda.
  • Hindari berkumpul dengan teman atau rekan yang merokok.
  • Buatlah target kapan Anda harus berhenti merokok, dan usahakanlah mencapai target yang Anda buat itu.

Butuh kesabaran dan tekad untuk terbebas sepenuhnya dari efek nikotin. Bila dirasa sulit, Anda bisa mencari bantuan medis dari dokter untuk mendapatkan cara berhenti merokok yang sesuai bagi Anda.